Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merindu Pendidikan Sehat

Friday, July 05, 2019 | Friday, July 05, 2019 WIB


Oleh: Pri Afifah
Komunitas Muslimah Peduli Generasi

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melepaskan 45 delagasi mahasiswa Indonesia yang akan melaksanakan kunjungan ke China mulai 15 sampai 21 Juni 2019. Kunjungan ini merupakan jawaban atas undangan pemerintah China, yang disampaikan melalui kedutaan besar China di Indonesia kepada Menristekdikti. 

Tujuan dari program ini adalah untuk memperkenalkan budaya, keindahan alam serta teknologi China kepada mahasiswa dan mahasiswi Indonesia. Dan diharapkan akan memperoleh wawasan dan pengetahuan serta belajar banyak hal dari China untuk kemajuan bangsanya. (Antara News 14/7/2019)

Saat ini, pemerintah seperti kehabisan solusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Selain  mengirim mahasiswanya ke China, pemerintah  juga berencana mendatangkan dosen asing untuk mengajar di Indonesia. Kedatangan dosen asing yang juga direncanakan oleh Kemenristekdikti menuai pro dan kontra. Kehadiran para dosen asing dianggap akan mengancam keberadaan dosen lokal. Apalagi rencana gaji yang dinilai cukup timpang, yaitu mencapai USD4.000 atau setara dengan Rp. 52 juta per bulan.

Berangkat dari pemahaman pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan negara, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan, ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, serta tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara. 

Artinya Indonesia memiliki tujuan agar peserta didik memiliki keimanan yang kokoh. Menjalankan perintah-perintah agama, memiliki kepribadian Islam dan juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun saat ini langkah yang diambil pemerintah kurang tepat. Selain akan mengancam dosen lokal, keberadaan dosen asing disinyalir akan menularkan ilmu pengetahuan ala barat, yang notabene akan  menjauhkan agama dari pendidikan. Gaya hidup barat yang tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia dikhawatirkan akan ditularkan melalui mahasiswanya.

Sekularisme dan kapitalisme yang menjadi dasar sistem di Indonesia, menjadi sebab kebijakan dalam sistem pendidikannya yang digerakkan oleh segelintir orang yang berkuasa. Maka sangat wajar jika sistem pendidikan saat ini jauh dari pembentukkan keperibadian Islam bagi mahasiswanya. 

Dalam tujuan pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuannya untuk membentuk peserta didikyang beriman dan bertakwa. Namun kalimat itu hanya pemanis semata. Pada kenyataannya kurikulum dan program pemerintah hanya menjauhkan mahasiswanya dari agama.

Saat ini akar masalahnya bukan Indonesia kekurangan dosen yang professional. Bukan pula kekurangan kecanggihan teknologi, sehingga mahasiswa harus dikirim ke negeri China. Tetapi masalahnya adalah dari sistem pendidikannya sendiri harus sehat.

Pendidikan yang sehat adalah pendidikan yang dibangun dengan asas yang  jelas. Harus ada kejelasan tujuan awal pendidikan. bagaiman hasil pendidikan ini harus bermanfaat bagi rakyatnya, bukan sekedar formalitas semata. Pendidikan seharusnya menjadi metode penjagaan ideologi dan tsaqofah (budaya) di dalam hati anak-anak muslim. Karena tsaqofah sejatinya merupakan tulang punggung dan keberlangsungan umat tersebut. Tsaqofah itulah yang membangun peradaban umat dan menentukan target serta tujuannya, sehingga membentuk corak kehidupan yang berbeda dari umat lain. Apabila tsaqofah Islam ini terhapus, tamatlah identitas umat Islam, corak kehidupan yang memudar, loyalitasnya berubah, dan riwayatnya tenggelam di belakang umat-umat lain (Strategi Pendidikan Khilafah/ HTI).

Sekulerisme terus berkembang bersama ideologi kapitalis yang menjadi pemeran utama dalam hal pendidikan modern saat ini, hal itu menimbulkan pragmatisme dalam pendidikan, yang ditandai dengan tujuan pendidikan yang sangat materialis. Tujuan pendidikan jauh dari nilai mengembangkan ilmu pengetahuan dan membentuk keperibadian peserta didik yang berkualitas.

Kapitalisme yang menganut asas manfaat menjadikan sistem pendidikan fokus pada materi saja. Lembaga pendidikan dijadikan alat untuk meraih pekerjaan semata. Keberhasilan pendidikan hanya diukur dengan nilai akademis tanpa mengukur bagaimana keimanan, ketakwaan, serta keperibadian peserta didik. Maka sangat wajar jika saat ini kecurangan-kecurangan sering didapati demi meraih nilai akademis yang tinggi.

Solusi Islam

Tujuan pendidikan dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berahlak mulia, memiliki karakter, menguasai sains dan teknologi serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk mengarungi kehidupan hanya bisa terwujud dalam sistem pendidikan Islam.  Aqidah Islam dijadikan sebagai asasnya. Karena itu keimanan, ketakwaan dan ahlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan kepada peserta didik. Halal dan haram akan ditanamkan agar menjadi standar perbuatannya. Dengan begitu peserta didik maupun masyarakat akan selalu mengkaitkan standar perbuatan saat menjalani kehidupannya. Juga akan mengkaitkan seluruh perbuatan dengan aturan Islam sebagai konsekuensi dari keimanannya kepada Allah.

Dengan semua itu  pendidikan Islam akan melahirkan peserta didik yang memiliki keperbadian Islam. keperibadian yang menaati  seluruh perintah Allah juga menjauhi larangan-Nya. Ajaran Islam bukan sekedar dihafalkan, melainkan dipelajari untuk diterapkan serta dijadikan pedoman dalam setiap aspek  kehidupan.

Ketika disandingkan dengan materi sains teknologi dan keterampilan, maka akan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki keperibadian Islam, serta memiliki keterampilan yang akan dipakai untuk berkontribusi bagi perbaikan kondisi dan taraf  hidup masyarakat. Untuk mewujudkan semua itu, bukan dengan mengirimkan dosen dari negara barat atau dengan mengirim mahasiswanya ke negara yang jelas-jelas menjajah. Namun Islam menetapkan agar negara wajib menyediakan pendidikan yang baik dan berkualitas dengan biaya yang sangat terjangkau bahkan gratis bagi warganya.

Negara wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, serta menyediakan kampus-kampus, buku-buku pelajaran, menyediakan laboratorium untuk menunjang pendidikan serta riset. Juga memberikan tunjangan yang layak bagi para pengajar dan juga pelajarnya.

Jadi untuk menunjang pendidikan yang sehat harus didukung sistem pemerintahan yang sehat pula. Pemerintahan sehat bisa terwujud ketika negara menerapkan sistem Islam, sehingga ajaran Islam seluruhnya bisa diterapkan. Termasuk sistem ekonominya guna mendukung tercapainya sistem pendidikan yang sehat yakni sistem pendidikan Islam dalam bingkai khilafah Islamiyah.

 Wallohu a’lam.
×
Berita Terbaru Update