Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lima Puluh Kota kembali memicu bencana. Kali ini, tanah longsor menimpa satu unit rumah warga di Jorong Lubuak Jantan, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Minggu (4/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (3/10) malam. Material longsor dengan panjang sekitar 2,5 meter menerjang bagian rumah warga.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, satu unit rumah mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian materiil sekitar Rp1,5 juta.
Begitu menerima laporan, BPBD langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan di lokasi. Pembersihan material longsor dilakukan bersama Babinsa, pemerintah nagari dan masyarakat setempat.
Respons cepat tersebut membuat material longsor yang menimpa rumah warga berhasil dibersihkan. Meski demikian, BPBD masih melakukan pemantauan dan koordinasi di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan cuaca, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, memperhatikan informasi cuaca dan tanda-tanda bahaya, serta menghindari kawasan yang diketahui rawan bencana,” pesan Zaimar.
Ia menekankan, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama ketika kondisi cuaca mulai menunjukkan potensi membahayakan.
“Jika melihat tanda-tanda seperti pergerakan tanah, retakan pada lereng atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Zaimar juga mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Keterlibatan masyarakat, pemerintah nagari, TNI, Polri dan unsur terkait sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan informasi awal dan melakukan langkah penyelamatan secara cepat.
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, BPBD Lima Puluh Kota terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lereng, tebing, aliran sungai maupun kawasan yang memiliki riwayat bencana. (R.Sitepu)
