Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Palestina: Implikasi Gagalnya Sistem Kufur

Wednesday, July 08, 2026 | Wednesday, July 08, 2026 WIB


Oleh Mujahidah Fisabilillah

Aktivis Muslimah

 

Nusantaranews.net, Dilansir dari tempo.com 24 Juni 2026, 19.40 WIB. Komisi penyelidikan internasional Independen PBB menemukan bahwa militer Israel dengan secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina di jalur Gaza. Bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh dan terluka parah, dengan Israel yang tetep mengabaikan gencatan senjata serta perlindungan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak Palestina berdasarkan hukum internasional, anak-anak telah mengalami pendiritaan fisik, dan psikologis yang parah termasuk trauma, menjadi yatim piatu, pengungsian berulang kali, kelaparan, serta runtuhnya layanan kesehatan dan pendidikan.

 

Masa anak-anak adalah masa yang menyenangkan, karena merupakan masa yang begitu indah, masa yang belum dikenakan beban hukum, dalam arti bebas dikenai hukum, baik hukum agama maupun hukum sosial, masa tertawa bersama-sama dengan teman-temannya, masa bermain ayunan, prosotan, jungkat jungkit dan mainan yang lainnya. Tetapi itu semua hanyalah mimpi dan tidak terjadi di bumi Palestina, anak-anak dibombardir, hak mereka masa kanak-kanak telah dirampas, bahkan nyawapun tidak pernah merasa aman, apakah hari ini, besok, atau masa depan, masih bisa merasakan segarnya udara pagi, indahnya sinar matahari pagi.

 

Semua peristiwa yang terjadi di bumi Palestina, tidak lain dikarenakan akar dari sebab semua permasalahan, pembantaian, genosida adalah buah diterapkannya sistem kufur yaitu sistem kapitalis sekularis, adalah sistem pemisahan agama dalam kehidupan, juga keserakahan Zionis Israel yang tidak pernah rida Islam ada di muka bumi, khususnya di tanah suci Al-Quds. Sebagimana dalam surat Al Baqarah ayat 120

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰىۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ۝١٢٠

 

Artinya: Orang -orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rida, kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah "Sesungguhnya petunjuk Allah itu petunjuk yang sebenarnya.” Sungguh jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu kebenaran sampai kepadamu, tidak ada bagian pelindung dan penolong dari Allah.”

 

Makna tidak akan rida, Allah mengabarkan kepada Nabi Muhammad bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan merasa puas kepadamu selamanya, kecuali jika engkau meninggalkan Islam dan mengikuti agama mereka, sebab mereka adalah penyeru agama yang mereka anggap benar dan menganggap Islam tidak benar.

 

Hanya dengan sistem Islam kaffah semua yang terjadi di belahan dunia pada umumnya, juga pada khususnya di bumi Palestina akan segera teratasi, tanpa menimbulkan permasalahan baru kembali terjadi, artinya Islam mampu menjawab semua masalah, terutama Genosida di Gaza, karena sistem Islam datang dari Allah azza wajala Tuhan pencipta seluruh alam, Sang Khalik yang maha tahu dari segala sesuatu.

 

Sejarah membuktikan ketika Palestina ada di tangan kekuasaan Islam pada masa Sholahuddin Al Ayyubi kedamaian, kebahagian, tidak hanya orang Islam dan anak-anak Islam yang bisa merasakan kebahagiaan tersebut, bahkan orang-orang nonmuslim pun bisa hidup berdampingan dengan damai di bawah naungan Islam Kaffah, rahmatan Lil 'alamiin.

 

Wallahalam bissawab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update