Redaksi | Etika Media Cyber
Kamis, 01 Desember 2011

Nn, Padang – Kuat dugaan, data penerima dana bantuan untuk guru daerah terpencil (Gurdacil) dan Guru Daerah Khusus (Gurdasus) Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dimanipulasi. Sebab, nama-nama  guru yang diajukan sebagai penerima Gurdasus, ternyata tidak bertugas sebagai guru disekolah tersebut. 

Sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidik, terhitung mulai Januari 2010, sebanyak 19 orang Guru dari Kabupaten Pandeglang  Provinsi Banten diberi bantuan kesejahteraan untuk Guru Daerah Khusus, sebesar Rp.1.350.000,-

Tetapi, hasil investigasi lapangan ditemukan kejanggalan, seperti nama-nama guru yang aktif di SDN Bulagor 01 terdaftar sebagai penerima bantuan bukan dari sekolah mereka, akantetapi didaftarkan melalui SDN Bulagor 02. 

Sebaliknya, para guru yang berada di SDN Bulagor 02, tidak satupun yang menerima bantuan, hanya kepala sekolah SDN Bulagor 02 berinisial M saja yang menerima. Kondisi demikian menimbulkan pertanyaan diantara para guru di SDN Bulagor 02.  “kenapa atasnama guru SDN Bulagor 02 sebagai penerima, malah guru sekolah lain yang  mendapatkannya”. Ucap beberapa orang guru yang enggan namanya dipublikasikan.

Namun, mereka memilih tidak ambil pusing dan tidak mau mempersoalkannya, karena mereka lebih mengutamakan tugas mengajar. Yang kami sayangkan, ketika persoalan ini terkuak, malah kami mendapat getahnya, karena selalu dikejar-kejar oleh rekan-rekan wartawan dan LSM, pungkasnya.

Sementara hasil temuan Encup dari LSM Mahatidana saat wawancarai mengaku, memang kuat dugaan adanya praktek KKN dalam pemilihan nama guru, sebagai penerima dana Gurdasus di SDN Bulagor 2. Hal ini dirasa tidak rasional dan masuk akal, masak hanya Kepala   yang mendapatkan, padahal dalam daftar yang diperoleh kurang lebih sembilan orang guru SDN Bulagor 02 yang berhak menerima, jelasnya.

Kepala SDN Bulagor 2 berisial M saat dikonfirmasi wartawan www.nusantaranews.net membenarkan, memang nama guru-guru tersebut tidak bertugas  di SDN Bulagor 2 yang dipimpinnya. Untuk lebih jelas, sebaiknya menanyakan langsung kepada, kepala sekolah yang lama yaitu inisial Haerul SP.d, karena beliau yang menjabat kepala sekolah waktu itu, ujarnya”. Padahal, berdasarkan keterangan dan pengakuan dari para guru yang berhasil direkam, ternyata M sudah lama bertugas di SDN Bulagor 02.  

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang  ketika dikonfirmasi belum menanggapinya, begitu juga H.M .Yusuf anggota  DPRD dari komisi 4  yang dikonfirmasi via ponsel, belum juga ada komentar.

Berikut daftar nama-nama penerima dana : dari Guru SDN Bulagor 01 berinisial MH, ES, S, Ak, SS ,HH dan CH. Sementara untuk SDN Bulagor 02, M, YN, J, E, ES, IS, YA yang diduga diantaranya memiliki NUPTK siluman. Penerima mengunakan rekening Bank BRI dan BJB masing masing data keseluruhan SDN kecamatan Pagelaran, berjumlah 14 orang sisanya 5 orang lagi berasal dari Kecamatan Jiput. Iyan.RL
Content 3
Content 4