Penulis : Hawilawati
(Praktisi Pendidikan)

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". [al-Hujurât/49:13]_

Ayat tersebut telah menyatakan bahwa  Allah ta'ala berlaku adil dengan  memuliakan manusia beriman, baik dari golongan laki-laki maupun  perempuan tanpa ada perbedaan diantara  keduanya.

Keimanan dapat diraih bagi seorang perempuan dengan menjalankan syariat Allah tanpa harus meninggalkan fitrahnya sebagai perempuan.

Islam telah menetapkan syariat islam yang khas beserta hak dan kewajiban bagi kaum perempuan sesuai dengan fitrah fisiknya. Semua itu bertujuan untuk menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaannya.

Perempuan diciptakan dengan potensi uterus (rahim) hingga ia mampu mengandung dan melahirkan.

Perempuan diciptakan dengan memiliki hormon prolaktin (yang dominan bekerja saat melahirkan) dan hormon
oksitosin (love hormone), kedua hormon tersebut memegang peranan penting dalam proses produksi ASI dan menyusui,  Sehingga kodratnya mampu menyusui anak-anaknya.

Perempuan adalah perhiasan  sehingga dirinya sangat terjaga dengan hijab yang menutup tubuhnya.

_“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)._

Dengan fitrahnya tersebut, syariatpun telah menetapkan peran penting bagi  dirinya, seperti : mampu menjaga janin dalam kandungannya selama 9 bulan 10 hari, mampu menyusui anaknya selama dua tahun, mampu melakukan hadhonah (pengasuhan) dan memberikan pendidikan terbaik dengan kelembutan tangannya. Sejatinya baik buruknya generasi tergantung didikan seorang ibu.

Muhammad Quthb berkata, _“Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik selama ia pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang baik. Sebaliknya, ibu yang rusak akhlaknya hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya.”_

Aktivitas perempuan diatas tidaklah mudah, semua harus  dijalankan penuh  kehatian-hatian dengan  mencurahkan  pikiran, energi dan ilmu yang mumpuni. Tersebab tugas mulia nan berat inilah maka Allah Ta'ala mencurahkan kasih sayangnya dengan tidak membebankan kaum perempuan beraktivitas layaknya kaum laki-laki, seperti kewajiban bekerja dan berjihad.  Dirinya sangat terjaga agar ia mampu menjalankan syariat Allah  dengan maksimal dan penuh  ketenangan.

Islampun telah memberikan hak istimewa bagi kaum perempuan seperti : hak mendapatkan nafkah dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Karena perempuan tidak diwajibkan untuk bekerja maka jika ia sebagai anak akan mendapat hak nafkah dari ayahnya, jika ia seorang istri akan mendapat hak nafkah dari suaminya, jika ia seorang ibu akan mendapat hak nafkah dari anak laki-lakinya, jika ia seorang janda akan mendapat hak nafkah dari walinya atau orang terdekatnya, jika tak ada wali satupun yang mampu menafkahinya maka negaralah yang wajib menafkahinya.

Sebelum dunia Barat, Eropa ataupun kaum feminisme menuntut betapa pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan. Islam sudah jauh lebih dulu memberikan hak pendidikan bagi setiap manusia dengan layak tak terkecuali kepada kaum perempuan.

Adapun ilmu yang diperolehnya adalah untuk mendidik generasinya agar senantiasa taat kepada Allah dan menjalankan kehidupan ini sesuai dengan syariatNya. Dengan pendidikan yang berkualitas tak heran jika peradaban Islam banyak melahirkan wanita cerdas dan generasi unggul, seperti :

Aisyah binti Ahmad  berasal dari Cordoba. Seorang ilmuan besar sekelas Ibnu Hayyan (wafat 469 H/1075 M) Ia begitu lihai menggores kaligrafi kemudian menyalin ayat Alquran dalam buku-buku lainnya. Ia seorang kolektor buku dengan koleksi buku yang begitu banyak.

Fatimah binti Zakariyyah adalah seorang juru tulis yang terkenal. Allah ﷻ memberinya usia yang panjang hingga 94 tahun. sebagian besar waktunya ia khidmatkan untuk dunia tulis-menulis. Menulis surta dan buku-buku. Ia seorang penulis yang handal dan fasih retorikanya.

Maryam binti Abi Ya’qub adalah seorang penyair terkenal. Seorang wanita sastrawan yang mengajar sastra untuk kalangan perempuan. Selain piawai dalam sastra, ia dikenal dengan keshalehannya.

Masih banyak lahir wanita cerdas, yang tak diragukan lagi kesholihannya, mereka terus mengasah aqliyah dengan pendidikan Islam yang unggul dan bermanfaat bagi umat.

---

Hak istimewa tersebut akan diperoleh kaum perempuan secara sempurna  jika sebuah sistem kehidupan diterapkan berdasarkan Syariat Islam. Dan perannya akan dilakukan senang hati, jika ia memahami kodrat dan peran pentingnya hingga mendatangkan kemaslahatan dan pahala luar biasa.

Harmonisasi kehidupan ini bagaikan puzzle antara kaum laki-laki dan kaum perempuan saling melengkapi sesuai dengan kodratnya. Tak ada yang boleh saling iri satu dengan yang lainnya karena jelas keduanya memiliki keistimewaan dan peran masing-masing yang telah ditetapkan Allah aza wa jalla.

Jika hingga kini dunia barat mengkondisikan kaum perempuan protes terhadap perannya, merasa didiskriminasikan,  menuntut kesetaraan /kesamaan aktivitas dengan kaum laki-laki, sungguh ini adalah sebuah kemunduran hingga kaum perempuan di dorong untuk melakukan kebebasan berprilaku di ranah publik alhasil tidak fokus terhadap peran seharusnya, maka tidak menutup kemungkinan  akan terjadi kekacauan hidup. Semua itu akan dimintai pertanggungjawaban olehNya.

_'Abdullah bin 'Umar berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.\" Aku menduga Ibnu 'Umar menyebutkan: "Dan seorang laki-laki adalah pemimpin atas harta bapaknya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya."(Hr Bukhari)_*

Sunggu mulia perempuan hingga ia mendapatkan keistimewaan dalam Islam. Jika ia memahami  sebaik-baik dirinya serta ikhlas menjalankan kewajibannya sesuai tuntunan syariat, sejatinya ia telah menyelamatkan diri, keturunan, keluarga dan bangsanya. Wallahu'alam Bishowwab
 
Top