Oleh : Riska Adeliana
Saat kesedihan yang dirasa, melihat kerusakan di mana-mana, saat lisan ini tidak sanggup lagi berucap, dengan segala kemaksiatan yang merajalela di negeri tercinta ini, lalu hati ini bertanya-tanya,,,,. Apa yang harus ku lakukan dijalan dakwah ini, agar bisa merubah keadaan ini?..tersentak dengan sebuah ucapan seorang laki-laki yang perkasa, " menulislah dan sampaikanlah.
Melirik lagi ke belakang, sejarah 14 abad lamanya Islam berjaya dan menjadi mecusuar peradaban dan menjadi peradaban yang ditakuti oleh kafir. Tapi sejak 3 maret 1924, khilafah Islamiyah itu dihancurkan oleh Mustafa Kemal At-tartuk, sejak itulah sampai hari ini 95 tahun lamanya umat kehilangan perisai, umat Islam tidak lagi memiliki pemikiran Islam, umat Islam jauh dari yang disebut umat terbaik. Kita lihat saja ketika Islam dihina,, umat Islam diam, mereka malah tanpa sengaja ikut menjauhkan Islam. Saat ini umat Islam dirusak pemikiran mereka. Dengan berbagai cara yang dilakukan termasuk salah satunya media masa yaitu hp. Karena Barat tau, dengan berbagai cara yang ia lakukan dalam perperangan termasuk salah satunya perang salib adalah perang yang teramat besar dalam sejarah.
Dan dalam beberapa dekade yang berlangsung, umat Islam selalu menang. Dari situlah Barat melirik karena tidak ada cara yang bisa dilakukan lagi dengan peperangan, dan mereka menemukan ide dengan merusak pemikiran umat Islam dengan mencabut Islam dari benak kaum muslim sampai ke akar-akarnya. Dan cara tersebut berhasil sampai hari ini.
Kita adalah seorang muslim demolizer, sang pendobrak peradaban kelam, yang memiliki asa yang kuat. Yang telah mengazamkan diri menjadi pejuang agama Allah. Maka itu adalah suatu kebanggaan yang tak terkira, bahagia yang tiada tara, dan kesenangan yang tak bertepi saat lisan dibasahi dengan perkataaan " aku seorang muslim". Ringan terucap memang, sungguh mudah terlisankan. Tapi berat terwujudkan dalam sebuah perbuatan. Butuh perjuangan untuk membuktikan bahwa aku seorang muslim. Maka perjuangan yang harus kita lakukan yaitu dengan selalu menggoreskan pena. Dengan menghasilkan karya-karya yang bisa menggugah dunia, yang bisa mengetarkan musuh dengan goresan-goresan pena tersebut. Melawan opini Barat yang gencar mereka hembuskan ke negeri- negeri kaum muslim. Melirik berita hari ini yang terjadi di ranah nasional maupun internasional.
Menuliskan sebuah ide dengan memberikan solusi yang tuntas dengan ideologi Islam yang bisa mencerdaskan umat. Itulah pengorbanan yang bisa kita lakukan. Semoga kelak goresan pena itu menjadi sebuah karya yang melengenda. Sebuah karya yang bisa merubah pemikiran umat dan sebuah karya yang bisa mengetarkan musuh. Itulah pembuktian cinta.
Dakwah adalah secerca pembuktian cinta. Dakwah adalah cinta. Memang begitu adanya dakwah. Jika dakwah itu adalah wujud cinta, maka cinta akan meminta pembuktian cinta. Dan satu-satunya pembuktian yang diminta lagi disukai cinta adalah pengorbanan. Cinta akan menuntut pengorbanan dari kita. Dan bentuk pembuktian cinta itu adalah pengorbanan pemikiran. Pengorbanan pemikiran tersebut akan selalu ada. Dengan memikirkan permasalahan umat hari ini, memberikan analisa dan solusi dan terus menerus di lakukan tanpa henti hingga memberikan jerih payah perjuangan yang terbaik, demi runtuhnya peradaban kelam.
Pengorbana itu belum usai, akan ada terus pengorbanan yang lebih besar dari itu.
Itulah yang diminta oleh cinta. Memang tidak mudah mengatakan dakwah adalah poros hidup. Jika memang dakwah adalah poros hidup maka setiap detik, menit yang berlalu akan kita jadikan sebagai dakwah. Berjalan, duduk, hingga tidur, bayang-bayang dakwah akan selalu ada. Mengema berulang-ulang meminta pembuktian cinta,,buktikan cintamu, buktikan cintamu, berjuanglah, berdakwahlah. Akan selalu tergiang. Entah siap yang mengulang-ulang ucapan itu dalam hati. Yang jelas, hidup terasa gelisah jika tak dilalui dengan secerca pembuktian cinta, dalam sekuncup aktivitas mulia. Yang bernama dakwah.
