Oleh: Rasyidah (Pegiat Literasi)
Gaza masih menjerit tak ada satupun pemimpin negeri Islam yang mengulurkan tangan. Seolah semua bungkam tak peduli dengan nyawa saudara seiman. Padahal umat diseluruh dunia telah mengetahui semua peristiwa yang terjadi di Gaza. Berbagai serangan yang dilakukan oleh entitas Israel dalam pencaplokan wilayah di Gaza.
Dilansir Republika.co.id, 23/7/2026) Militer Israel terus memperluas kendalinya di Jalur Gaza hingga ratusan meter melampaui apa yang disebut sebagai "Garis Kuning". Ini meningkatkan wilayah di bawah kendalinya menjadi sekitar 65 persen dari total wilayah Jalur Gaza.
Hal ini terungkap dalam sebuah investigasi yang diterbitkan pada Rabu oleh harian Israel, Haaretz, berdasarkan citra satelit terkini. Menurut investigasi tersebut, perluasan ini sebagian besar berupa tanggul tanah dan sistem parit yang membentang sejauh beberapa kilometer ke dalam wilayah Jalur Gaza. Warga Palestina semakin terdesak ke jalur sempit di pesisir.
Tembok dibangun setelah Israel dilaporkan terus mencaplok sebagian Gaza dengan memundurkan penanda garis kuning sejak akhir 2025. Pada pertengahan 2026, sejumlah menteri garis keras Israel mengungkap rencana pembangunan permukiman ilegal di Gaza utara. (kompas.id, 21/7/2026)
Penghancuran besar-besaran di Gaza serta berbagai kebijakan yang membatasi ruang hidup rakyat Palestina merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kontrol Israel atas wilayah yang diklaim sebagai tanah bersejarah bangsa Yahudi. Inilah bentuk nyata kejahatan kemanusiaan Israel terhadap Palestina. Zionis Yahudi menduduki paksa tanah rakyat Palestina sekaligus melakukan genosida.
Pembangunan tembok membelah Gaza menegaskan ambisi entitas Zionis Israel untuk menguasai seluruh wilayah Gaza hingga tak bersisa. Israel jelas tak akan pernah memberikan kemerdekaan pada rakyat Palestina sekalipun dunia menentang.
Proyek penipu seperti BoP dan New Gaza dibuat hanya dijadikan propaganda bagi negara sekutu AS-Israel dan sama sekali tidak berpihak pada kemerdekaan Palestina. Berharap kemerdekaan dan pengakuan negara Palestina dari Israel adalah kebodohan.
Sungguh sangat biadab juga keji. Dengan culasnya, mereka berani membangun benteng dengan melakukan pengusiran terhadap pemilik (penduduk) asli tanah. Tentu kebengisan dari ambisi entitas israel lakantullah harus dilawan. Tidak boleh ada setitikpun wilayah yang diberikan kepada penjahat culas nan biadab ini.
Sebagai seorang mukmin sejati, tentu kita tidak boleh diam terhadap perbuatan dan kejahatan Zionis Israel Laknatullah. Darah dan tanah yang telah terampas, tentu tak layak untuk dimiliki oleh penjahat juga penjajah walaupun hanya setitik. Karenanya, bangkitlah wahai kaum muslim, bersatulah dan lawan kebiadaban keji ini
Kejahatan yang semakin membabi buta dan merajalela tidak henti-hentinya tak akan pernah berhenti hanya dengan kecaman. Semakin lama kejahatan ini berlangsung maka semakin berdampak ke semua Negara. Kehadiran tentara Islam di Tengah-tengah kejahatan yang tak habis-habisnya di bawah komando Khilafah sangat dinantikan. Ibarat cahaya di tengah kegelapan. Semua umat dan penguasa Negeri muslim harus bangkit dan bersatu untuk mengembalikan Khilafah sebagai perisai umat untuk membebaskan Palestina dalam cengkraman Israel.
Tragedi dan penderitaan panjang rakyat Palestina yang tidak kunjung selesai ini pada hakikatnya berakar pada masalah sistemis, yaitu pengkhianatan politik para penguasa muslim serta ketiadaan persatuan umat Islam yang riil.
Semoga dengan kesadaran Iman dan Aqidah Islam, menjadikan kita semua tergerak untuk bersuara melawan proyek Israel Raya. Terutama para penguasa negeri-negeri muslim harus bersatu, untuk mengusir pendudukan juga perampasan tanah oleh Israel. Selanjutnya, membangun kehidupan Islam dan menerapkan aturan-Nya ditengah kehidupan, agar terjaga jiwa dan tanah-tanah kaum muslim.
Negara yang menerapkan Islam ke seluruh kehidupan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di Gaza secara tuntas. Tidak hanya diterapkan dalam satu negara saja, tetapi seluruh negara yang menerapkannya. Negara merupakan pengontrol yang terbaik untuk urusan umatnya, termasuk menyelesaikan permasalahan di Gaza selama bertahun-tahun ketika Islam sudah diterima oleh umat.
Adanya negara Islam, maka akan menerapkan jihad dan syariat Islam untuk melumpuhkan zionis Israel. Dengan menghadirkan tentara Islam, maka terhapuslah kaum zionis Israel. Hanya dengan melakukan tindakan secara tegas yang mampu melumpuhkan mereka. Karena mereka sudah melakukan tindakan penjajahan terhadap Gaza selama bertahun-tahun. Saudara seiman disana telah kehilangan banyak nyawa.
Melalui kepemimpinan yang mandiri dan berwibawa tersebut, perlindungan terhadap darah dan kehormatan kaum muslim menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa dinegosiasikan. Pemimpin umat yang bertindak sebagai pengurus dan pelindung (raa’in) memiliki legalitas syar’i untuk memobilisasi angkatan bersenjata dari berbagai negeri muslim guna menghentikan genosida secara total.
