Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi Rupiah: Angka Yang Merosot, Beban Yang Meroket

Monday, June 01, 2026 | Monday, June 01, 2026 WIB

 


Oleh: Suryani


Bbc.com – Nilai tukar rupiah dan dollar AS mencetak rekor paling lemah terbaru. Kurs dolar menyentuh Rp17.600. masyarakat makin bersikap mengencangkan ikat pinggang karena sejumlah pakar meneropong harga kebutuhan sehari-hari bakal ikut berdampak. Ekonomi indonesia sangat bergantung pada bahan baku impor, nilainya mencapai 70 %. Impor ini tersebar pada industri kimia, tekstil, elektronik, minyak dan gas, obat-obatan, hingga kendaraan pribadi.


Tempo.com – Nilai tukar rupiah ambruk ke level 17.600 per dolar amerika serikat pada periode long weekend. Direktur PT Traze andalan Futures Ibrahim Asuaibi menilai pelemahan rupiah di pengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di timur tengah. Faktor lain adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.


Analisis:


Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat (AS) yang sempat mendekati level Rp17,600 per dolar AS merupakan hasil dari kombinasi dinamika ekonomi global (eksternal) dan kondisi struktural di dalan negeri, beberapa diantaranya yaitu:


Kebijakan suku bunga the fed (bank sentral AS), meskipun ekonomi global dinamis, ekonomi AS menunjukkan ketahanan yang kuat. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga the fed yang tidak terlalu agresif atau tertahan karena inflasi AS yang masih di atas target membuat imbal hasil obligasi AS tetap menarik. Investor global lebih memilih memegang aset dalam dolar AS.


Kemudian adanya ketegangan geopolitik global . konflik di timur tengah dan wilayah lain menciptakan ketidakpastian tinggi dalam situasi kritis, pelaku pasar cenderung memindahkan dana mereka ke aset aman dimana dolar AS menjadi pilihan utama, sehingga memicu arus modal keluar dari pasar keuangan negara berkembang termasuk indonesia,


Selanjutnya lonjakan harga energi dunia. Ketegangan global memicu kenaikan biaya energi dan komoditas pangan global. Sebagai negara yang juga mengimpor minyak kenaikan harga minyak dunai meningkatkan kebutuhan pasokan asing indonesia untuk membayar impor.


Selanjutnya kebijakan moneter bank indonesia (BI). Bank Indonesia dihadapkan pada pilihan sulit. Di satu sisi, BI berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui pelonggaran atau menahan suku bunga acuan. Namun, di sisi lain jika selisih suku bunga AS terlalu sempit, rupiah akan terus tertekan.


PANDANGAN ISLAM:


Melakukan Tata Kelola Sumber Daya Alam (Kepemilikan Umum) secara mandiri. Penyebab sekunder melemahnya Rupiah saat ini adalah tingginya ketergantungan impor pada sektor energi (minyak) dan pangan, yang menguras cadangan devisa.

Islam menyelesaikan masalah ini dari sisi hulu melalui hukum kepemilikan. Dalam Islam, kepemilikan dibagi menjadi tiga: Kepemilikan Individu, Kepemilikan Negara, dan Kepemilikan Umum.

"Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api (energi)." (HR. Abu Dawud)

Berdasarkan dalil ini, seluruh sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak (seperti minyak bumi, gas, batu bara, hutan, dan tambang skala besar) berstatus Kepemilikan Umum.

Dampaknya terhadap Kurs: Negara wajib mengelola sumber daya alam ini secara mandiri dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat (dalam bentuk subsidi pangan, pendidikan, energi murah). Negara dilarang menyerahkan (privatisasi) aset-aset strategis ini kepada korporasi swasta lokal maupun asing. Dengan kedaulatan energi dan pangan ini, negara tidak perlu melakukan impor masif yang menguras devisa, sehingga ketahanan nilai tukar dalam negeri terjaga dengan kuat.


Wallahu'alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update