Nusantaranews.net, Bukittinggi — Suara mesin jahit terdengar bersahut-sahutan di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Sejumlah peserta tampak tekun mengukur kain, membuat pola, hingga mengoperasikan mesin jahit dalam program Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa yang digelar oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.
Program pelatihan berbasis Klaster Kompetensi Garmen Apparel ini merupakan wujud nyata realisasi Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, SE, di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Barat untuk Tahun Anggaran 2026.
Kepala BLK Payakumbuh, H. Satri Edi, S.Sos, yang hadir meninjau langsung jalannya pelatihan mewakili Kepala Disnakertrans Sumbar Firdaus Firman, S.IP., M.E, menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas pelatihan tersebut.
"Pelatihan ini mengedepankan praktik langsung di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh peserta yang dibina melalui program aspirasi Pak Asril ini benar-benar menguasai teknik dari dasar hingga mampu menghasilkan pakaian wanita yang rapi dan bernilai jual tinggi," ujar Satri Edi di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan bahwa selama durasi 220 Jam Pelajaran (JP), para peserta dibekali serangkaian materi serta praktik intensif yang diajarkan langsung oleh instruktur berpengalaman dari BLK Payakumbuh.
"Tahapan pelatihan kita mulai dari pengoperasian dan pemeliharaan mesin jahit high-speed industri maupun mesin obras, lengkap dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setelah itu, peserta kita ajarkan teknik mengambil ukuran tubuh secara presisi, pembuatan pola dasar, hingga modifikasi desain seperti gamis, blus, dan gaun," jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada tahap pembuatan pola, peserta juga langsung mempraktikkan teknik pemotongan bahan (cutting) yang efisien, proses menjahit (sewing) antar-bagian busana, hingga tahap penyelesaian akhir (finishing) dan kontrol kualitas (quality control) agar hasil karya mereka sesuai standar industri.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota DPRD Sumbar, Asril, SE, menyampaikan harapannya agar program aspirasi ini dapat menjadi pemicu kemandirian ekonomi warga setempat.
"Saya berharap para peserta tidak berhenti hanya sampai di tingkat latihan. Keterampilan yang diperoleh selama 220 JP ini harus dimanfaatkan untuk membuka jasa jahit mandiri di rumah atau membentuk kelompok usaha konveksi bersama di Bukittinggi," kata Asril.
Di akhir masa pelatihan nanti, seluruh peserta yang dinyatakan lulus evaluasi dan memenuhi standar kompetensi akan menerima sertifikat resmi dari BLK Payakumbuh sebagai bekal pembuktian keahlian untuk membuka usaha mandiri maupun bersaing di dunia kerja. (Rstp)
