Oleh : Ressa Ristia Nur Aidah
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, nilai-nilai syariat Islam sudah tertuang dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Menhan mengatakan hal itu menanggapi wacana NKRI Bersyariah dalam rekomendasi Ijtima Ulama IV yang digelar di Bogor, beberapa waktu lalu.
Ryamizard mengatakan bagi umat Islam, Pancasila merupakan kompromi yang sudah final antara kelompok islam, kelompok nasionalis, dan kelompok kebangsaan. Menurut kyai dan ulama pejuang bangsa saat itu, Syariah islam yang diajukan dalam Piagam Jakarta kemudian disepakati sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa sudah sama dengan syariah islam.
"KH Wahid Hasyim, Tokoh ulama muda NU, putra dari KH. Hasyim Asy’ari yang turut serta dalam merumuskan konsep dasar negara Indonesia pada tahun 1945 menegaskan bahwa konsep, Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan konsep tauhid dalam islam," jelas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.
Dengan konsep tersebut, umat Islam mempunyai hak menjalankan keyakinan agamanya tanpa mendiskriminasi keyakinan agama lain. "Di titik inilah, menjalankan Pancasila sama artinya mempraktikan syariat Islam dalam konsep hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga tidak ada sikap intoleransi kehidupan berbangsa atas nama suku, agama, dan lain-lain," kata Ryamizard.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahudin Wahid berpendapat tidak perlu ada istilah NKRI bersyariah. Sebab, syariat islam tetap jalan di Indonesia tanpa adanya dirumuskan yang dihasilkan oleh Ijtima Ulama IV. [Republika.co.id]
Realitasnya di Indonesia saat ini bertentangan dengan Pancasila. Saat ini Indonesia terlalu bersahabat dengan pragmatisme transaksional. Memakai jubah nilai-nilai religi, tapi sebenarnya penuh hipokrisi (munafik). Maka apakah masyarakat Indonesia mampu mempertahankan NKRI ini karena sistem yang tumbuh dan berkembang adalah non-Pancasila. Aturan-aturan yang diterapkannya pun justru banyak yang bertentangan dengan Pancasila itu sendiri.
Sebenarnya banyak dari sebagian masyarakat telah menyadari bahwasanya Indonesia ini adalah negara kapitalis liberal. Sayangnya, masyarakat yang sadar dan membongkar kedok para kapitalis maka akan bersiap dikriminalisasi.
Lima sila Pancasila yang selalu digaungkan para pemangku kepentingan di negara ini hanyalah sebuah 'nyanyian'. Tanpa implementasi dan penuh basa-basi. Sila-sila yang ada dalam pancasila nyatanya tidak terwujud di alam demokrasi yang syarat dengan kepentingan hawa nafsu para kapitalis.
Contohnya sila pertama mengamanahkan agar rakyat menjadi beriman dan bertakwa pada Ketuhanan Yang Satu. Namun, yang terjadi justru kriminalisasi para ulama dan para pengemban dakwah yang melaksanakan amar maruf nahi munkar, bendera tauhid dimonsterisasi bendera PKI dibiarkan.
Pancasila ini memang nampak baik, hanya saja miskin implementasi. Dimana implementasinya tidak akan mungkin tercapai di dalam sistem demokrasi sekarang yang sekuler dan liberal. Ia butuh sebuah sistem yang akan mewujudkan sila-sila pancasila. Bukan seperti sekarang mengatasnamakan pancasila tapi hanya sebagai topeng untuk melanggengkan demokrasi.
Sistem islamlah solusinya. Sistem hidup murni yang diturunkan Sang Khaliq, Sang Mudabbir. Yang akan mengatur seluruh aspek kehidupan. Tak perlu risau dengan adanya sistem islam, karena ia akan mewujudkan sila-sila Pancasila bahkan lebih dari itu. Kemajemukkan yang ada di negeri Indonesia ini bukan menjadi penghalang. Terbukti saat diterapkannya sistem islam yang menaungi 2/3 dunia, selama 14 abad semua umat hidup damai, adil, sejahtera, dan manusiawi. Bukan hanya umat islam saja yag merasakan, melainkan seluruh umat manusia baik muslim maupun non-muslim.
Maka, masihkah kita ragu akan islam ? Sedang, sistem islam ini langsung turun dari Pencipta yang mengatur. Sudah saatnya kita berpikir meninggalkan demokrasi yang syarat akan hawa nafsu para pemangku kepentingan didalamnya. Menjadikan pancasila sebagai topeng memuluskan kapitalisme liberal dan beralih menuju kepada sistem yang akan mensejahterakan umat dan menjalankan islam sepenuhnya secara kaffah. Terlebih dengan kondisi negara yang semakin terpuruk saat ini, maka hanya islamlah yang bisa mengatasi semua permasalahan umat secara tuntas tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Wallahu a’lam bisshowaab.

No comments:
Post a Comment