Oleh
Nayla Shofy Arina (Pegiat Literasi)
Sampai detik ini Palestina masih dikepung duka, masa kecil yang indah sangat jauh dari kehidupan mereka. Luka yang terukir dalam jiwa sudah sekian lama terpendam. Trauma, ketakutan, kehilangan tumbuh bersama mereka. Dibalik tatapan kosong tersimpan harapan sederhana, hidup dalam kedamaian, tanpa rasa takut seperti anak-anak di belahan dunia lainnya.
Salah satu komisi pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa otoritas dan pasukan keamanan Israel terus melakukan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang terhadap warga Palestina serta dengan secara sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza.
Dalam laporan terbarunya, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel, menyatakan bahwa skala serta sifat sistematis operasi militer Israel telah mengakibatkan kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan anak-anak Palestina (newsrepublika.co.id, 24/6/2026).
Berita tersebut membuktikan bahwasannya anak-anak di Palestina sudah menjadi target oleh pasukan zionis Israel demi melancarkan genosida. Bahkan setelah pengumuman gencatan senjata pasukan zionis Israel melanggar kesepakatan dan terus melancarkan aksinya. Anak-anak Palestina mengalami penderitaan fisik dan psikis yang amat parah, kehilangan keluarga, tempat tinggal, kelaparan ekstrim, serta layanan Kesehatan dan Pendidikan yang sangat terbatas, karena mengalami kerusakan yang sangat parah akibat serangan zionis Israel.
Tangisan dan teriakan mereka pun tak mampu menggerakkan hati penguasa muslim, seolah tak berdaya untuk menghentikan kekejaman ini. Beragam sikap dan tindakan yang dilakukan, namun hasilnya tetap nihil. Sebagian negara hanya memberikan bantuan kemanusiaan, mengajukan gugatan hukum internasional, hingga dukungan diplomatik bahkan sebagian lagi memilih untuk bungkam menyaksikan penindasan yang terus terjadi di Palestina demi menjaga kepentingan nasional negaranya.
Anak-anak Palestina bertahan hidup dengan bantuan seadanya bahkan nyaris tak mendapatkan akibat blokade dan perbatasan yang dijaga ketat oleh zionis Israel. Berbagai badan PBB seperti UNICEF, WFP, dan OCHA telah melaporkan bahwa akses berupa makanan, air bersih, obat-obatan serta layanan Kesehatan sangat terbatas. Kondisi inilah yang membuat anak-anak mengalami kelaparan, menderita penyakit hingga malnutrisi.
*Genosida Anak Palestina*
Apa yang tengah dialami anak-anak Palestina hari ini tidak bisa dipandang hanya sebagai tragedi krisis kemanusiaan, ini adalah masalah darurat dan harus diselesaikan dengan solusi yang menyentuh akar persoalan. Sikap dari para penguasa muslim menjadikan hukum internasional sebagai sandaran bukanlah solusi karena sejatinya merekalah dalang utama genosida yang terjadi di Palestina. Padahal mengandalkan negara penjajah untuk menyelesaikan urusan umat muslim merupakan kesalahan besar yang hanya akan melanggengkan penjajahan diatas tanah umat muslim.
Persoalan yang terjadi di Palestina merupakan persoalan seluruh umat muslim di dunia. Umat muslim bersatu laksana satu tubuh. Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi, bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (ikut merasakannya).” (HR.Bukhari dan Muslim). Lantas apa yang menyebabkan umat Islam tidak mampu untuk menyelamatkan saudara di Palestina sekarang?
*Pandangan Islam*
Umat Islam tidak mampu menyelamatkan Palestina dikarenakan umat muslim tengah tersekat dan tercerai berai. Mereka kehilangan perisai yang seharusnya menjadi pelindung umat muslim seluruh dunia. Perisai itu adalah Khilafah sebagai institusi politis pelindung dan pemersatu umat. Rasulullah saw bersabda, ‘’Sesungguhnya imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaq alaih)
Ketiadaan Khilafah telah membiarkan musuh-musuh Islam secara bebas menguasai tanah kaum muslim, mereka mengadu domba, memonsterisasi ajaran Islam demi menjaga eksistensi ideologi mereka.
Keberadaan Khilafah menjamin terlindunginya darah dan jiwa umat muslim, menyatukan negeri-negeri muslim serta seluruh potensi umat muslim untuk berjihad fisabilillah menghadapi zionis dan sekutunya untuk membebaskan Palestina. Tidak bersikap lemah dihadapan mereka apalagi sampai menggantungkan harapan berupa solusi atas urusan umat muslim.
Jihad menjadi langkah strategis yang wajib dilakukan untuk menghentikan penjajahan zionis dan sekutunya, merebut kembali tanah suci dari cengkeraman penjajah. Karena Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum muslim sampai hari kiamat.
Maka tidak ada solusi lain selain berjuang menegakkan kembali Khilafah Islamiyah untuk menyelamatkan saudara muslim dan anak-anak yang membutuhkan pertolongan karena mereka adalah generasi selanjutnya yang akan menjaga tanah kaum muslim. Wallahu a’lam Bishawaab

No comments:
Post a Comment