Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Sunyi Anak Gaza Yang Tercabik Luka

Tuesday, June 09, 2026 | Tuesday, June 09, 2026 WIB

Oleh: Sarinah 



Kekerasan, kehancuran, dan kematian di Gaza membuat sejumlah anak merespons penderitaan yang luar biasa itu dengan diam. Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma akibat genosida tersebut.

 Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma, kata psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk ke BBC Mudo. 

Banyak anak-anak yang berhenti berinteraksi dengan dunia. Katrin telah melakukan dua misi kemanusiaan ke Gaza pada tahun 2024 dan 2025 bersama Medecins Sans Frontiers ( MSF), untuk melayani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik.

Dokter-dokter setempat mengatakan kepada jaringan Al Jazeera bahwa kasus serupa jumlahnya terus meningkat.

Enam bulan pengumuman gencatan senjata di Gaza terlewati. Namun, kekerasan masih terus berlanjut dan serangan-serangan Israel masih terus dilakukan.

Setidaknya ada 846 orang, yang mencakup perempuan dan anak-anak tewas di Gaza dalam rentetan serangan Israel sejak gencatan itu, menurut kementrian kesehatan setempat.

Israel mengklaim melakukan serangan untuk membela pasukannya dan menghadapi ancaman dari milisi Hamas, menyatakan lima dari tentaranya tewas dalam periode itu.

Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 20.000 anak-anak di Gaza dan menyebabkan lebih dari 41.000 anak-anak Gaza terluka, menurut UNICEF.

Katrin mengatakan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara, dan dampak-dampak kekerasan pada otak mereka. Jalan menuju pemulihan terkadang dimulai dari meniup gelembung sabun.

Di Gaza anak-anak hidup dalam trauma parah di kondisi yang penuh ketidak pastian yang berlangsung lama. Anak-anak yang menghawatirkan nyawa mereka, keluarga mereka, teman-teman dan orang-orang yang mereka kasihi, membuat tingkat stres dan berdampak pada sistem saraf yang sangat luar biasa.

Beberapa anak bereaksi dengan membisu sepenuhnya. Akhirnya, cara yang mereka lakukan untuk melindungi diri adalah dengan menarik diri. Bagi anak-anak diam menjadi cara untuk tidak berinteraksi dengan dunia. Diam bukan pilihan yang disadari, melainkan respons neurologis terhadap stres dan trauma ekstrem (BBC Indonesia Sabtu, 30 mei 2026).

Derita sunyi yang dialami anak-anak Gaza hingga mereka kehilangan kemampuan berbicara adalah dampak kejahatan entitas zionis yang terus menyerang, membunuh dan menghancurkan Gaza.

Skenario genosida rakyat Gaza dilakukan untuk menghancurkan fisik dan mental penduduk Gaza.

Dunia tak mampu menghentikan kejahatan entitas zionis ini, kecuali sedikit bantuan kemanusiaan. Sementara penguasa muslim justru melakukan penghianatan terhadap perjuangan muslim Palestina. Mereka terus melakukan kerjasama dan bermanis muka terhadap zionis Yahudi dan Amerika, dan membiarkan Palestina menjadi tanah jajahannya.

Umat Islam kehilangan perisai (junnah) yang melindungi, yaitu khilafah (kepemimpinan) Islam. Persatuan umat saat ini terpecah belah, wajar jika mudah diterkam musuh. 

Derita anak-anak Palestina harus segera diakhiri, jika tidak maka trauma yang terjadi tak akan sembuh dengan mudah. Bukan hanya sekedar diterapi, tapi negeri mereka harus dibebaskan dari penjajah Israel.

Palestina harus merdeka dari penjajahan.

 Kejahatan entitas yahudi harus dilawan dengan jihad fii sabilillah. Tentara harus dilawan dengan tentara, karena zionis Yahudi tidak memahami istilah diplomasi ataupun gencatan senjata. Hal ini terlihat jelas dari pelanggaran-pelanggaran atas perundingan yang disepakati PBB sebagai polisi dunia.

Oleh karena itu jihad fii Sabilillah harus dilakukan untuk mengusir zionis Yahudi dari bumi Palestina.

Untuk itu dibutuhkan institusi khilafah yang akan mengirimkan tentaranya untuk membebaskan Palestina.

Kesadaran perjuangan menegakkan khilafah ( kepemimpinan Islam) sangat penting bagi pembebasan Palestina dan persatuan kaum muslimin seluruh dunia. Karena hanya dengan bersatunya umat Islam di seluruh dunia dan menegakkan khilafah Islamiyyah palestina dan negeri-negeri Islam lain akan merdeka dari penjajahan dan kesengsaraan.

Hanya dengan menegakkan khilafah Islamiyyah maka akan terwujud keamanan dan bebas dari segala bentuk penjajahan. Hanya dengan sistem Islam, satu-satunya sistem yang Haq (benar) yang akan membawa manusia kepada cahaya (nur) Islam rahmatal lill alamin (rahmat bagi seluruh alam).

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update