Dartem
Kualitas udara terburuk di Indonesia jatuh ke propinsi Kalimantan Tengah. Budi Gunadi Sadikin selaku menteri kesehatan menyebutkan bahwa, propinsi Kalimantan Tengah adalah wilayah dengan urutan tertinggi yang terdampak asap karhutla. Kualitas udara sangat buruk, sehingga menteri kesehatan menghimbau agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Himbauan itu dilakukan agar dapat mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Metrotvnews.com (24 October 2026
Kemudian, beliau juga meminta agar anak balita, ibu hamil dan lanjut usia untuk menghindari aktivitas diluar ruangan.
Jika beraktifitas diluar ruangan di haruskan memakai masker. Berdasarkan laporan direktur rumah sakit yang diterimanya, pasien rumah sakit Kalimantan Tengah meningkat tiga kali lipat akibat asap karhutla, kata Budi.
Dampak karhutla terhadap kesehatan dan ekonomi menunjukkan bahwa buruknya tata kelola hutan dan lahan telah merugikan dan menyengsarakan rakyat. Negara telah zalim pada rakyat dengan lambatnya penanganan karhutla hingga terjadi dalam waktu panjang. Minimnya mitigasi menyebabkan karhutla terjadi secara luas.
Kasus karhutla adalah kasus tahunan yang terus berulang. Rakyat terus jadi korban asap karhutla yang hingga kini masih terus terjadi. Karhutla adalah masalah serius, tetapi negara terkesan abai dalam penanganannya.
Negara seolah lepas tangan dan tidak serius menangani karhutla. Buktinya, karhutla terus terjadi akibat lahan dan hutan yang sengaja dibakar, bukan karena kebakaran.
Adapun ketika hujan turun dan menghentikan karhutla, masalah tidak selesai sampai disitu. Karena semua berimbas pada kesehatan dan mandeknya ekonomi. Itulah sesungguhnya yang terjadi. Itu adalah dampak dari diterapkan sistem rusak kapitalisme.
Hutan dipandang sebagai barang komoditas yang bebas di kelola oleh segelintir elit. Para pengusaha tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk membuka lahan, cukup dengan membakar akan mengurangi biaya. Mereka merubah hutan menjadi kebun sawit yang menguntungkan. Akibatnya, lingkungan rusak, rakyat kena imbasnya. Begitupun dengan binatang yang hidup dihutan pun terusir, tempat tinggal hilang. Sementara negara hanya berperan sebagai regulator saja. Negara justru berpihak kepada korporasi. Sadisnya sistem kapitalisme memang telah dirasakan oleh rakyat hingga saat ini.
Inilah gambaran kehidupan dalam kendali sistem kapitalisme. Tidak ada keamanan, kenyamanan apalagi kesejahteraan bagi rakyat.
Harus ada perubahan sistemik.
Islam adalah ideologi, bukan sekedar agama ritual. Negara Islam adalah negara yang memiliki kekuasaan besar/ independen.
Dalam Islam, Khalifah adalah pemimpin seluruh rakyat dan bertanggungjawab atas urusan rakyat. Keselamatan, kesehatan adalah hak seluruh rakyat untuk mendapatkannya. Lingkungan yang sehat dan bersih juga menjadi kewajiban pemimpin untuk mengupayakannya. Jika lalai, maka negara telah melakukan kedzaliman terhadap rakyatnya.
Dalam Islam, hutan termasuk dalam harta kepemilikan umum yang tidak boleh dikelola oleh individu maupun swasta. Hutan harus dijaga dan dikelola untuk kemaslahatan umat, bukan untuk segelintir orang. Kalaupun ada pembukaan lahan, pasti akan diperhitungkan dengan matang agar tidak menimbulkan dampak kepada rakyat.
Keharmonisan lingkungan selalu dijaga supaya tidak terjadi kerusakan.
Kesehatan dan keamanan dijamin oleh negara dengan melakukan mitigasi bencana agar tidak terjadi karhutla. Cepat tanggap jika terjadi bencana atau kebakaran dengan mengerahkan kekuatan seperti aparat pemadam kebakaran beserta insfratruktur , dana dan juga militer. Dana diambil dari kas negara atau Baitul mal.
Dalam masalah kesehatan, negara memberikan pelayanan kesehatan gratis supaya setiap orang bisa mendapatkan pengobatan. Tidak di pusingkan dengan masalah administrasi yang rumit. Karena pelayanan kesehatan adalah hak setiap rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara.
Adapun dari sisi pencegahan terhadap berbagai pelanggaran, Islam punya sanksi tegas yang mampu memberi efek jera bagi pelaku kejahatan termasuk pelaku pelaku pembakaran hutan. Dengan diterapkannya sanksi Islam, maka kejahatan dan tindak kesewenang-wenangan bisa diminimalisir.
Disamping itu, sanksi Islam bisa menjadi penggugur dosa diakhirat.
Islam benar-benar sempurna dalam mengatur kehidupan.
Walhasil, hanya Islam solusi hakiki masalah karhutla. Agar bisa terwujud Islam rahmatan Lil alamin, maka harus ada sebuah institusi yang menerapkan syariat Islam secara kaffah yaitu KHILAFAH.
Yuk, Istiqomah memperjuangkan tegaknya Islam, agar kehidupan menjadi tenang dan berkah.
Wallahu a'lam bishawab
