Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panggung Panas Demokrasi

Saturday, March 30, 2019 | Saturday, March 30, 2019 WIB Last Updated 2019-03-30T06:34:49Z
Penulis : Ai Sumiyati 
(Ibu RumahTangga dan Pembelajar Islam Kaffah)

Debat cawapres dan  wapres yang ke tiga sudah berakhir, cukup memukau juga kehadirannya.saling debat saling menjatuhkan satu  sama  yang lainnya untuk  mendapat simpati  rakyat, seharusnya  bagi seorang pemimpin bukan  seperti  itu.saling  merespon, saling menasehati dengan  kebaikan bukan mempemalahkan yang belum tentu berbagai debat di lontarkan dari korupsi isu terorisme sampai  Hoax, termasuk isu caleg matan koruptor

Bila  di perhatikan dengan  jeli visi dan misi mereka tidak jelas akan  di bawa kemana umat untuk berlabuh, kekusan itulah yang kini tengah di perebutkan.betapa indah dan nikmat nya kekuasan, dengan kekuasaan apapun dapat diraih kebaikan.kebaikan dapat diraih melalui kekuasaan, sebaliknya keburukan pun dapat  di gapai lewat kekuasaan"persis laksana pisau bermata dua,Al-Hafiz. Ibnu Hajar mengutip pandangan ulama
"Kekuasaan itu merupakan kesenangan di dunia "di dalam meraih kedudukan, harta pelaksana keputusan dan  menghasilkan segala  kesenangan yang  kasat mata maupun kesenangan batin, namun  itu adalah penderitaan di Aherat ketika telah berpisah darinya. Akibat kematian dan pertanggung jawaban semua  terkait dengannya di  akhirat (Fath al-bari 13/127

Sebenarnya rakyat sudah cerdas untuk menentukan seorang  pemimpin, bila  kita bercermin kebelakang selama lima tahun kebelakang selama lima tahun sekali di adakan pesta demokrasi tidak ada perubahan yang berarti kecuali, setiap penggantian pemimpin rakyat hanya mendapatkan kekecewaan harapan perubahan yang  lebih baik hanya  isapan jempol belaka

Kekuasan bukanlah tiket gratis tanpa  pertanggung jawaban,, dengan gamlang Rosululloh muhammad saw.menjelaskan hakekat kekuasaan, dalam mushad al-Bazzar (4/307)di riwayat kan Dari Auf-bin malik ra bahwa Rosulullah saw bersabda"jika kalian mau"aku akan menjelaskan kekuasaan ( imarah) apa itu? lalu aku(Auf bin- malik ra)  berdiri dan berkata dengan suara nyaring sebanyak tiga kali "apa  itu  ya Rosulullah?  beliau menjawab "awalnya adalah celaan. keduanya adalah penyesalan. ketiga nya adalah azab pada  Hari  kiamat,, kecuali orang yang adil, dan betapa sulitnya seseorang berlaku adil saat berkaitan dengan  keluarga terdekat

Masihkah kita percaya dengan sistem demokrasi kapitalisme yang sarat dengan kebohongan dan  kemunafikan " sejak awal "politik demokrasi adalah politik transaksional dalam politik transaksional kemungkinan jadi faktor utama, karena itu tidak aneh banyak orang terjun ke arena demokrasi menjadi orang munafik, setelah terpilih sebagai penguasa, misalnya. banyak di antara mereka mengeluarkan banyak  kebijakan - kebijakan yang merugikan rakyat. terus menerus menaikan harga BBM dan Tarif listrik membebani rakyat dengan pajak,menjual sumber alam milik rakyat dan lain- lain padahal sebelum berkuasa khususnya pada  masa  kompanye /pemilu mereka berjanji akan menyejahterakan rakyat.. Padahal tidaklah seorang pemimpin rakyat dari kaum muslim lalu dia mati dalam keadaan  menipu (ghasy) mereka kecuali Allah Swt mengharamkan baginya surga  (Hadis-al. Buk hari dan muslim)

Metode Syari menegakan Khilafah adalah sebuah aktivitas yang harus di  terapkan berdasarkan dalil syariah, kaum muslim wajib mengikuti metode Rosulullah saw dalam  membangun sistem islam (daulah Islam) di madinah hal  ini  sesuai dengan perintah Allah Swt dalam  firmannya. sesungguhnya telah ada  pada  diri Rasulullah itu suri tauladan yang  baik  bagi mu ( yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah Swt  dan  kedatangan hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah Swt (TQS al-  azab[33]:21]maka dari itu tidak akan terwujud mengharapkan pemimpin yang adil dan amanah jika tidak mengantinya dengan sistem yang  di contoh kan oleh Rosulullah yaitu sistem Khilafah islamiyah. Dengan menerapkan kembali islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah berdasarkan Al-Quran, sunah nabinya serta ijma dan kias.
Wallahu allambishohab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update