(Aktivis Dakwah
Kemerdekaan bagi rakyat Gaza hanyalah angan-angan belaka. Badan yang dibentuk yang bertujuan menjadi papan perdamaian (Boar of Peace) untuk rakyat Gaza nyatanya mandul dalam perannya. Hal ini tentu menunjukkan bahwasanya Boar of Peace hanyalah kedok bagi bangsa barat untuk menguasai wilayah Gaza.
Rekonstruksi yang dicanangkan yakni News Gaza, sebenarnya hanyalah untuk merelokasi warga Gaza, sehingga warga Gaza mau meninggalkan rumah hunian mereka dan pindah ke tempat-tempat yang diarahkan oleh penjajah. Untuk menguasai wilayah Gaza, Amerika sengaja membentuk BoP untuk mengelabuhi dunia dan mengajak negeri-negeri muslim bergabung dalam organisasi tersebut dengan dalih ingin memerdekakan Gaza dan membangun Gaza menjadi Gaza yang baru, padahal nyatanya organisasi itu memiliki maksud terselubung yakni ingin menguasai wilayah Palestina. Hingga kini Gaza masih dirundung nestapa, Gaza belum merdeka. Rakyat Gaza dan Anak-anak Gaza masih terus menyaksikan lemparan bom yang siap meledak di depan mata.
Wakil koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Rezim Alakbarov, menyampaikan peringatan soal potensi ledakan konflik menyusul aksi brutal tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat Palestina.
Serangan-serangan itu terang-terangan dilakukan di wilayah yang diakui komunitas internasional sebagai wilayah Palestina. Dalam pidatonya pada Selasa, waktu setempat di hadapan Dewan keamanan (DK PBB) Alakbarov menyatakan bahwa hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat sepanjang tahun 2026, termasuk 18 anak di bawah umur. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026 saja, 3.800 warga Palestina yang hampir separuhnya adalah anak-anak telah kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan oleh pemukim, pembongkaran bangunan, dan penggusuran.
Antara Januari 2024 dan Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat termasuk Yerusalem, lebih dari satu anak setiap minggunya. Lebih dari 1.500 anak-anak mengalami, dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam. Selain itu, terungkap bahwa 355 anak Palestina di Tepi Barat, sedang ditahan dalam tahanan militer Israel (REPUBLIKA 12 Agustus 2026).
Kejahatan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina terbukti sangat biadab dan menjijikan. Hal ini menimbulkan trauma, penderitaan dan kerusakan nyata bagi anak-anak Palestina.
Zionis sengaja meningkatkan teror, ribuan serangan, pengusiran, perampasan dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza.
Warga Palestina dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di berbagai wilayah Tepi Barat sebelum para pemukim mengambil alih lahan yang telah dikosongkan tersebut. Adapula kisah seorang nenek di Tepi Barat Palestina yang merasa takut untuk keluar rumah setelah sebuah granat dilemparkan ke dapur rumahnya saat cucu-cucunya berada di dalam. Ruang mendasar bagi masa kanak-kanak, ruang kelas, jalanan dan lingkungan masyarakat kian menjadi tempat yang tidak lagi aman, mereka terancam oleh kebrutalan zionis Yahudi yang membabi buta.
Kejahatan Zionis pada anak-anak Palestina harus dilawan, sayangnya dunia dan para penguasa di negeri muslim justru bungkam dan tak berani memerangi Zionis Israel. Dewan Keamanan PBB sebagai dewan yang berwenang menjaga keamanan dunia, nyatanya mandul dalam perannya. Ini sungguh adalah diskriminasi bagi rakyat Palestina, dan bukti mandulnya organisasi tersebut.
Dewan Keamanan PBB seharusnya melindungi anak-anak, mengakhiri pengungsian paksa keluarga- keluarga Palestina, melindungi akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta menjamin keamanan mereka. Mereka memiliki hak untuk hidup, belajar, dilindungi dan membayangkan masa depan yang bebas dari kekerasan dan ketakutan.
Dalam pandangan Islam, pembiaran kejahatan adalah tindakan yang haram. Islam mengharamkan pembiaran kejahatan pada anak-anak dan kemanusiaan secara total. Nyawa manusia adalah hal yang sangat berharga. Dalam Islam menghilangkan nyawa manusia tanpa alasan yang dibenarkan dalam Islam, sama dengan membunuh manusia semuanya. Sebaliknya menyelamatkan satu nyawa sama dengan. Menyelamatkan nyawa manusia secara keseluruhan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 32 yang artinya; "Barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia semuanya. Sebaliknya, barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya".
Ukhuwah islam, dan persatuan negeri-negeri muslim dalam penegakkan Khilafah sangat penting diwujudkan untuk melawan kejahatan Zionis Israel. Jika umat muslim di seluruh dunia bersatu, maka akan menjadi kekuatan yang besar yang tidak mampu dikalahkan oleh para penjajah termasuk zionis Israel.
Serua jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus -menerus digaungkan oleh partai politik ideologis hingga pembebasan Palestina terwujud nyata. Opini mengenai Palestina belum merdeka harus terus digaungkan sehingga berita Palestina tidak terkubur dan terus menyebar dalam masyarakat. Umat harus mendukung kemerdekaan Palestina. Kemerdekaan Palestina hanya akan tercapai ketika kaum muslim bersatu dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyyah, hanya dengan itulah palestina mendapatkan kemerdekaan hakiki.
Allahu a'lam bishawwab.
