Nn, Padang -- Sektor pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja atau 36,52 persen dari 112,8 juta penduduk Indonesia yang bekerja,Menyikapi itu, Kota Padang berupaya meningkatkan hasil pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Sehingga diperlukan data yang valid atau akurat.
Guna mendapatkan data yang akurat, dilakukan sensus pertanian terbaru dalam selang waktu 1 - 31 Mei 2013 di Kota Padang. Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah usai membuka pelatihan calon petugas sensus pertanian di Aula Asrama Haji Parapuk Tabing, Jumat (5/4). Hadir pada kesempatan itu, sebanyak 324 para petugas sensus pertanian yang dilatih 5-13 April.
"Kesuksesan mendatang sangat ditentukan validasi dan akurasi data. Perencanaan dan realisasinya tak akan berjalan dengan baik, bila data tak valid. Artinya, dana habis, hasil tak ada,"ujarnya. Dia meminta petugas sensus, untuk mengumpulkan data yang akurat, bukan asal jadinya saja.
Kepala BPS Padang, Rizal mengatakan petugas sensus pertanian (ST2013) mengenakan pakaian seragam rompi berwarna hijau dengan gambar logo BPS dan ST 2013 serta dilengkapi dengan surat tugas.
Data yang dikumpulkan identitas dan lokasi rumah tangga pertanian, jenis kelamin dan umur kepala rumah tangga pertanian/petani, jumlah anggota rumah tangga pertanian, tujuan utama usaha pertanian, luas lahan yang dikuasai dan digunakan menurut jenis lahan, jenis lahan menurut irigasi, jenis tanaman semusim, jenis tanaman tahunan.
Lalu, jumlah ternak yang dikuasi rumahtangga pertanian menurut jenis ternak, perikanan budidaya, perikanan tangkap, kehutanan dan kegiatan pertanian lainnya.
Dikatakan, tujuan pelaksanaan ST2013 untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini, lengkap dan akurat sebagai gambaran struktur pertanian di Indonesia dan Kota Padang khususnya. Setelah itu, mendapatkan kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei-survei pertanian, memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, komoditas pertanian serta distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas.
Data tersebut diperlukan untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun perencanaan pembangunan pertanian Indonesia.
Ditambahkannya, rumah tangga pertanian itu adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian, baik usaha milik sendiri, bersama, maupun milik pihak lain. rel/bustam