Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sambut Ramadhan, Bulan Perjuangan Umat Islam.

Saturday, April 27, 2019 | Saturday, April 27, 2019 WIB Last Updated 2019-04-27T15:25:23Z


Oleh: Rosmita 
Aktifis Dakwah Islam

Keadaan kaum muslimin saat ini seperti buih di lautan yang tampak banyak namun, tak memiliki kekuatan.
Ternyata benarlah apa yang dikatakan Rasulullah berabad silam. 

“Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Saat ini jumlah umat Islam hampir mencapai 2,1 milyar di seluruh dunia, namun hal ini tidak menjadikan umat Islam kuat atau berkuasa di dunia. 
Apa yang terjadi saat ini adalah umat Islam sedang dizalimi, di Suriah, di Palestina, dan di berbagai belahan bumi lainnya umat Islam sedang diperangi. Di Indonesia sendiri umat Islam juga dizalimi, ulamanya dikriminalisasi, ajarannya dikebiri. Ormas Islam yang bersungguh-sungguh memperjuangkan syariat Islam dibubarkan, bahkan Allah dan Rasul-Nya dihinakan.

Namun apa yang bisa dilakukan umat Islam untuk menolong saudaranya dan menegakkan syariat Islam? Tidak ada, mereka diam seribu basa begitu lemah sehingga mereka mudah dipecah-belah dan diadu domba. Kalaupun ada yang bersuara menyerukan kebenaran hanya sebagian kecil saja, itupun selalu difitnah dan dimusuhi muslim lainnya.

Ini semua disebabkan karena sistem yang ada saat ini telah berhasil memisahkan agama dengan kehidupan. Menjauhkan kaum muslimin dari sumber kekuatannya yaitu Alquran. Alquran yang seharusnya dijadikan pedoman dalam mengarungi bahtera kehidupan kini diacuhkan. 

Allah Swt berfirman: "Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
(Qs.al-Furqaan: 30)

Umat Islam hanya menjadikan agama mereka sebagai agama ritual saja dan menjalankan syariat Islam hanya sebatas ibadah mahdhah saja. Mereka syahadat, shalat, puasa, zakat, dan menunaikan haji, namun dalam urusan muammalah, ekonomi,  politik, dan negara tidak mau memakai syari'at Islam. 

Menjelang bulan suci Ramadhan umat Islam mendadak shalih, yang perempuan mulai menutup aurat, masjid-masjid mulai ramai, tayangan televisi mulai berbau religi. Namun apa yang terjadi setelah Ramadhan berlalu? Mereka kembali sibuk dengan urusan dunianya masing-masing, auratnya kembali dibuka, tayangan televisi kembali berbau kekerasan dan pornografi, masjid-masjid kembali sepi. Sehingga Ramadhan tak membekas sama sekali. 

Dari tahun ke tahun selalu begitu, Ramadhan hanya menjadi seremonial ibadah ritual saja tanpa ada perubahan yang signifikan pada kondisi umat saat ini. Terlebih kondisinya masih jauh dari kemuliaan. 

Kondisi umat yang jauh dari Islam, jauh dari Alquran menimbulkan kerusakan akhlak dan kehancuran generasi Islam. Sehingga saat ini seks bebas menjadi hal yang biasa di kalangan remaja, LGBT sudah tak asing lagi, narkoba dan miras bukan lagi barang langka, kemaksiatan merajalela, pembunuhan di mana-mana.

Belum lagi kondisi ekonomi umat yang masih berada di bawah garis kemiskinan, lapangan pekerjaan yang semakin sulit. Diperparah  lagi, menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri harga-harga pangan terus meningkat membuat ekonomi umat semakin terpuruk. 

Ditambah lagi isu terorisme yang menyerang umat Islam saat ini, menambah citra buruk bagi kaum muslimin. Ruang lingkup dakwah dibatasi dan para aktifis dipersekusi.  Apakah kita harus diam melihat kezaliman yang menimpa kita? Inilah saatnya kita bangkit, jadikan momentum Ramadhan sebagai bulan perjuangan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya.

Saat perang badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H  di mana pada perang tersebut jumlah kaum muslimin hanya 314 orang, namun dapat mengalahkan kaum kafir Quraisy yang berjumlah 1300 orang. 

Islam bukanlah agama radikal dan Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Kalaupun dalam pengembangan dakwah Islam ditempuh dengan dua cara yaitu dakwah dan perang, namun perang bukanlah prinsip dasar pengembangan Islam. Karena Rasulullah hanya berperang melawan orang-orang yang memusuhi Islam, jadi perang tersebut bertujuan untuk mempertahankan diri dan melindungi dakwah Islam. 

Seperti gerakan ekspansi Islam terhadap negeri-negeri kafir yang dilakukan dengan mengirim utusan kepada pemimpin negeri tersebut untuk menyampaikan dakwah Islam, namun jika pemimpin negeri tersebut menolak bahkan memusuhi dakwah Islam baru diperangi.

Untuk itu marilah kita bersatu rapatkan barisan, lanjutkan perjuangan membela Islam. Serulah manusia ke jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Sebagaimana perintah Allah Swt:

"Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Sesungguhnya Robbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (Qs. An-Nahl:125)

Tetaplah berdakwah baik melalui lisan maupun tulisan, tunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang mulia dan bahwa umat Islam adalah umat terbaik. 

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Qs. Ali Imron: 110)

Semoga Allah memberi hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita tetap istiqomah di jalan dakwah ini.

Wallahu A'lam Bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update