Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Subsidi Negara Menyusut, Biaya Kuliah Bertambah, Banyak Mahasiswa Putus Kuliah

Sunday, June 07, 2026 | Sunday, June 07, 2026 WIB

Subsidi Negara Menyusut, Biaya Kuliah Bertambah, Banyak Mahasiswa Putus Kuliah

Husnul Khotimah, S.Si., M.Pd. 


Pendidikan tinggi seharusnya menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau oleh sebagian rakyat. Menyusutnya subsidi negara untuk pendidikan tinggi berdampak pada meningkatnya biaya kuliah, sementara angka mahasiswa yang putus kuliah terus bertambah.


Data menunjukkan bahwa biaya pendidikan tinggi semakin membebani mahasiswa dan keluarganya. Perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta (PTS), sangat bergantung pada dana yang berasal dari mahasiswa. Akibatnya, ketika biaya operasional meningkat dan dukungan negara terbatas, beban tersebut dialihkan kepada mahasiswa melalui kenaikan biaya kuliah dan berbagai pungutan pendidikan lainnya. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, keadaan ini membuat kuliah menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya terpaksa menghentikan studinya.


Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari kebijakan liberalisasi pendidikan. Kampus didorong untuk membiayai dirinya sendiri dan mencari sumber pendapatan secara mandiri. Dalam kondisi demikian, uang kuliah menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar perguruan tinggi. Pendidikan pun bergeser dari fungsi utamanya sebagai layanan publik menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Sementara itu, negara lebih banyak berperan sebagai regulator daripada penanggung jawab utama penyelenggaraan pendidikan.


Dalam perspektif kapitalisme, pendidikan sering kali dipandang sebagai sektor yang dapat dikelola dengan mekanisme pasar. Akibatnya, akses terhadap pendidikan berkualitas sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi seseorang. Mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih besar akan lebih mudah mengakses pendidikan tinggi, sedangkan yang kurang mampu menghadapi berbagai hambatan, bahkan berisiko putus kuliah.


Berbeda dengan itu, Islam memandang pendidikan sebagai kebutuhan dasar masyarakat dan faktor penting dalam membangun peradaban. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja, tetapi juga membentuk generasi yang saleh, berkepribadian Islam, serta memiliki keahlian dan kepakaran di berbagai bidang kehidupan. Karena itu, pendidikan tidak boleh dikomersialkan dan dijadikan ladang bisnis.


Dalam sistem Islam, negara berperan sebagai raa'in (pengurus rakyat) yang bertanggung jawab penuh terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat. Negara wajib menyediakan pendidikan bagi seluruh warga negara secara gratis, termasuk pendidikan tinggi. Setiap individu diberikan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin tanpa terhalang oleh faktor biaya. Dengan demikian, potensi putus kuliah karena alasan ekonomi dapat dihilangkan.


Pendanaan pendidikan dalam Islam berasal dari Baitulmal yang memiliki berbagai sumber pemasukan syar'i. Dana tersebut digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari sarana dan prasarana, gaji tenaga pendidik, hingga biaya operasional lembaga pendidikan. Negara memastikan bahwa kualitas pendidikan tetap terjaga tanpa membebani masyarakat.


Selain sekolah dan kampus negeri, lembaga pendidikan swasta juga tetap dapat beroperasi dalam naungan Khilafah. Namun, pendidikan tidak dijalankan dengan orientasi keuntungan. Pembiayaan sekolah atau kampus swasta dapat berasal dari wakaf dan sumber-sumber syar'i lainnya sehingga peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan secara gratis. Kurikulum yang diterapkan pun mengikuti kurikulum negara untuk memastikan kesatuan arah pendidikan dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berkepribadian Islam.


Karena itu, meningkatnya biaya kuliah dan tingginya angka putus kuliah menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan saat ini. Islam menawarkan konsep pendidikan yang menjamin akses pendidikan bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi ekonomi, sehingga setiap generasi memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan peradaban.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update