Kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada kondisi ekonomi, terutama bagi masyarakat kelas menengah. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan ini disebabkan oleh perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian yang dipengaruhi oleh kondisi global.
Mereka juga khawatir, dalam waktu dekat, bakal terjadi perpindahan besar-besaran dari pembelian barang nonsubsidi ke subsidi—yang efeknya bisa memicu kelangkaan jika situasinya berkepanjangan. Pertamina Patra Niaga berjanji akan memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.Tentang alasan kenaikan harga dua jenis BBM ini, Pertamina mengaku, itu dilakukan karena "perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian".NEWS INDONESIA Rabu/10/2026
Kenaikan harga BBM tentu memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Biaya transportasi dapat meningkat dan hal ini bisa berpengaruh pada naiknya harga berbagai kebutuhan lainnya. Masyarakat kelas menengah menjadi kelompok yang cukup terdampak karena tidak termasuk penerima BBM subsidi, tetapi juga harus mempertimbangkan pengeluaran ketika harga BBM nonsubsidi semakin tinggi. Akibatnya, sebagian masyarakat dapat memilih beralih menggunakan BBM subsidi yang berpotensi menyebabkan peningkatan kebutuhan dan risiko kelangkaan.
Dalam sistem ekonomi yang menjadikan BBM sebagai komoditas pasar, harga energi sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan harga dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan energi masih menghadapi masalah dalam menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan rakyat secara merata. Ketika energi dikelola dengan orientasi keuntungan, masyarakat dapat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Dalam pandangan Islam, sumber daya alam seperti minyak dan energi termasuk dalam kepemilikan umum yang harus dikelola oleh negara untuk kepentingan seluruh rakyat. Negara memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya tersebut secara amanah dan tidak menjadikannya sebagai barang yang hanya mengejar keuntungan. Hasil dari pengelolaan sumber daya alam seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan energi dengan harga yang terjangkau.
Dalam Islam negara harus mengambil peran besar dalam mengelola sumber daya alam dan memastikan distribusinya merata. Melalui pengelolaan yang baik dan sistem keuangan seperti Baitul Mal, pemasukan dari sumber daya alam dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, masalah kenaikan harga BBM dan ketergantungan energi dapat lebih mudah diatasi.
Wallahualam bisawwab.

No comments:
Post a Comment