Oleh: Winarti Amd. AFM
Sebuah kenyataan pahit melanda perguruan tinggi, yakni kenaikan biaya sekolah. Saat ini, mahasiswa dipaksa untuk menerima kenyataan pahit ini.
Betapa tidak, pasalnya subsidi untuk pendidikan tinggi makin menyusut ( KOMPAS.id 25 Mei 2026). Hal ini tentu saja menyebabkan meningkatnya ketergantungan kampus terhadap uang kuliah yang ditanggung mahasiswa, lantaran biaya kuliah yang makin mahal.
Kini biaya sekolah khususnya perguruan tinggi makin mahal, seakan-akan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanyalah untuk orang yang mampu. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki biaya, maka bagi mereka pendidikan tinggi hanyalah mimpi belaka.
Subsidi pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah saat ini dikurangi. Akibatnya banyak mahasiswa yang putus kuliah karena terhalang biaya. Mereka tidak mampu melanjutkan pendidikannya karna terhimpit beban biaya yang sangat memberatkan.
Beberapa hal yang perlu di analisa oleh masyarakat mengenai hal ini, yakni
Minimnya subsidi pendidikan tinggi yang pasti akan berdampak signifikan pada makin tingginya biaya kuliah. Apalagi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang murni pembiayaannya dari mahasiswa.
Dengan adanya problem ini, rakyat kesulitan mengenyam pendidikan tinggi karena faktor biaya yang tidak terjangkau, sehingga angka putus kuliah makin tinggi. Ini sungguh ironi, padahal pendidikan adalah salah satu tonggak pengukur keberhasilan suatu negara. Jika biaya pendidikan makin tinggi maka para orang tua akan semakin enggan menyekolahkan anak-anaknya karena biaya yang tidak terjangkau.
Hal ini diperparah dengan tidak terjaminnya lapangan pekerjaan bagi para sarjana, sehingga rasa putus asa mulai melanda masyarakat, dan sebagian masyarakat memilih untuk tidak melanjutkan sekolah.
Saat ini, arah pendidikan sudah diliberalisasi dan ada pembelokan di dalam memahami urgensi pendidikan. Kini orientasi masuk ke perguruan tinggi adalah meraih materi (uang) dengan mendapatkan pekerjaan yang baik, bukan untuk mendapatkan ilmu.
Selain itu, sistem kapitalisme yang kini tegak menjadi ideologi bangsa, menjadikan pendidikan sebagai komoditas yang di perjualbelikan sehingga menjadi ladang bisnis bagi para pemilik kepentingan.
Kapitalisme juga menjadikan negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator. Negara hanya sebagai jembatan bagi adanya kebijakan-kebijakan tanpa hadir membersamai masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan itu. Maka wajar jika carut- marut ini terjadi dan ketimpangan-ketimpangan terus jadi tragedi. Hal ini karena peraturan yang dibuat oleh pemerintah tidak berpihak kepada kebutuhan rakyat.
Bagaimana islam memandang masalah pendidikan ?
Islam memposisikan pendidikan sebagai kebutuhan dasar dan faktor penting penentu kemajuan masyarakat. Dalam Islam pendidikan adalah hal penting untuk pembentukan generasi yang memiliki keahlian di bidangnya. Pendidikan menjadi hak dasar bagi masyarakat dan menjadi tanggung jawab yang wajib di urusi oleh negara.
Pendidikan tidak boleh dikomersialkan. Negara dalam sistem islam, berperan sebagai raa'in (penggembala). Negara wajib mengadakan pendidikan bagi seluruh warga negara secara gratis. Masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara cuma-cuma.
Dengan pengadaan biaya pendidikan yang ditanggung oleh negara, maka tidak akan terjadi putus sekolah.
Pendanaan biaya pendidikan berasal dari baitulmall yang memiliki banyak sumber dan pos-pos pemasukan.
Sekolah- sekolah atau pun kampus swasta yang ada dalam masa kekhilafahan dan biaya pendidikannya ditanggung oleh negara sepenuhnya. Sekolah atau ampus negeri maupun swasta skema pembiayaannya adalah dari wakaf.
Sedangkan kurikulum yang dipakai oleh swasta harus sama dengan kampus negeri.
Tujuan dari sistem pendidikan islam juga sangat berbeda dengan sistem pendidikan kapitalis. Sistem pendidikan islam bertujuan mencetak generasi yg akhlakul karimah, cerdas, terampil, tangguh, kreatif, mandiri, santun, amanah dan soleh.
Sedangkan dalam sistem Kapitalisme tujuan dari pendidikan hanyalah ber orientasikan materi semata.
Denga perbandingan itu, maka dipastikan sistem Islam adalah satu-satunya sistem yang sohih (benar) yang akan membawa manusia kepada kemuliaan.
Allahu a'lam bishawwab.

No comments:
Post a Comment