Oleh
Renia Ningsih Razak (Pegiat Literasi)
Kita ketahui bahwa Palestina masih terus dibombardir sampai saat ini. Perlakuan Zionis Israel terhadap penduduk Gaza sungguh sangat tidak manusiawi, mereka sungguh sangat keji. Ternyata solusi Nation State (dua negara) yang diusulkan pun tidak berfungsi dengan baik, dikarenakan Zionis Israel yang tidak punya empati, memiliki hati yang keras untuk menguasai tanah bumi Gaza-Palestina.
Dilansir dari jakarta,CNNIndonesia (20/6/2026), UNICEF melaporkan bahwa sedikitnya rata-rata satu anak Palestina dibunuh pasukan Israel setiap hari di Gaza selama lebih dari delapan bulan terakhir, stepatnya ejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.
Terjadi krisis pendidikan karena jutaan anak Palestina kehilangan akses pendidikan formal. Penghancuran sekolah oleh Zionis Israel telah merenggut hak belajar ratusan ribu siswa Palestina.
Tentunya aksi bombardir Zionis Israel ini membuat trauma psikologis mendalam jutaan anak Palestina, sehingga membutuhkan dukungan kesehatan mental yang komprehensif untuk memulihkan kondisi psikososial mereka.
*Akar Masalah*
Sungguh sangat biadab Zionis Israel, karena tidak ada empati dan rasa belas kasih terhadap penduduk Gaza Palestina, mereka terus memborbardir dan menghancurkan seluruh fasilitas di Gaza. Kita tahu, bahwa Zionis israel semata-mata ingin merampas dan merebut tanah bumi Palestina yang subur dan makmur. Zionis Israel hanyalah orang-orang yang berdatangan ke Palestina untuk tinggal disana, mereka pun diizinkan oleh rakyat Palestina. Tapi, akibat keserakahan, mereka tega memerangi seluruh umat muslim penduduk asli di Gaza hingga saat ini.
Zionis Israel pun dibantu oleh negara adidaya yang merasa berkuasa atas bumi Allah ini. Bahkan sekarang mereka juga menargetkan anak-anak untuk dibunuh, dibantai dengan penuh kebiadaban, sudah begitu banyak korban anak-anak yang berjatuhan diakibatkan perbuatan zionis laknatullah tersebut.
Tidak heran tindakan Zionis Israel termasuk genosida bukan peperangan. Yang mana berdasarkan Konvensi Genosida 1948, ini ternasuk pembunuhan massal, pengusiran paksa dan penciptaan kondisi yang sengaja dirancang untuk menghancurkan penduduk sipil Palestina.
*Pandangan Islam*
Di dalam islam, merampas milik orang lain tanpa izin itu adalah termasuk perbuatan dzalim. Karena, ketika kita mengambil sesuatu yang bukan milik atau hak kita, itu sama saja termasuk perbuatan mencuri. Kita dibolehkan untuk mempertahankan harta milik kita selama harta itu adalah hak milik kita, hasil kerja keras, bukan milik orang lain. Yang terjadi di Gaza sungguh sangat menyakitkan bagi kita semua.
Tanah bumi Palestina yang sudah dijaga puluhan tahun oleh kaum muslim, kini mau diambil alih dengan seenaknya oleh Zionis Israel. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk membebaskan Palestina dari zionis laknatullah tersebut, tentunya adanya peran negara yang turut serta untuk membantu dengan mengerahkan seluruh pasukan militer yang ada. Hal tersebut akan terwujud dengan bersatunya umat muslim di seluruh dunia dibawah bendera khilafah.
Kita semua sebagai umat manusia, khususnya kaum muslim di seluruh dunia haruslah bersatu untuk melawan ketidakadilan, kekerasan, perampasan, dan kesewenang-wenangan dan tentunya tidak menaati orang-orang yang memiliki kuasa dan jauh dari sistem atau aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Karena itu penting dan mendesak, haruslah kita segera menerapkan sistem Islam yaitu aturan yang sudah Allah tetapkan untuk kita semua.Semoga Khilafah segera tegak dan kaum muslim kembali memimpin peradaban dunia. Aamiin. Wallahu’alam bishowab.

No comments:
Post a Comment