Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharam, Titik Balik Perjuangan Islam Kafah

Friday, June 19, 2026 | Friday, June 19, 2026 WIB

 



Oleh: Sartinah

(Pegiat Literasi)


Bulan Muharam 1448 H kembali menyapa. Namun, Muharam kali ini tampaknya masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Berbagai masalah masih membelit rakyat negeri ini, baik di kota-kota besar yang memiliki ratusan gedung pencakar langit maupun di pelosok desa yang masih jauh dari kemajuan.


Sepanjang tahun ini saja, berbagai masalah silih berganti seolah enggan berhenti. Kemiskinan struktural, judi online (judol), prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, kekerasan, dan lainnya adalah segudang persoalan yang masih terus melekat dengan rakyat negeri ini.


Terkait kemiskinan, misalnya, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2025, jumlah penduduk miskin berjumlah 23,36 juta orang dengan persentase sebesar 8,25 persen (BPS.go.id, 5-2-2026). Namun, jumlah tersebut hanyalah angka di atas kertas. Di lapangan, jumlah rakyat miskin bisa jadi jauh lebih besar.


Selain kemiskinan, judol juga makin merajalela. Berdasarkan laporan dari Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jumlah pemain judol pada 2025 sebanyak 3,1 juta orang. Maraknya judol disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan teknologi, ilusi keuntungan instan, rendahnya literasi keuangan, dan lainnya. Salah satu penyebab maraknya judol adalah kemiskinan. Demikian pula dengan kasus-kasus lainnya yang makin marak di dalam negeri, seperti bullying, kekerasan, eksploitasi seksual.


Sementara itu, kondisi umat Islam di tingkat global pun tak kalah memprihatinkan. Salah satu yang paling menyedot perhatian publik adalah genosida Palestina yang sampai saat ini masih berlangsung. Penangkapan, perampasan, pengeboman, hingga pembunuhan masih dilakukan oleh Zionis Yahudi. Mereka bahkan dibuat mati karena kelaparan. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah korban tewas sudah menembus angka lebih dari 72.000 orang. 


Namun, ada hal yang lebih membuat hati terenyuh, yaitu sikap diam para penguasa negeri Muslim. Mereka pura-pura tuli dan buta hingga tak kunjung bergerak mengirimkan pasukan untuk menolong rakyat Palestina. Demikianlah, meski 1 Muharam berulang kali berganti, tetapi kondisi umat Islam masih memprihatinkan. Jangankan memiliki kembali gelar sebagai umat terbaik, sekadar peduli dengan saudaranya yang terzalimi pun belum mampu.


Nestapa Umat di Bawah Sekularisme


Kenestapaan rakyat negeri ini tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan penelaahan yang mendalam, diketahui bahwa akar masalah berbagai problem yang membelit negeri ini dan dunia penerapan sistem sekularisme. Sekularisme adalah sistem yang memisahkan urusan agama dari kehidupan.


Saat agama dipisahkan dari kehidupan, Islam hanya dibolehkan mengatur urusan ibadah. Sedangkan berbagai urusan dunia, seperti ekonomi, politik, pemerintahan, moneter, sosial, dan budaya, agama tidak diberikan hak untuk mengaturnya. Dalam hal ini, berbagai urusan dunia diserahkan kepada manusia untuk mengaturnya. 


Jika manusia diberikan wewenang untuk mengatur urusan dunia, standar manfaat materi akan menggantikan halal dan haram. Ketika halal dan haram tak lagi menjadi standar, kerusakan terjadi merata dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah nestapa yang kini membelit negeri ini.


Sementara dalam kancah internasional, umat Islam berada dalam kondisi yang sangat lemah. Mereka tak memiliki posisi daya tawar yang tinggi di kancah global, termasuk tidak berdaya membela Palestina dari genosida Zionis Yahudi. Kelemahan dan ketidakmampuan umat Islam saat ini disebabkan karena tidak adanya institusi Khilafah. Khilafah adalah institusi pelindung dan penjaga umat dari berbagai kezaliman.


Tanpa Khilafah, negeri-negeri Muslim dan umat Islam terpecah belah oleh ikatan nasionalisme. Di bawah sekat nasionalisme, umat Islam sulit bersatu, bahkan kehilangan kepedulian terhadap derita saudaranya di berbagai belahan dunia. Karena nasionalisme pula, umat Islam tunduk dan tak mampu melawan hegemoni negara kafir.


Perubahan Hakiki dan Perjuangan Menegakkan Islam


Muharam adalah momentum refleksi bahwa semua penderitaan dan kenestapaan yang terjadi saat ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah Swt. Karena itu, berbagai kenestapaan yang membelit umat saat ini, baik di dalam maupun luar negeri, harus diselesaikan dengan solusi tuntas. Solusi tersebut akan dihasilkan melalui perubahan totalitas, bukan parsial. 


Muharam menjadi momentum hijrah hakiki. Hijrah hakiki adalah dengan berpindah dari sistem kufur sekularisme-kapitalisme menuju sistem Islam dalam bingkai Khilafah Islamiah. Hijrah seperti ini akan menghasilkan perubahan fundamental dalam seluruh aspek kehidupan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. saat di Madinah dahulu. 


Saat itu, di Madinah terjadi perubahan secara totalitas dari sistem hukum jahiliah ke sistem Islam kafah. Madinah yang sebelumnya menerapkan hukum jahiliah kemudian berubah menjadi Daulah Islam yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Perubahan seperti inilah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya. Allah Swt. berfirman dalam surah Ar-Ra’du ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.”


Karena itu, jika umat ingin hijrah secara totalitas, sudah seharusnya mencontoh Rasulullah saw. dalam setiap tahap perjuangannya. Rasulullah saw. mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisasi. Rasulullah saw. melakukan perubahan totalitas, mulai dari pembinaan akidah, dakwah pemikiran dan politik, membangun peradaban (Madinah), serta memupuk kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian.


Namun, melakukan perubahan secara totalitas tidak bisa dilakukan sendiri. Pun demikian dengan menegakkan kembali Khilafah. Hal ini karena perjuangan menegakkan Khilafah bersifat kolektif, membutuhkan dukungan umat, dan menuntut kekuatan politik mandiri. Karena itu, umat Islam wajib berjuang bersama jemaah dakwah Islam ideologis yang mengikuti metode dakwah Rasulullah saw. 


Dengan tegaknya Khilafah, umat Islam memiliki junnah. Berbagai kenestapaan yang membelit umat selama ini pun dapat dihilangkan. Di bawah naungan Khilafah, umat Islam di Palestina dan negeri lainnya yang terjajah dapat dibebaskan. Karena itu, di momen Muharam ini marilah kita jadikan sebagai titik balik untuk hijrah hakiki dan turut berjuang menegakkan kembali syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiah.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update