Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Semakin Berat

Monday, May 25, 2026 | Monday, May 25, 2026 WIB


Oleh: Ummi Nissa 

Pegiat Literasi 


Belakangan ini masyarakat kembali dibuat cemas dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Mungkin bagi kalangan atas hal ini hanya terlihat sebagai angka di layar berita ekonomi. Namun bagi emak-emak di rumah, dampaknya langsung terasa di dapur. Harga kebutuhan pokok perlahan naik, biaya transportasi bertambah, tarif listrik dan berbagai kebutuhan lain ikut menekan pengeluaran keluarga.


Keadaan ini membuat kehidupan masyarakat menengah-bawah semakin berat. Penghasilan tetap, tetapi kebutuhan terus meningkat. Banyak ibu rumah tangga harus memutar otak agar uang belanja cukup sampai akhir bulan. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang meminjam ke tetangga, koperasi, bahkan terjerat pinjaman online. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , outstanding pembiayaan oleh industri pinjaman online alias pinjol mencapai Rp98,54 triliun per Januari 2026. Naik 25 persen.(bisnis.com)


Dampak Melemahnya Nilai Rupiah 


Melemahnya rupiah tentu tidak terjadi begitu saja. Kondisi politik internasional, termasuk memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, ikut memengaruhi pasar global. Ketidakstabilan dunia membuat nilai dolar semakin kuat, sementara rupiah ikut tertekan. Akibatnya, harga bahan baku impor dan energi meningkat. Ujung-ujungnya, rakyat kecil lagi yang harus menanggung dampaknya.


Sayangnya, di tengah kesulitan masyarakat, pemerintah justru masih menganggap kondisi ekonomi dalam keadaan aman. Pernyataan seperti ini terasa jauh dari kenyataan yang dihadapi rakyat. Sebab yang dirasakan masyarakat saat ini bukanlah kondisi aman, melainkan hidup yang semakin sesak. Ketika harga kebutuhan naik, rakyat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar pernyataan yang menenangkan.


Kapitalisme Akar Persoalan yang Terjadi 


Ketidakpekaan terhadap kondisi rakyat dapat membuat penyelesaian masalah menjadi keliru. Kebijakan ekonomi yang diambil sering kali tidak menyentuh akar persoalan. Bahkan utang negara terus bertambah dan pada akhirnya rakyat pula yang harus menanggung bebannya, baik melalui pajak maupun kenaikan harga berbagai kebutuhan. Rakyat seperti dibiarkan berjuang sendiri menghadapi sulitnya kehidupan.


Dalam sistem ekonomi kapitalis saat ini, stabilitas ekonomi sangat mudah terguncang oleh kondisi global. Nilai mata uang bisa naik turun mengikuti pasar dan kepentingan negara-negara besar. Akibatnya, negara berkembang seperti Indonesia menjadi sangat rentan mengalami tekanan ekonomi.


Sistem Islam Sebagai Solusi 


Berbeda dengan Islam. Sistem ekonomi Islam memiliki mekanisme yang lebih kuat untuk menjaga kestabilan ekonomi. Islam menerapkan sistem mata uang berbasis emas dan perak yang nilainya lebih stabil dan tidak mudah dipermainkan pasar. Dengan sistem ini, gejolak nilai tukar dapat diminimalkan sehingga kehidupan masyarakat lebih terlindungi.


Selain itu, Islam juga melarang riba yang menjadi salah satu sumber kerusakan ekonomi. Negara dalam Islam wajib menjaga distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan tertentu. Kepemilikan umum juga diatur sehingga sumber daya alam tidak dikuasai segelintir pihak. Dengan begitu, harga-harga kebutuhan masyarakat dapat lebih terkendali.


Islam memandang pemimpin sebagai ra'in, yaitu pengurus rakyat, sekaligus junnah, yakni pelindung bagi masyarakat. Rasulullah saw. Bersabda:

"Imam(Pemimpin) adalah raa'in (pengurus), Ia Bertanggung jawab atas rakyat yang di pimpinnya."(HR.Bukhari)


Pemimpin tidak boleh membiarkan rakyat hidup dalam kesulitan. Kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab negara sepenuhnya. Karena itu, negara wajib hadir memberikan perlindungan dan menjamin kebutuhan hidup rakyat agar tidak terjebak dalam kesengsaraan.


Sudah saatnya persoalan ekonomi tidak hanya dipandang dari sisi angka dan pertumbuhan semata. Yang paling penting adalah bagaimana rakyat bisa hidup tenang, kebutuhan tercukupi, dan tidak dihantui kesulitan setiap hari. Sebab ketika rupiah terus melemah dan rakyat makin terhimpit, yang dibutuhkan bukan sekadar janji, tetapi solusi yang benar-benar berpihak pada kehidupan masyarakat. Hanya dengan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh semua persoalan manusia dapat di selesaikan.


Wallahua'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update