Nn, Padang -- Pentas Gelanggang Siliah Baganti (GSB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang semenjak Senin(1/4) hingga Kamis (4/4) selalu ramai. Para gadis –gadis cantik dan remaja tampan memenuhi arena GSB untuk mengikuti proses pemilihan Duta Wisata, uda dan Uni tahun 2013. Kamis (4/4) masuk tahapan pencarian bakat, maka 102 peserta menunjukkan kemampuan sesuai dengan kriteria penilaian yang tak terlepas dari budaya, adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak. Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang H. Ali Basar, SH, MM di ruang kerjanya.
Prosesi pemilihan Duta Wisata, uda dan uni tahun 2013, peserta akan dinilai dari dari seluruh aspek, mulai dari pengetahuan ABS-SBK, ilmu pengetahuaan publikasi tentang dunia wisata kota Padang, kemampuan menggunakan bahasa Inggris, keluwesan, berpidato dalam bahasa indonesia dan Inggris, disamping memiliki postur tubuh yang indah, cantik dan anggun. Sebab ketika pasangan uda dan uni terpilih menjadi duta Wisata tahun 2013, langsung menjadi salah satu ujung tombak pemasaran dunia Pariwisata Kota tercinta ini.
Cara berkomunikasi, keramahtamahan dan senyumnya harus dikagumi publik, ujar Ali Basar yang juga mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota padang itu.
Pengamatannya, pada hari kempat (kamis-red) prosesi dan tahapan pemilihan Duta Wisata, uda dan uni antusias dikuti peserta, tidak ada yang absen. Ini membuktikan, bahwa pentas pemilihan duta wisata ini banyak memberikan manfaat kepada para peserta, bukan sekedar melanggang lenggok di Chat wall saja. Malahan lebih mengutama pemahaman budaya dan adat minang, dan pengetahuan yang telah dimilikinya. Maka di Gelanggang Siliah Baganti ini di implementasikannya kepada publik yang dinilai para juri.
Sedangkan menurut peserta Putri Sonira dan Sri Apriliavi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas Padang, kota tercinta ini telah dianugrahkan beragam objek wisata yang indah, terkenal, namun promosinya yang terasa masih kurang.
Setelah masyarakat yang tinggal di areal objek wisata, sangat perlu diberi pengetahuaan tentang dunia wisata, sehingga mereka mempunyai etika yang baik terhadap pengunjung yang datang. Jadi, kata Putri Sonira, masyarakat memahami dan bisa pula berperan serta mempunyai jiwa dan sikap rasa memiliki yang tinggi terhadap objek wisata kita. Sejalan dengan itu, yang tak kalah penting adalah keamanan diobjek wisata, sebab setiap penikmat objek wisata pasti butuh suasana yang aman dan nyaman, sehingga tenag menghabiskan waktunya ditempat-tempat rekreasi itu. Rel/ Irwandi Rais
