Oleh: Sarinah.
Berbagai masalah dalam negeri terus membelit rakyat sepanjang tahun: kemiskinan struktural yang makin tergambar jelas, kasus judol yang terus meningkat, prostitusi anak, maraknya kasus bullying, eksploitasi seksual hingga berbagai jenis kasus kekerasan yang kian merajalela.
Ditingkat internasional, genosida palestina terus berlangsung. Umat muslim di Gaza mati kelaparan, sementara penguasa-penguasa negeri muslim tidak bergerak mengirim pasukan membebaskan Palestina dari penjajahan.
Muharam tahun baru Islam 1448 H telah tiba, namun kondisi umat Islam masih jauh dari predikat khairu ummah (umat terbaik).
Jika ditelisik lebih dalam, tentu akan kita dapati bahwa seluruh kenestapaan dalam negeri adalah buah dari penerapan sistem Sekuler yang busuk ini. Standar manfaat yang menjadi tolak ukur dalam sistem Sekuler -Kapitalisme adalah materi. Sehingga Dengan tolak ukur tersebut perbuatan halal-haram tidak menjadi pertimbangan dalam pengukur segala perbuatannya. Oleh sebab itu maka kerusakan dalam segala sendi kehidupan adalah keniscayaan yang akan terjadi.
Lemahnya umat Islam di panggung internasional, termasuk tidak mampu membela Palestina dikarenakan tidak adanya institusi khilafah yang menyatukan dan melindungi umat . Dengan ketiadaan institusi khilafah ( kepemimpinan Islam) maka menjadikan perpecahan umat Islam tak kunjung teratasi.
Umat Islam terpecah belah oleh sekat-sekat nasionalisme dan tunduk terhadap kekuatan kafir. Mayoritas penduduk di Indonesia adalah beragama Islam. Namun, nyatanya tidak memiliki kekuatan meski jumlahnya banyak.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw dalam hadir Riwayat Abu Dawud:
" jumlah kalian pada waktu itu banyak akan tetapi kalian bagai buih dilautan"
Saat ini keberadaan kaum muslim di seluruh dunia tidak berdaya, bak tak memiliki kekuatan apa-apa bak buih dilautan yang hilang terkena sapuan ombak. Ini sangat jauh dari gelar yang diberikan yakni khairu ummah (umat terbaik).
Muharam adalah momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah, bukan takdir yang harus diterima. Jika umat ingin lepas dari belenggu kenestapaan, maka umat harus menggunakan hukum Allah dalam kehidupan. Ini adalah satu-satunya solusi agar umat terlepas dari belenggu kenestapaan dan hidup dalam kejayaan.
Hijrah hakiki adalah berjuang untuk hijrah dari sistem kufur Sekularisme - Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah. Ini adalah jalan yang benar yang harusnya diambil dan menjadi refleksi di tahun baru Islam ini.
Hijrah hakiki, yakni merobohkan, mengganti sistem rusak yang saat ini, dengan satu-satunya sistem yang benar yakni sistem Islam dalam naungan kepemimpinan Islam (khilafah Islamiyyah). Hanya dengan berdirinya Daulah Islam (negara Islam) maka umat akan sejahtera.
Rasulullah Saw mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir, sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan yakni dengan jalan dakwah.
Umat Islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah Saw untuk menegakkan kembali khilafah. Hanya dengan metode inilah satu-satunya jalan agar umat Islam menjadi umat terbaik, yakni melakukan amar makruf nahi mungkar.
Arah perjuangan tidak boleh berbelok, harus sesuai dengan fikrah (ide) dan thariqah (metode) yang sama yang dilakukan oleh Nabi Saw. Maka hanya dengan jalan inilah umat akan bangkit dan bersatu menjadi umatun Wahidah (umat yang satu).
Ada tiga tahapan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah yakni:
Yang pertama adalah pembinaan intensif (tatsqif). Tujuan tatsqif (pembinaan intensif) adalah untuk membentuk karakter individu yang memiliki tsaqofah Islamiyyah ( pemahaman Islam) yang taat akan syari'at Islam. Pembinaan ini dilakukan untuk meluruskan aqidah umat, sehingga umat taat secara totalitas terhadap perintah dan larangan Allah.
Yang kedua adalah tafa'ul ma'al ummah ( interaksi masyarakat). Tahap yang kedua ini adalah tahap interaksi yang dilakukan oleh individu-individu masyarakat yang sudah mengenal Islam kaffah kepada masyarakat secara luas. Yakni mengajak mereka untuk bergabung kedalam kelompok dakwah untuk menyerukan dakwah kepada masyarakat luas. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengenal tsaqofah Islam, bergabung dalam jamaah dakwah untuk berjuang menyerukan islam sehingga penghuni bumi ini tunduk terhadap syariat Islam secara kaffah.
Tahapan ketiga yakni thalabun nushrah (penyerahan kekuasaan). Tahapan yang terakhir ini, adalah dimana para penguasa atu pemimpin suatu negeri memberikan kekuasaannya kepada Islam. Dengan adanya pemahaman masyarakat mengenai tsaqofah islam dan syariat Islam harus diterapkan secara kaffah, masyarakat dengan sendirinya meminta untuk diurusi dengan syari'at Islam.
Dengan begitulah nantinya kekuasaan ada diberikan seutuhnya kepada pengaturan Islam .
Hal ini terjadi pada awal berdirinya Daulah Islam di Madinah pada masa Rasulullah Saw menjadi pemimpin umat Islam yang pertama, hingga sampai kepada 13 abad lamanya Islam menaklukkan dunia. Menjadi ideologi dan sistem yang mengatur umat manusia.
Sungguh hanya Islam satu-satunya aturan yang harusnya tegak di bumi Allah ini. Hanya Allah yang berhak menjadi Al-Hak, sang pembuat hukum untuk mengatur segala ciptaan-Nya.
Allahu a'lam bishawwab

No comments:
Post a Comment