Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sampah Menumpuk, Butuh Solusi Islam

Friday, October 23, 2026 | October 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T05:48:31Z





oleh : ummu fatih (pegiat opini)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka merespons laporan masyarakat dengan membersihkan tumpukan sampah di sekitar drainase pasar, tepatnya di depan penjual RB, seberang Hotel Sutan Raja, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyumbatan saluran air.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mengapresiasi partisipasi warga dalam melaporkan persoalan lingkungan.

Respons cepat tersebut patut diapresiasi. Namun, muncul pertanyaan mendasar, mengapa sampah masih menumpuk di sekitar drainase, dan apakah pembersihan sesaat cukup untuk menyelesaikan persoalan ini?
(sinole-ppid.kolakakab.go.id)
 Penanganan Sampah Tak Cukup dengan Aksi Bersih-Bersih

1. Penanganan masih bersifat reaktif

Pembersihan sampah setelah adanya laporan masyarakat menunjukkan respons pemerintah terhadap masalah yang sudah terjadi. Namun, penanganan seperti ini belum tentu menyentuh akar persoalan. Jika tidak disertai pencegahan, penyediaan sarana pembuangan, pengangkutan rutin, dan pengawasan, sampah berpotensi kembali menumpuk.

Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut sampah yang terlihat. Pemerintah perlu memastikan sistem pengelolaannya berjalan dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir.

2. Pengelolaan lingkungan membutuhkan tanggung jawab negara

Dalam sistem sekularisme-kapitalisme, kebijakan publik kerap berorientasi pada efisiensi anggaran dan penyelesaian masalah secara teknis. Padahal, lingkungan bersih merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak boleh bergantung pada kemampuan ekonomi individu ataupun sekadar kesadaran sukarela.

Negara tidak cukup bertindak ketika muncul aduan. Negara harus memastikan tersedianya fasilitas kebersihan, petugas, armada pengangkut, serta pengelolaan sampah yang terencana dan berkelanjutan.

3. Kesadaran masyarakat perlu dibangun secara mendasar

Perilaku membuang sampah sembarangan memang menjadi salah satu faktor penyebab masalah. Namun, menyalahkan masyarakat saja bukan solusi. Kebiasaan menjaga kebersihan harus dibangun melalui pendidikan, pembinaan, keteladanan, dan aturan yang diterapkan secara konsisten.

Dengan demikian, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak berhenti pada imbauan, tetapi menjadi kesadaran yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Solusi Islam 

Negara sebagai Pengurus Rakyat

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur kehidupan bermasyarakat dan tanggung jawab negara. Kebersihan lingkungan merupakan bagian dari penjagaan kemaslahatan umat.

1. Negara wajib menjamin pengelolaan sampah

Rasulullah saw. bersabda:

«الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa penguasa bertanggung jawab mengurus kebutuhan masyarakat. Dalam persoalan sampah, negara harus menyediakan sistem pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah yang memadai. Drainase dan fasilitas umum juga harus dirawat secara berkala, bukan hanya dibersihkan setelah muncul keluhan.

2. Kebersihan harus dijaga sebagai tanggung jawab bersama

Allah Swt. berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (QS. Al-A'raf: 56).

Ayat ini menjadi landasan agar manusia tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan. Masyarakat wajib membuang sampah pada tempatnya, menjaga saluran air, dan tidak mencemari fasilitas umum. Negara pun harus membangun kesadaran tersebut melalui pendidikan dan penerapan aturan yang tegas serta adil.

3. Pengelolaan lingkungan harus berorientasi pada kemaslahatan

Islam menempatkan pengurusan rakyat sebagai amanah, bukan sekadar pelayanan administratif. Karena itu, kebijakan pengelolaan sampah harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Perencanaan anggaran, penyediaan sarana, pengawasan, serta evaluasi harus dilakukan secara serius agar persoalan sampah tidak terus berulang.

Dengan pengelolaan yang terencana dan tanggung jawab yang jelas, kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi kebutuhan masyarakat yang dijamin pemenuhannya.

Pada akhirnya, membersihkan sampah di sekitar drainase pasar Kolaka merupakan langkah positif. Namun, solusi hakiki membutuhkan lebih dari sekadar respons cepat. Diperlukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kesadaran masyarakat, serta negara yang sungguh-sungguh menjalankan tanggung jawabnya. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan bukan pekerjaan seremonial, melainkan bagian dari amanah mengurus kehidupan umat.
×
Berita Terbaru Update