Penulis : Hamsina Halisi Al Fatih 
(Korda Muslimah KARIM Indonesia Chapter Kendari)

Kembali umat Islam harus merasakan sakit, marah, dan murka atas tindakan pembunuhan secara brutal yang dilakukan Brenton Tarrant, seorang pria kulit putih kelahiran Australia berusia 28 tahun.

Alasan Brenton Tarrant melakukann serangan brutal itu adalah untuk memusnahkan imigran yang dianggapnya penjajah karena 'merebut' tanah yang awalnya ditempati ras kulit putih.

Dikutip dari News.com.au, sebelum melakukan aksi brutal tersebut, Brenton Tarrant sempat mengunggah sebuah tulisan di akun twitternya ia menuliskan bahwa:

"Menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kami (orang kulit putih) tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kami dan mengganti orang-orang kami.” 

Dalam aksi kejinya itu, Tarrant melakukan live streaming  layaknya sebuah games saat menembaki para jama'ah yang tengah melakukan sholat Jum'at.

Atas tindakan terorisme yang dilakukannya pada Jum'at, 15 Maret 2019 di dua mesjid yang berbeda, setidaknya mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia.

Dilansir dari Republika.co.id 9 pelaku penembakan mengerikan di masjid Al Noor di Linwood, Christchurch, Selandia Baru merekam aksinya layaknya membuat vlog saat hendak menyerang jamaah yang sedang  melakukan shalat Jumat (15/3) pukul 13.40 waktu setempat. Rekaman berdurasi 17 menit oleh pria bersenjata itu diunggah olehnya di media sosial.

Live streaming dimulai ketika pria  bersenjata itu mulai pergi ke Masjid Al Noor di Deans Ave. Dia memarkir mobilnya di jalan masuk terdekat masjid. Di dalam mobil pria itu, berisi serba serbi senjata dan amunisi di kursi penumpang depan dan belakang, bersama dengan tabung bensin.

Kepolisian Christchurch, Selandia Baru telah  mengkonfirmasi bahwa korban meninggal akibat serangan teroris sadis di dua masjid pada hari Jum'at siang tadi sebanyak 49 orang. 41 orang meninggal di Masjid Deans Ave dan 7 lainnya di Masjid Linwood. Satu orang meninggal ketika di rumah sakit. (Sumber: TVNZ, Guardian)

Saat aksi pembunuhan ini viral di media sosial, lihat apa yang dunia katakan. Hampir seluruh media sosial menyebut tindakan tersebut hanyalah penembakan ekstrim, brutal dan tidak dikatakan sebagai kejahatan terorisme.

Lalu terorisme yang dimaksudkan itu seprti apa???
Apakah ia harus berkerudung???
Apakah ia harus berjenggot???
Apakah ia harus mengucapkan kata takbir???

Faktanya memang, istilah terorisme itu hanya disematkan ke tubuh umat Islam. Ketika ada ledakan bom atau penembakan, selalu umat Islamlah yang di kambing hitamkan sebagai provokator terorisme.

Namun lagi dan lagi. Kita ditunjukan sebuah kejahatan kemanusiaan yang justru dilakukan oleh seorang kafir laknatullah malah jutru terlepas dari sebutan teroris.

Lihatlah bagaimana daftar panjang penderitaan umat Islam  pasca runtuhnya daulah Khilafah Islam. Bukankah kita terlalu sering menyaksikan penderitaan dan penyiksaan yang dialami oleh sebagian Muslim di negeri minoritas Islam saat ini?

Lihatlah bagaimana nasionalisme merusak pemikiran kaum Muslim! Pemimpin-pemimpin muslim yang memiliki kekuatan militer pun seprti ciut, kehilangan nyali tatkala hanya menjadi pemimpin yang buta, tuli dan bisu saat menyaksikan kaum muslim tertindas oleh penjajah kafir laknatullah.

Dan lihatlah tanpa adanya khilafah, nyawa kaum muslim tak ada harganya, kehormatan kaum Muslim tercabik-cabik, liberalisme merajalela, tak ada keadilan, tak ada pemimpin yang amanah untuk melindungi umat Islam.

Padahal di sisi Allah, hilangnya nyawa seorang muslim lebih lebih besar perkaranya dari pada hilangnya dunia.

Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Tirmidzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Maka hilangnya junnah (Khilafah) ummat islam kini bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya.Tak ada yang menolong, tak ada yang membela, dan tak ada perisai untuk melindungi umat Islam dari segala bentuk kejahatan.

Kini, saatnya umat Islam harus bangkit dan bergerak. Menuntut dan berjuang untuk menegakkan Khilafah. Karena hanya dengan Khilafah lah umat Islam akan benar-benar menjadi umat yang terbaik.

Hanya dengan Khilafah -lah negeri-negeri muslim akan disatukan, kehormatan Islam dan kaum muslimin akan didapatkan dan terjaga. Para penguasa zhalim yang tidak peduli dengan urusan umat dan penjajah kafir barat akan dilenyapkan. Insya Allah.[]
Wallahu a’lamu bish-shawab.[]

0 komentar:

 
Top