Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebenaran Hanya Ada Pada Islam

Wednesday, May 20, 2026 | Wednesday, May 20, 2026 WIB





Oleh Wida Eliana

Ibu Rumah Tangga


Presiden Prabowo menegaskan pemerintah berada di jalan yang benar, membela keadilan, memberantas kemiskinan, menghilangkan kelaparan, berada di jalan yang bersih, suci, dan diridhai Tuhan.


Semua kepala pemerintahan mengklaim berada di jalan yang benar dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Klaim tersebut harus dibuktikan lewat kebijakan yang dijalankan apakah sesuai aturan Allah Swt. atau menabrak hukum-hukum-Nya. Indonesia sejak awal dikelola menggunakan aturan Kapitalisme-sekuler, bukan Islam. Utang Indonesia tidak pernah lepas dari sistem ribawi. Utang Indonesia per akhir Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun. Anggaran bunga cicilan utang sebesar Rp599,4 triliun. Utang yang besar tersebut tidak mampu menurunkan angka kemiskinan.


Kemudian dalam politik luar negeri, Indonesia semakin terlihat manut pada kepentingan dan tekanan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART), Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) dan Board of Peace (BoP). Perjanjian ART dianggap merugikan Indonesia karena harus membebaskan bea masuk produk AS, membeli produk AS dan membeli puluhan pesawat Boeing. ART dan MDCP juga dinilai membahayakan kedaulatan negara.


Sementara itu keberpihakan Indonesia terhadap Gaza dan Palestina dipertanyakan setelah adanya pernyataan tentang keamanan Israel dan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace. Padahal Israel terus melakukan penjajahan, teror, dan genosida. Selain itu pada perang Iran sekarang, Indonesia juga tidak berani mengecam serangan AS dan Israel ke Iran serta tidak mengecam langsung Israel setelah empat prajurit TNI di Lebanon tewas akibat serangan Israel.


Ukuran kebenaran bukan berasal dari klaim pribadi atau penilaian manusia, tetapi mengimani Allah Swt. secara haq dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya Pembuat hukum dan aturan kehidupan. Kaum Ahlul Kitab disebut menjadikan rahib dan pendeta sebagai pembuat hukum selain Allah Swt. Mereka menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Hal itu disebut sebagai bentuk penyembahan kepada mereka. Karena Allah Swt. dan Rasulullah saw. menjelaskan bahwa mengikuti ketetapan para rahib dan pendeta merupakan bentuk penyembahan kepada mereka.


Penguasa dikatakan berada dalam kebenaran saat menerapkan dan memberlakukan hanya syariah Islam sebagai aturan negara. Penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah disebut kafir, zalim, atau fasik.


Penguasa juga haram memberikan jalan kepada negara-negara kafir untuk menguasai kaum Muslim melalui utang, penguasaan SDA, dan perjanjian yang menguntungkan mereka. Dia harus meyakini bahwa hanya syariah Islam yang mampu mengantarkan rakyat pada keberkahan dan keadilan. Tidak ada aturan kehidupan yang lebih baik dibandingkan aturan Islam. Allah berfirman:

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?".

Wallahu a'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update