Dilansir dari news.detik.com:
Seorang wanita berinisial YTR (29) diduga menjadi korban penganiayaan oleh pacarnya, Taufik Hidayat (TH). Pemilik kos mengaku sempat diminta pelaku untuk mengaku sebagai saudara korban saat mengantarnya ke rumah sakit.
Diketahui, korban dan sang pacar terakhir tinggal dan menempati sebuah rumah kos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Penjaga kosan, Resa Rohendi, mengatakan terduga pelaku dan korban datang ke kosan tersebut pada 9 Maret 2026.
Setelah membayar uang kos, perempuan itu langsung dipapah oleh terduga pelaku dan masuk ke kamar. Keduanya menempati kos tersebut selama kurang lebih tiga bulan.
"Dari awal saya sudah minta surat nikah. Tapi enggak dikasih terus dan pas sudah sebulan, saya minta surat nikah lagi ke terduga pelaku. Pelaku malah ngajak berantem ke saya," ujar Resa saat ditemui di lokasi, dilansir detikJabar, Selasa (23/6/2026).
Setelah beberapa bulan, terduga pelaku meminta bantuan kepada dirinya untuk mengantar ke rumah sakit. Kemudian, dia diminta untuk masuk ke mobil taksi online dan terduga pelaku mengikuti dengan sepeda motor.
"Jadi dari sini ke rumah sakit Ujungberung dulu. Terus pas di IGD juga saya sudah ada kejanggalan. Soalnya saya disuruh pelaku itu ngaku saudaranya," katanya.
Setelah sampai di RSHS, Resa menjelaskan kembali dipaksa untuk mengaku sebagai saudara dari wanita tersebut. Namun dia menolak dengan keras dan lebih memilih menjawab jujur.
"Terus dari pihak dari rumah sakit meminta keluarga korban. Tapi terduga pelaku enggak mengakui sebagai keluarganya dan setelah itu malah mengajak ke luar rumah sakit dan ngajak berantem," tuturnya.
Resa menuturkan, setelah itu, terduga pelaku langsung pergi entah ke mana. Tidak lama kemudian, keluarga korban datang dan melihat kondisi dari korban.
"Pas di RSHS, dia langsung arogan dan ngambek. Terus dia malah ngajak ke jalan raya buat berantem dan setelah di luar RS langsung aja dia pergi," bebernya.
Dia menambahkan, setelah itu, dia mendapatkan kabar bahwa terduga pelaku mencarinya. Kemudian, terduga pelaku berinisial TH itu datang bersama teman-temannya.
"Dia ke sini bawa temannya setelah rame-rame, terus bawa golok, di rumah masih ada istri saya lihat dari dalam rumah. Dia teriak mana si Resa saya matikan kamu. Padahal saya kondisinya lagi di jalan mau pulang," bebernya.
Diriwayatkan dari 'Aisyah, istri Nabi saw, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyantun yang menyukai sikap lembut. Dia memberikan kepada pada sikap lembut, sesuatu yang tidak diberikan pada sikap kasar dan juga sikap-sikap lainnya.”
(HR Muslim).
Rasulullah SAW bersabda:
"Siapapun yang dianugerahi keberuntungan baginya dari lemah lembut, sungguh dia telah diberikan kebaikan. Siapapun yang tidak mendapat anugerah berupa sifat lemah lembut, maka dia sungguh telah dihalangi dari kebaikan."
(HR Al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra).
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menganugerahi orang yang penyantun, sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bodoh. Apabila Allah mencintai seorang hamba, ia memberinya kasih sayang. Tidaklah suatu keluarga terhalang dari kasih sayang melainkan mereka terhalang pula dari kebaikan.”
(HR Abu Dawud).
Demikian penganiayaan, penculikan, luka fisik hingga trauma mental bukan terjadi tanpa sebab melainkan berawal dari pacaran. Islam dengan jelas melarang pacaran, bahkan hal-hal yang mendekati pacaran saja tidak boleh. Termasuk khalwat (berdua-duaan bukan mahrom), berikhtilat (bercampur baur laki-laki dan perempuan tanpa urusan muamalah atau urusan penting lainnya).
Begini lah potret buram sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Pacaran difasilitasi, kejahatan tidak dengan serius di usut, penculikan termasuk penganiaya seolah jadi masalah berulang tiada henti.
Bagaimana tidak, semua di urus berdasarkan kepentingan dan uang. Jabatan dan popularitas pun di tinggikan, sehingga begitu orang yang banyak uang, pejabat, artis dan orang elit lainnya berbuat kejahatan, tidak akan dihukum. Kalaupun dihukum dengan hukuman ringan yang tidak setimpal. Sedangkan bagi orang yang berbuat salah rakyat biasa tentu langsung disidang dan dihukum.
Jika yang jadi korban orang kaya, terkenal, pejabat dan yang bermodal lainnya langsung digelar sidang dan ditangkap pelaku nya. Namun jika yang jadi korban rakyat biasa tentu masalah dibuat lama seolah tidak begitu serius ditangani.
Inilah kelam nya sistem sekuler saat ini. Korban penculikan dan penganiayaan oleh TH begitu hancur segalanya. Diculik 3 tahun, dianiaya bahkan mengalami masa depan suram. Akibat salah pergaulan atau jelasnya pacaran.
Oleh karena itu sistem yang jelas salah dari awalnya, sistem yang makin digunakan makin rusak efek yang diakibatkan yaitu sistem sekuler kapitalis ini harus dihentikan. Mari ganti dengan sistem Islam kaffah, dimana sistem Islam kaffah adalah sistem sempurna aturan yang dibuat Allah sang maha sempurna, sudah pernah berjaya 13 abad lamanya, kesuksesan dalam kesejahteraan dunia akhiratnya pun tidak ada keraguan sama skali.
Mari kita perdalam lagi ilmu-ilmu bermanfaat terutama ilmu agama Islam kaffah, dakwah kan pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW, kita perjuangkan hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab

No comments:
Post a Comment