Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Visi Indonesia Emas 2045, Akan Terwujud dengan Sistem Pendidikan Islam

Friday, May 15, 2026 | Friday, May 15, 2026 WIB

 


Oleh: Asham Ummu Laila (Relawan Opini Andoolo - Konawe Selatan) 


Dunia pendidikan Indonesia berulang kali diwarnai kabar yang mengusik nurani. Mulai dari guru yang dihina bahkan dipukul oleh siswa, guru yang diancam oleh orang tua siswa bahkan sampai kena hukuman, ada guru yang mengalami tekanan psikologis sehingga enggan menegur siswa untuk disiplin bahkan ada guru yang memilih diam untuk menghindari konflik. 


Belum tuntas persoalan ini, dunia pendidikan negeri ini kembali dihebohkan pula oleh kasus kerusakan moral di berbagai perguruan tinggi, yang melibatkan mahasiswa, dosen, bahkan oknum yang berstatus guru besar, bahkan di pondok pesantren. Belum lagi hasil pemantauan jaringan, pemantau pendidikan Indonesia menemukan terdapat 233 kasus kekerasan di lembaga pendidikan dalam tiga bulan terakhir (Kompas,14/ 04/ 2026).


Dengan kondisi semacam ini, visi Indonesia emas 2045 yang hendak mewujudkan generasi unggul secara menyeluruh memiliki kualitas intelektual tinggi, karakter kuat, sehat fisik, dan mental serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, sepertinya hanya akan menjadi ilusi.


Terlebih lagi, berbagai peristiwa ini bisa dibilang peristiwa yang terus berulang, tersebar, dan membentuk pola yang sama. Yang melahirkan sikap kurang bahkan tidak menghormati guru sebagai figur pendidik. Padahal dalam konstruksi sosial guru seyogyanya ditempatkan pada posisi terhormat. Karena tugasnya yang mulia yaitu mengajar sekaligus mendidik untuk membentuk kepribadian dan karakter anak didiknya agar dapat berhasil di masa depan.


Adanya pergeseran ini, sebenarnya menggambarkan adanya masalah serius dalam dunia pendidikan kita hari ini. Apabila digali secara mendalam, fenomena tersebut tidak terlepas dari paradigma pendidikan yang diterapkan berasal dari kerangka sekuler kapitalis yaitu sistem pendidikan cenderung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pendidikan hanya sekedar transfer ilmu, keberhasilan diukur melalui angka atau nilai, peringkat, serapan kerja, dan keprofesionalan. Namun di sisi lain aspek karakter dikesampingkan, bahkan diabaikan. Sebab sistem sekuler pada hakekatnya memisahkan aturan agama dari ruang publik, termasuk dalam bidang pendidikan.


Pada akhirnya sistem ini akan melahirkan generasi yang mungkin cerdas secara akademik tapi rapuh secara moral, mereka akan terpola bersikap kritik dalam menuntut hak tetapi kurang dalam melaksanakan kewajiban sehingga mereka pekah terhadap ketidak nyamanannya tetapi mereka tidak memiliki kepekaaan dan empati untuk orang lain. Sehingga seorang guru yang dihina atau mendapatkan perlakuan kekerasan atau sebaliknya dalam sistem sekuler hari ini adalah sebuah konsekuensi atau kewajaran karena adab tidak ditanamkan kepada diri anak didik sebagai fondasi dalam dunia pendidikan.


Berbeda dengan pandangan sistem Islam mengenai pendidikan. Dalam Islam pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses transfer ilmu melainkan pendidikan dipandang sebagai proses pembentukkan kepribadian manusia seutuhnya dengan mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam satu kesatuan. Kita tahu bahwa tujuan pendidikan dalam sistem Islam adalah melahirkan peserta didik yang bertaqwa dan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap amal perbuatannya. Dari sinilah kemudian akan lahir kesadaran moral yang kokoh dikalangan peserta didik terlebih lagi para pendidik tentunya. 


Islam memandang bahwa sebagai solusi persoalan pendidikan negeri ini adalah harus ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh dengan menjadikan aqidah Islam sebagai fondasi, ilmu sebagai jalan dan kepribadian Islam sebagai tujuan sehingga akan membentuk peribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga beradab. Dan pendidikan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja tetapi akan melahirkan manusia yang bertanggung jawab di dunia dan akhirat. Bila ini telah terwujud maka visi Indonesia Emas 2045 tidak akan hanya sekedar mimpi tetapi akan terwujud secara nyata. Wallahu’alam Bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update