Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

People Power Yang Ditunggangi Penumpang Gelap

Sunday, June 16, 2019 | Sunday, June 16, 2019 WIB
Oleh : Sumiati  
(Praktisi Pendidikan dan Member AMK)

Suasana ramadhan kemarin yang telah berlalu, dihiasi berbagai konflik yang sangat menyita waktu dan pemikiran kaum Muslim. Kondisi ramadhan yang seharusnya damai, penuh dengan kekhusyuan dalam ibadah, namun tahun ini sungguh berbeda. Di tahun politik yang mana pemilu baru saja di gelar dengan pemenangan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya.

Dengan pemenangan yang disinyalir curang, karena indikasi ke arah sana sangat jelas, ini membuat umat Muslim bergerak, meminta haknya, menuntut keadilan dan kejujuran, maka aksi damai pun di lakukan, dengan harapan penguasa mendengar suara mereka. Bahkan gerakan ini di katakan people power sebagaimana yang pernah terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia. Hanya saja sangat di sayangkan, karena berakhir luka bagi umat Muslim. 

Apakah poeple power itu?

People power adalah penggulingan kekuasaan presiden secara paksa melalui aksi demonstrasi rakyat. Upaya ini dilakukan dengan cara seluruh rakyat turun ke jalan agar Presiden melektakkan jabatannya karena dinilai telah melanggar konstitusi atau melakukan penyimpangan.

Secara umum, people power sama artinya dengan kekuatan masyarakat. Mereka berusaha melakukan perlawanan dan bentuk protes terhadap bentuk kezaliman dan kesewenangan para penguasa. Pasca pemilu di Indonesia, istilah ini mulai ramai diperbincangkan. Banyak rakyat Indonesia yang ingin memberontak terhadap berbagai kebijakan penguasa. Mereka meyakini bahwa ada yang tak beres di balik sistem pemerintahan.

People power pertama kali terjadi di Filipina pada tahun 1986. Gerakan ini mengacu pada revolusi sosial damai sebagai akibat dari protes rakyat Filipina melawan Presiden Ferdinand Marcos yang telah berkuasa selama 20 tahun.

Protes itu berawal saat Corazon Aquino, istri pemimpin oposisi Benigno Aquino, Jr, meluncurkan kampanye anti kekerasan untuk menggulingkan Marcos. Mengutip dariAmazine (25/4/2019), Aquino melancarkan protes sebagai konsekuensi dari deklarasi kemenangan Marcos pada pemilihan presiden tahun 1986.

People power dikenang sebagai perlawanan damai yang ditandai dengan demonstrasi jalanan setiap hari yang terutama diadakan di Epifanio de los Santos Avenue (EDSA). Peristiwa ini juga dianggap sebagai momen yang melahirkan kembali demokrasi di Filipina. Sebagian orang juga percaya bahwa beberapa demonstrasi di negara lain yang juga sukses (termasuk Indonesia) mengacu pada revolusi people power di Filipina.

Gerakan people power di Indonesia terjadi ketika tergulingnya rezim Presiden Soeharto yang dipicu oleh demo besar mahasiswa dan rakyat pada Mei 1998 yang menuntut reformasi dan perubahan. Salah satu faktor yang memicu rakyat Indonesia meminta perubahan adalah fenomena krisis moneter sejak Juli 1997.

Dengan itulah, amarah rakyat Indonesia tak terbendung lagi. Mereka menuntut perubahan hingga turun ke jalan. Dari sanalah lahir Orde Reformasi yang ditandai dengan lengsernya Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia.

Namun, umat tidak menyadari haqiqat dari people power ini, apalagi di tahun ini pula menelan korban jiwa, tentu ini menorehkan luka baru bagi bangsa, dan mengingat kembali luka lama di tahun 1998.

Kemudian umat pun tidak peka, siapa aktor yang ada dibalik gerakan people power yang terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia. 
Sesungguhnya, pemimpin suatu negara berkembang, yang menjalankan sistem  Kapitalis tidak akan mudah untuk dilengserkan walaupun dengan people power sekalipun, selama keberadaannya masih berpihak pada asing yang memiliki kepentingan besar di negeri tersebut termasuk Indonesia. 

Apapun yang dilakukan, karena dalang utamanya sangat kuat, sehingga tetap kekalahan kembali kepada masyarakat itu sendiri. Berikut kerugian harta dan nyawa. Sungguh miris ketika umat lupa, bahwa Islam memiliki metode paripurna untuk solusi ini. Karena people power bukanlah dari Islam. 

Bagaimana Islam menuntaskan permasalahan yang demikian? 

Rasulullah saw telah menjelaskan kepada kita dan mencontohkan kepada kita, bagaimana menegakkan hukum Allaah SWT,  sudah bukan rahasia, perjuangan awal Rasulullah saw di rumah Arqam bin Arqam dalam membina umat. Ketika jumlah yang di bina telah banyak, opini umum telah menyeluruh di jazirah arab tentang wajibnya menerapkan sistem Islam. Maka tampuk kekuasaan pun diserahkan kepada kaum Muslim, yang akhirnya dengan perjalanan panjang, Islam pun memimpin dunia. Menjadi Negara Adidaya yang menerapkan Islam kaffah dalam bingkai Daulah Islamiyah. 
Wallahu a'lam bishawab.
×
Berita Terbaru Update