Oleh. Tesya Ridal, S.T. (Aktivis Muslimah Tasikmalaya)
Pembantaian di Baitul Maqdis, Palestina, terus berlanjut. Namun, umat masih kebingungan dalam situasi ini. Ada yang memandang dengan emosi semata, banyak yang dengan air mata, tanpa tahu akar masalahnya.
Dikutip dari situs Al Jazeera, 18 Juni 2026, "More than 1,000 killed in Israel attacks on Gaza since ceasefire."
Serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di Kota Gaza telah menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 1.000 orang sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025.
Beginilah potret umat yang gagal menjalankan hukum-hukum-Nya. Padahal, Al-Qur'an jelas memberikan solusi.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ١٩١
Artinya:
“Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu, janganlah kamu perangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah: 191)
Islam adalah agama solusi. Bukan hanya perkara ibadah yang diatur, tetapi juga perkara negara.
Sayangnya, hukum-hukum Islam saat ini tidak mampu dijalankan secara kafah atau menyeluruh karena sistem yang dipakai adalah sistem kapitalis. Umat Muslim dunia tidak bersatu dalam satu kepemimpinan daulah atau negara Islam sehingga jihad ini belum bisa dilaksanakan.
Karena untuk mengomandoi jihad harus berdasarkan instruksi Khalifah. Persiapan persenjataan, strategi perang, dan persatuan umat Muslim dunia menjadi hal yang paling menentukan untuk menyelesaikan penjajahan oleh kafir Zionis dan Barat Amerika.
Penindasan bertahun-tahun kepada Muslim harus dihentikan dengan solusi dari Islam, bukan di meja hukum internasional yang jelas berpihak kepada penjajah.
Persatuan kaum Muslim yang utama, membuang sekat nasionalisme, serta menghilangkan ego atas segala perbedaan mazhab dan fikih demi persatuan menjadi jalan pembuka untuk kembalinya Islam yang mulia.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۙ ١٢
Artinya:
“(Jika kamu beriman dan berjihad), niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.”
(Q.S. Ash-Shaff: 12)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
وَاُخْرٰى تُحِبُّوْنَهَاۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ ١٣
Artinya:
“(Ada balasan) lain yang kamu sukai, (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.”
(Q.S. Ash-Shaff: 13)
Jadi, maukah kita menjadi bagian yang mendapatkan pertolongan Allah?
Wallahu a'lam bish-shawab.

No comments:
Post a Comment