Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharam, Hijrah Totalitas Menuju Sistem Islam

Wednesday, July 01, 2026 | Wednesday, July 01, 2026 WIB


Oleh Arini Faiza

Pegiat Literasi 


Memasuki tahun baru Islam 1448 Hijriah, umat masih dihadapkan pada  berbagai persoalan, hal ini menunjukkan bahwa kondisi mereka masih jauh dari predikat khairu ummah (umat terbaik). Di Indonesia, masyarakat tak henti didera persoalan yang datang silih berganti sepanjang tahun. Mulai dari kemiskinan struktural, judol, pinjol, bullying di dunia pendidikan, eksploitasi anak, kekerasan seksual, korupsi, dan lain sebagainya.


Di dunia internasional, genosida Palestina terus berlangsung, mereka mengalami kehancuran infrastruktur, hidup di pengungsian, kelaparan, dan setiap saat harus bertaruh nyawa menghadapi kebiadaban Zionis. Sementara pemimpin negeri-negeri muslim tak bergeming, hanya mampu mengecam dan mengirimkan bantuan ala kadarnya yang bahkan tidak sampai kepada warga Gaza karena blokade yang terus dilakukan oleh entitas Yahudi. 


Fakta ini menunjukkan bahwa pergantian tahun Hijriah belum diiringi dengan perubahan mendasar yang mampu merubah kondisi umat menuju kemuliaan dan memimpin peradaban sebagaimana yang dicita-citakan Islam. Berbagai persoalan yang menimpa rakyat negeri ini sejatinya berakar pada satu sumber yang sama yakni penerapan sistem sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Manusia tidak lagi memiliki rasa takut berbuat dosa sebab standar perbuatan tidak berlandaskan halal-haram, melainkan pada baik buruk sesuai akal manusia yang terbatas.


Di sisi lain, sekulerisme-kapitalisme juga melahirkan sistem pendidikan yang hanya berorientasi untuk mencetak tenaga kerja bukan membentuk pribadi yang takut kepada Allah Ta'ala. Alhasil, kemaksiatan begitu mudah terjadi karena hilangnya kasih sayang dan pengawasan yang berlandaskan iman. Anak-anak yang seharusnya dilindungi, hanya dipandang sebagai komoditas yang mudah dieksploitasi di tengah masyarakat  individualis ala kapitalisme. 


Tidak hanya itu, kemiskinan struktural pun tercipta karena sistem ekonomi kapitalisme membiarkan kekayaan terkumpul pada segelintir orang kaya melalui riba dan penguasaan sumber daya alam. Sementara mayoritas masyarakat harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan mereka di tengah kehidupan yang sulit dan minim lapangan kerja. Sistem hukum yang ada pun kerap tumpul ke atas dan tajam ke bawah sehingga tidak mampu memberikan keadilan.


Selama sistem sekularisme diberlakukan oleh negeri-negeri muslim, maka persoalan yang datang silih berganti tidak akan pernah terselesaikan secara tuntas. Sebab, dengan adanya sekat-sekat nasionalisme yang sengaja ditancapkan oleh Barat, membuat negara memiliki batas wilayah dan kepentingan mereka sendiri. Salah satu contohnya pemimpin Islam yang lebih mengutamakan hubungan baik dengan kekuatan besar seperti AS dari pada menolong saudara seiman di Palestina.


Sejak runtuhnya institusi Islam pada 1924, tidak ada satu komando pun yang mampu menyatukan kekuatan militer dan ekonomi umat sekaligus menghentikan penjajahan atas negeri-negeri muslim. Oleh karena itu, bulan Muharam ini seharusnya menjadi momen tepat untuk merenung bahwa semua kesulitan ini tidak semestinya sekedar diterima sebagai nasib, melainkan karena menjauh dari aturan Allah. Maka jalan keluar dari berbagai persoalan saat ini hanya kembali kepada syariat-Nya secara utuh. Inilah makna hijrah yang sesungguhnya, yakni berpindah dari sistem kufur sekularisme-kapitalisme menuju paradigma Islam yang diterapkan secara menyeluruh dalam sebuah institusi negara. 


Pentingnya kepemimpinan yang menyatukan umat ini ditegaskan oleh Rasulullah saw. dalam sabda beliau,

Siapa saja yang mati sementara di pundaknya tidak ada baiat (kepada seorang pemimpin/khalifah), maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.(HR. Muslim)


Hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan Islam yang menyatukan umat adalah kewajiban agung yang seharusnya diperjuangkan hingga hadir di tengah mereka. Tentu saja perubahan besar ini tidak akan datang dalam satu malam. Bahkan Rasulullah saw. membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir, bukan jalan pintas. Sebelum hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam, belasan tahun beliau membina para sahabat dalam kelompok yang diberi nama Hizb ar Rasul  agar memiliki pemahaman dan keyakinan yang kuat tentang Islam. 


Perjuangan itu mengajarkan bahwa untuk merubah sistem tentu diperlukan metode, kesabaran, dan kerjasama yang terorganisir. Atas dasar inilah setiap muslim semestinya tidak berjuang sendiri-sendiri, melainkan bergabung dengan jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah saw. untuk bersama-sama mengupayakan tegaknya kembali kepemimpinan Islam.


Sebab hanya dengan tegaknya institusi ini, aturan Islam dapat diterapkan secara total di seluruh negeri muslim dan akan mampu menyatukan kekuatan militer maupun ekonomi untuk membela saudara-saudara seiman yang tertindas di belahan dunia manapun. Dengan demikian pergantian tahun Hijriah benar-benar bermakna, sekaligus menjadi titik balik perjuangan umat sehingga pantas menyandang predikat khairu ummah. 

Wallahu alam bissawab.  



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update