Oleh Khatimah
Pegiat Dakwah
Tahun baru Islam 1 Muharram mengingatkan kaum muslim akan hijrahnya Rasulullah, dari Mekah yang begitu banyak dengan kemaksiatan dan tidak mau diatur dengan hukum Allah. Kemudian dengan Wahyu-Nya. Beliau meninggalkan Mekah menuju Madinah. Untuk mendirikan negara yang akan diterapkan aturan dari Allah Swt, semata. Sejak saat itu 1 hijriah, oleh para sahabat ditetapkan ketika Rasulullah melakukan perjalanan dari Mekah ke Madinah.
Ketika Rasulullah hijrah dan mendirikan negara di Madinah, Allah Swt. melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi, kehidupan penduduknya lebih bermakna karena keimanan dan ketakwaan yang dimilikinya. Itulah hijrah yang mendatangkan kebaikan.
Momen 1 Muharram atau hijriah selalu diperingati oleh kaum muslim, dengan berbagai acara seperti pawai obor, acara tabligh akbar, dan lain sebagainya. Dalam momen ini seharusnya menjadi kesempatan dan perenungan. Apakah negeri dan umat ini, telah sesuai dengan visi, misi Rasulullah ketika melakukan hijrah, yang dirahmati dengan penuh keberkahan atau malah sebaliknya?.
Jangan biarkan momen 1 Muharram ini hanya menjadi ceremonial tahunan tanpa perubahan, karena faktanya umat dan negeri ini tidak baik-baik saja.
Sebagai sesama manusia terutama muslim dan tinggal di satu negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sudah saatnya memiliki kesadaran dan jujur setidaknya pada diri sendiri, jangan menutup hati terhadap fakta yang masih banyak membelit rakyat. Sungguh berbagai permasalahan dalam negeri terus terjadi sepanjang tahun, bukannya berkurang tapi semakin menjamur mulai dari: kemiskinan struktural, judol, prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, dan kekerasan yang kian merajalela.
Belum lagi problem di tingkat internasional, genosida Palestina terus berlangsung, umat Islam di Gaza dibuat mati kelaparan sementara penguasa negeri muslim tidak bergerak mengirimkan pasukan militernya.
Bukankah Allah sendiri yang menjadikan umat Muhammad memiliki predikat khairu ummah (ummat terbaik) sebagaimana yang tercantum dalam QS.Al-Imran 110 "Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."
Namun hal tersebut jauh dari predikat yang Allah sandarkan. Dimanapun umat berada kini masih banyak yang mengalami kenestapaan, disebabkan sangat jarang untuk melakukan amar ma'ruf dan membiarkan kemunkaran bahkan menjadi pendukung kemaksiatan.
Apa yang membuat umat enggan untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar?. Tidakkah kaum muslim saat ini mengambil pelajaran dari kota Mekah yang menolak diterapkan hukum Allah saat itu.? Sehingga menjadikan penduduk kala itu mengalami keterpurukan, lantas apa beda nya dengan kondisi saat ini, kenestapaan dan keterpurukan kian menjadi.
Tidak lain hal tersebut disebabkan sistem sekularisme kapitalisme (memisahkan agama dari kehidupan dan menjadikan tujuan hidup bersandar pada asas manfaat materi semata). Sehingga tidak mampu membedakan halal dan haram. Menurut penganut sistem tersebut selagi menguntungkan kenapa tidak. Menganggap Allah Swt. tidak melihat dan tidak akan meminta pertanggungjawaban. Inilah pangkal utama kerusakan yang merata di seluruh lini kehidupan.
Sistem sekularisme kapitalisme, telah membuat lemah umat ini dalam menghadapi setiap problem dalam negeri maupun di panggung internasional. Umat Rasulullah yang berjumlah 2 miliar kini tidak mampu membela dan membebaskan negeri para nabi dan Rasul.
Hal tersebut menunjukkan ketiadaan institusi negara, yang mampu menyatukan dan melindungi umat. Kaum muslim terpecah oleh sekat nasionalisme dan tunduk pada kekuatan kafir.
Pergantian tahun hijriah di bulan Muharram hendaknya menjadi momentum kesadaran, bahwa kemunduran dan berbagai kesulitan umat tidak lahir tanpa sebab; salah satu akar utamanya adalah semakin ditinggalkannya aturan Allah dalam mengatur kehidupan. Kini banyak kaum muslim yang tidak segan-segan menolak bahkan meninggalkan hukum Allah Swt.
Sungguh ini bukan takdir, di mana harus pasrah menerimanya. Sebuah kejumudan wajib diubah sebagaimana Rasulullah perintahkan "Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Sahih Muslim)
Dibutuhkan kesadaran dan ikhtiar maksimal agar hukum Allah kembali diterapkan, dalam setiap lini kehidupan individu sampai level negara.
Inilah makna hijrah hakiki, tidak berdiam diri melihat keterpurukan saudara sesama muslimnya, namun turut berjuang untuk mengganti sistem kufur Sekularisme-Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah.
Jadikan Rasulullah ﷺ role model dalam menyelesaikan permasalahan dunia saat ini, meski butuh perjuangan panjang, namun jangan pernah sedikitpun berbelok dari apa yang Beliau contohkan.
Rasulullah ﷺmengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan. Ketika mendirikan sebuah negara yang setiap sistemnya bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hal tersebut diteruskan oleh para khulafaur rasyidin sepeninggalnya Rasulullah dan khalifah selanjutnya, hingga dihapuskan negara khilafah pada tahun 1924 Masehi oleh musuh Islam bermana mustafa kamal di Turki.
Sehingga mulai saat itu umat Rasulullah senantiasa mengalami diskriminasi, ajaran Islam dijauhkan dari benak umat dengan menakut-nakuti ajaran radikal, teroris, intoleran.
Sehingga umat mencukupkan diri berIslam hanya untuk ibadah mahdah saja (sahadat, shalat, puasa, sedekah dan naik haji),. Namun ibadah dalam berpolitik, bermuamalah, pergaulan, sanksi meraka mengatakan jangan bawa-bawa Islam.
Sehingga menjadi jelas mengapa umat ini terus terpuruk!. Umat Islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah Islam ideologis, yang mengambil metode dakwah Rasulullah ﷺ untuk menegakkan kembali Khilafah (sebuah negara yang menerapkan aturan Allah). Sehingga Allah akan merahmati dunia ini dengan keberkahan yang melimpah dari langit dan bumi.
Sebagaimana janji Allah dalam Firman-Nya:
"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang telah mereka lakukan." (QS. Al-A'raf:96)
Wallahua'lam bissawab

No comments:
Post a Comment