Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bi*dab, Zion*s Sengaja Menargetkan Anak-Anak di Gaza

Monday, July 13, 2026 | Monday, July 13, 2026 WIB



Zahrah (Aktivis Dakwah)

Anak-anak di Gaza yang seharusnya merasakan kebahagian, bermain, dan belajar justru menjadi sasaran kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Israel. Masa anak-anak yang dilewati di Gaza penuh dengan luka dan trauma yang entah sampai kapan selesai. Setelah lebih 1000 hari genosida Gaza berlangsung. Ribuan anak tewas dan dan tak sedikit yang mengalami luka dan juga trauma. 

Dilansir dari BBC Indonesia (24/06/2026) berdasarkan laporan Komisi Penyelidik PBB bahwa Zionis secara sengaja menargetkan anak-anak di Gaza yang menyebabkan kematian serta penderitaan baik fisik maupun mental yang berat bagi ratusan ribu anak . Palestina. Data UNICEF menujukkan, sejak Oktober 2023 sebanyak 20.000 anak terbunuh dan 41.000 anak terluka akibat serangan pasukan Zionis. Berdasrkan Data dari Kementerian Kesehatan Gaza sebanyak 72.000 warga sipil tewas dan lebih dari 172.000 terluka akibat serangan pasukan Zionis. 

Sungguh sangat menyedihkan membayangkan kondisi anak-anak Gaza yang hidup dalam bayang-bayang Genosida. Pada saat anak-anak di belahan bumi lain merasakan kebahagian bisa belajar dan bermain dengan nyaman, punya rumah dan berkumpul bersama keluarga sementara anak-anak Gaza tidak merasakannya. Mereka kehilangan semuanya, keluarga yang mereka cintai, rumah yang nyaman , sekolah tempat belajar dan tempat bermain yang menyenangkan. Yang tersisa hanyalah puing dan kenangan yang menyesakkan dada yang akan terasa hingga mereka dewasa nanti. 

Hari demi hari telah berlalu dan kini genap seribu hari sejak serangan pertama pada oktober 2023 lalu. Dan butuh berapa lama lagi penderitaan rakyat Palestina akan berakhir

Penderitaan warga Palestina termasuk anak-anak Gaza tidak akan selesai hanya dengan bantuan kemanusiaan saja. Karena sumber utama tragedi di Gaza adalah keberadaan entitas Zionis di tanah Palestina. Sebab sampai hari ini bantuan kemanusiaan tidak pernah berhenti dari berbagai penjuru dunia, akan tetapi penderitaan masih dialami oleh anak-anak di Gaza. Mereka masih kelaparan tidak punya makanan, kedinginan dan kepanasan karena tidak punya rumah. Bantuan yang diberikan bisa didapatkan dengan taruhan nyawa karena harus berhadapan dengan tantara zionis yang menembaki mereka. Bahkan banyak bantuan kemanusiaan tidak sampai kepada warga Gaza. Kenapa? Karena bantuan itu dicegat, ditahan bahkan dibom oleh tentara Zionis. Timbul pertanyaan, sampai kapan bantuan dikirimkan jika penyebab utama tidak ditangani? 

Oleh karenanya, pembelaan kita terhadap Gaza tidan cukup dengan memberikan bantuan kemanusiaan, tetapi harus menyolusi pada akar masalah, yaitu keberadaan entitas Zionis yang melakukan genosida dengan dukungan dari Amerika. Solusi sistematis untuk menghentikan genosida Gaza adalah mengusir Zionis dari tanah Palestina. Untuk mengusir tentara Zionis dibutuhkan kekuatan militer yang besar sebab Zionis didukung oleh Amerika yangt memiliki persenjataan yang memadai. Kekuatan militer itu hanya bisa direalisasikan oleh sebuah negara. 

Jika melihat negara-negara muslim saat ini, kita tidak bisa menaruh harapan kepada mereka, sebab penguasa-penguasa muslim juga masih berada dalam dominasi Amerika \ dan terbelenggu oleh paham nasionalisme. Bahkan penguasa-penguasa negeri muslim menormalisasi hubungan dengan Zionis dan Amerika. Hal ini dibuktikan dengan bargabungnya penguasa-penguasa muslim dalam BOP bentukan Amerika yang didalamnya juga terdapat Israel. 

Selain itu, penguasa-penguasa muslim juga mendukung solusi dua negara yang ditwarkan oleh Amerika. Padahal, penyelesaian masalah Palestina tidak bisa terwujud dengan solusi dua negara karena opsi ini tidak akan pernah dan dan akan mau disetujui oleh Zionis Israel. Hal ini tampak dalam misi mereka mewujudkan Isr4ael Raya yang meliputi seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Mesir, Arab Saudi, hingga Kuwait.

Zionis akan menghalalkan berbagai cara untuk mewujudkan ambisi besarnya melalui genosida warga Palestina. Bahkan sekarang mereka juga Tengah membombardir wilayah Libanon. Melihat tabiat Zionis yang suka melanggar perjanjian gencatan senjata, mereka tidak akan mau berdamai. Solusi dua negara juga berarti mengakui keabsahan entitas Zionis yang merampok wilayah Palestina. 
Satu-satunya solusi pembebasan Palestina ada pada Khilafah. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik islam yang akan melakukan jihad fisabilillah untuk mengalahkan Zionis dan membebaskan Palestina. Khilafah berfungsi sebagai pelindung bagi seluruh negeri-negeri muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Sesungguhnya imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaq alaih).

Khilafah akan menyatukan seluruh negeri muslim dan mjenyatukan seluruh potensib mereka, termasuk militer. Semua potensi kamu Muslimin baik dari segi kekuatan tantara, persenjataan, logistik, kekayaan alam, dll. Akan diarahkan untuk membebaskan wilayah Palestina dan mengusir Zionis dari Palestina. Khilafah akan mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka.

Untuk itu kaum Muslimin perlu berusaha untukmewujudkan persatuan itu dalam naungan khilafah. Dengan melakukan aktivitas dakwah di tengah-tengah umat untuk menyadarkan betapa urgensinya kehadiran institusi pemersatu maum Muslimin dan juga membongkar keburukan-keburukan Amerika dan segala pemikiran-pemikiran sekulernya. wallahu alam bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update