Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Tuntas Atasi Gaul Bebas

Saturday, April 27, 2019 | Saturday, April 27, 2019 WIB Last Updated 2019-04-27T11:12:20Z


Oleh: Luluk Afiva
Guru dan pemerhati remaja

Dewasa ini, seks bebas semakin menjamur di kalangan remaja khususnya pelajar. Persentase atas perilaku tersebut bukannya menurun seperti yang kita harapkan nyatanya malah semakin meningkat. Ini terlihat dari kasus-kasus yang terungkap beberapa minggu lalu. 

Dilansir oleh surya.co.id Mojokerto, perempuan berusia 14 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh sejumlah orang di Krian, Sidoarjo.Tak cukup puas melakukan kekerasan seksual kepada korban, pelaku juga membawa kabur motor korban. Korban dan pelaku berkenalan lewat media sosial facebook. 

Percakapan di facebook, Danu mengajak korban bertemu di taman kota, Krian, Kabupaten Sidoarjo, pada 21 Maret 2019, pada pukul 19.00, setelah berbincang-bincang, Danu mengajak korban ke rumah temannya, di daerah Terung Kulon, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.Ternyata, di sana sudah ada tiga teman Danu yang sudah menanti. "Sesampainya di rumah tersebut korban dicekoki minuman alkohol. Saat korban setengah sadar, empat tersangka memperkosa secara bergiliran," katanya, Senin (8/4).

Fakta di atas menunjukkan bahwa media digital misalnya ponsel pintar dengan berbagai macam aplikasi media sosialnya membawa dampak yang buruk bagi generasi, bukannya menjadikan media digital sebagai sarana informasi yang menambah wawasan dan tsaqofah Islam tapi malah menjadikan media digital sebagai alat pemenuhan eksistensi diri yang keliru.

Padahal, remaja merupakan generasi penerus bangsa. Mereka lah yang menentukan baik buruknya negeri  dimasa yang akan datang, sebagaimana  ungkapan yang menyatakan
 "jika kita ingin melihat masa  depan sebuah negeri maka lihatlah bagaimana keadaan pemudanya hari ini "(Dr. Yusuf alqardawi). Namun, jika melihat kenyataannya remaja saat ini merupakan generasi yang rusak, terkotori oleh  pergaulan bebas. Sebenarnya ada apa dengan mereka? Mengapa mereka tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang bebas dan liar?

Media digital adalah bentuk dari kemajuan teknologi. Hasil dari kemajuan ini tergantung pada ideologi yang diemban. Saat ini, dimana eksistensi peradapan barat yang sedang memimpin dunia, sejatinya produk dari media digital tentunya sarat dengan nilai-nilai (hadharah) barat. Media digital menjadi mesin perusak untuk menghancurkan generasi Islam. Selain itu, faktor keluarga terutama ibu yang mengabaikan perannya sebagai pendidik generasi juga ikut mengantarkan kepada berbagai persoalan generasi, serta lemahnya kontrol masyarakat, dan abainya peran negara menyebabkan kerusakan generasi semakin menjadi. 

 Penyebab utama kerusakan generasi adalah sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan antara agama dengan kehidupan, menjadikan generasi jauh dari nilai-nilai Islam. Mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi alay, hedonis dan permisif. Kasus tawuran pelajar, gaul bebas, seks bebas, LGBT dan lain-lain menjadi masalah generasi masa kini. Lantas siapa yang bertanggung jawab menyelesaikannya?

Menyelamatkan generasi adalah tanggung jawab dan tugas besar negeri ini. Mengambil solusi dari sistem sekuler-kapitalis tidak akan  mampu menyelesaikan masalah pergaulan bebas secara tuntas. Bahkan seperti menyimpan bom waktu masalah yang siap meledak untuk menghancurkan peradaban manusia.

Islam merupakan agama yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Robbnya tapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya. Islam memiliki solusi tuntas menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas. Mulai dari mengatur hubungan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Seperti perintah menutup aurat (Qs. Al-Ahzab: 59), perintah menundukkan pandangan (Qs.An-Nur:30-31), larangan ikhtilat dan khalwat, “Tidaklah menyendiri seorang laki-laki dengan seorang perempuan, kecuali setan menjadi pihak ketiga (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim), larangan tabarruj (Qs.Al-Ahzab:33), dan larangan mendekati zina (Qs.Al-Israa:32).

Dalam Islam, negara juga berperan membina akidah umat dengan menyediakan pendidikan yang berbasis akidah Islam. Mengelola media yang ada agar menjadi sarana informasi yang mencerdaskan umat dan jauh dari konten pornografi. Hingga memberikan hukuman kepada pelaku maksiat sesuai dengan hukum Allah agar pelaku dan manusia lainnya jera. Contoh: Hukum dera bagi pelaku zina (Qs. An-Nur:2).

Ketika syari’at Islam ditegakkan, maka akan banyak generasi yang terselamatkan.Terbukti selama 14 abad lamanya Islam berjaya memimpin dunia dan melahirkan generasi-generasi yang cerdas, beriman dan bertaqwa, yang berkontribusi dalam membangun peradaban yang gemilang. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-quran surah an Nahl :89

وَنَزَّلنا عَلَيكَ الكِتٰبَ تِبيٰنًا لِكُلِّ شَيءٍ وَهُدًى وَرَحمَةً وَبُشرىٰ لِلمُسلِمينَ    
Kami telah menurunkan kepadamu (Muhammad) Alquran sebagai penjelas segala sesuatu, juga sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim (QS an-Nahl [16]: 89

Wallahu a'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update