Innalilahi wa Inna raaji'uun. Dehumanisasi muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan, menimpa tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak-anak. Yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanah nya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan.
Wilayah yang dikuasai Zionis makin luas. Mereka juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan.
Gaza menjadi tempat paling mematikan bagi jurnalis. Lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023.
Diberitakan dari SindoNews. TEPI BARAT - Para pemukim ekstremis Israel telah memaksa warga Palestina untuk menggali kembali kuburan seorang pria di tanah Palestina di Tepi Barat bagian utara. Warga tersebut dipaksa untuk memindahkan jenazah tersebut ke lokasi lain dengan alasan kuburan itu terlalu dekat dengan pemukiman Israel. Mengutip laporan dari The Times of Israel, Minggu (10/5/2026), insiden menegangkan itu terjadi pada hari Jumat. Para tentara militer Israel atau IDF hanya berdiri dan menyaksikan kejadian ini di dekat pemukiman Sa-Nur, yang penduduk aslinya dievakuasi paksa 20 tahun lalu dan secara resmi dibuka kembali bulan lalu.
Meskipun IDF mengakui bahwa pemakaman telah dikoordinasikan sebelumnya, para pemukim dari Sa-Nur kemudian tiba di lokasi dengan alat penggali dan memaksa warga Palestina untuk menggali kuburan tersebut.
IDF mengatakan mereka tiba di lokasi kejadian setelah adanya laporan ketegangan, menambahkan bahwa mereka menyita alat penggali dari para pemukim dan tetap berada di lokasi untuk mencegah gesekan lebih lanjut. Rekaman video yang dibagikan secara daring menunjukkan warga Palestina memindahkan jenazah yang telah digali, dibungkus kain putih, sementara tentara IDF dan para pemukim ekstremis menonton. Tidak jelas di mana jenazah pria bernama Hussein Asasa itu kemudian dimakamkan. Keluarga mengatakan para pemukim ekstremis Israel melempari mereka dengan batu saat mereka memindahkan jenazah Asasa. IDF mengeklaim akan menyelidiki insiden tersebut.
Jumlah masyarakat yang jadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang tewas dan 172.535 orang luka-luka. Banyak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang.
Zionis tidak mempedulikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS, untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia, Zionis menargetkan pembunuhan para jurnalis.
Dilansir dari Istanbul (ANTARA) - Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu, demikian dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel, Minggu (3/5).
Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, Israel menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza, menurut laporan penyiar tersebut.
Sementara itu, kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina itu.
Pejabat militer senior Israel “mendesak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza dan meyakini bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk mengalahkan Hamas,” demikian laporan radio tersebut.
Media itu juga melaporkan adanya persiapan militer untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran, dengan mencatat bahwa tentara telah mengurangi kekuatan di Lebanon selatan dan mengerahkan kembali brigade reguler ke Gaza serta Tepi Barat.
Disebutkan pula bahwa komando wilayah selatan telah menyelesaikan rencana operasional dan siap melanjutkan pertempuran jika diperintahkan oleh kepemimpinan politik.
Laporan itu mencuat di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung oleh Israel di wilayah Jalur Gaza serta serangan di wilayah Tepi Barat.
Gencatan senjata tersebut sebelumnya dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil.
Ya Ayyuhal Muslimun. Dunia dan kaum muslim seharusnya tidak diam atas pendudukan Gaza. Akar masalah Gaza adalah keberadaan entitas Zionis di tanah milik muslim Palestina sehingga entitas ini harus dihapuskan dari muka bumi.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal : 73
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ"
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (saling menolong dan membela sesama muslim), niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar."
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari (No. 2262) dan Muslim:"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya (disakiti/dizalimi).
Diamnya kaum muslimin atas pendudukan Gaza oleh entitas zionis Israel laknatullah ditanah milik muslim Palestina adalah bentuk penghianatan kepada Allah dan rasul-Nya dan orang-orang mukmin.
Palestina adalah tanah milik umat Islam yang dibebaskan dengan darah suci para syuhada, tanah para Nabi , tanah yang sekeliling nya juga diberkahi oleh Allah SWT. Disana ada Baitul maqdis yaitu Al -Quds kiblat pertama umat Islam.
Tanah yang dibebaskan oleh Kholifah Umar bin Khattab dan Salahuddin Al Ayyubi dari kaum salibis dan berstatus sebagai tanah kharajiyyah. Maka haram menyerahkan atau membiarkannya diduduki oleh Zionis laknatullah.
Penguasa di lebih dari 50 negeri muslim hari ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina karena mereka terbelenggu oleh nasionalisme yang telah mengikis ukhuwah Islamiyah.
Nasionalisme adalah perasaan cinta tanah air yang busuk dan menjijikan yang sengaja di tanamkan dibenak penguasa muslim penghianat, boneka barat penjajah untuk menghalangi persatuan negeri muslim dan umat untuk merasakan persaudaraan muslim sebagai satu tubuh.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)
Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)
Nasionalisme ini telah menyekat negeri-negeri muslim dalam negara nation state. Sehingga mereka sibuk dengan urusan dalam negeri masing-masing. Dan menganggap urusan dan penderitaan saudara muslim di negeri yang lain bukan urusan mereka dan penderitaan mereka.
Padahal umat Islam itu bersaudara dan umat yang satu walaupun mereka berbeda negeri dan wilayah. Namun begitulah kaum kafir penjajah berhasil memecah belah umat Islam ini. Dengan adanya nasionalisme dan pemimpin muslim penghianat.
Seandainya para penguasa muslim itu menghancurkan sekat sekat nation state itudan mencampakkan nasionalisme dan menjadikan aqidah Islam sebagai standar mencintai saudaranya yang muslim, yang sedang ditindas dan dizolimi oleh Zionis secara mengerikan.
Maka tentu mereka akan segera marah dan mengirimkan tentara dan pasukan perang serta peralatan perangnya yang canggih untuk memerangi zionis dan mengusir pemukim entitas zionis yahudi yang merampas dan menduduki tanah Gaza. Dan Palestina dapat ditolong serta merdeka dari genosida dan penjajahan zionis Israel.
Maka umat 2 milyar ini, umat Islam yang dijanjikan Allah SWT adalah sebagai umat yang terbaik ditengah umat manusia ini, wajib menyadari dengan kesadaran penuh. Bahwa pembebasan Palestina butuh ukhuwah Islamiah hakiki berupa persatuan muslim sedunia untuk berjihad.
Karena telah nyata nasionalismelah yang menjadi pengikis persaudaraan muslim dan persatuan umat. Hanya ukhuwah Islamiyyah yang dapat menyatukan umat dan negeri muslim, dimana umat Islam adalah umat diikat dengan ikatan aqidah Islam yaitu Laailahaillallah Muhammadarrasulullah.
Mestinya umat sadar dengan ikatan aqidah ini kaum muslimin tidak akan rela melihat para penguasa muslim bermesraan dengan kaum kafir penjajah, Amerika dan sekutunya serta Israel laknatullah. Dan kaum muslimin tidak akan rela para penguasa mereka bekerjasama dengan penjajah itu untuk menindas saudara muslim Palestina Gaza.
Dan dengan ikatan aqidah Islam ini jugaa umat mestinya segera menolong saudara Palestina dengan pertolongan yang hakiki membebaskan Palestina dan penduduk Gaza. Dan mestinya umat Islam segera sadar bahwa ukhuwah itu bisa diwujudkan dengan tegaknya khilafah.
Ukhuwah ini hanya terwujud dengan
Khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat.
Khilafah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus me-riayah warga Palestina agar bisa hidup mulia.
Sebagaimana dahulu Rasulullah Saw ketika memimpin di Madinah sebagai daulah Islam melindungi rakyat daulah dari kezaliman kaum kafir dan sekutunya dan juga yang dilakukan para Kholifah sesudahnya selama 13 abad lamanya membebaskan Palestina dari kaum salibis dan juga mengurusi dan melindungi penduduk Palestina ketika dalam berada dalam naungan Khilafah. Hidup penuh dengan kemuliaan, kesejahteraan, dan harmonis dengan non muslim di Palestina dalam naungan Islam.
Bahkan bukan hanya mengurus penduduk Palestina namun ketika ada Khilafah seluruh negeri muslim akan bersatu dan negeri muslim yang tertindas dan dizolimi kaum kafir akan dibebaskan dan disejahterakan oleh Khilafah.
Tidak seperti hari ini, sistem demokrasi kapalitalisme diktator yang menyengsarakan dan menghinakan kaum muslimin diberbagai penjuru negeri.
Alhasil, hanya dengan Khilafah dan jihad, dehumanisasi muslim Palestina oleh Zionis Israel yang makin mengerikan ini segera dapat di akhiri.
Khilafah adalah perisai dan pelindung umat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، ...
“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.
Demikianlah agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini adalah penegakan Khilafah yang akan mengerahkan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas Zionis.
Saudara Anda Hizbut Tahrir di seluruh dunia. Tiada pernah bosan dan berputus asa dalam menyampaikan seruan dakwah ini kepada umat yang mulia ini. Agar mereka memfokuskan Agenda penegakan Khilafah ini tidak terpalingkan oleh propaganda barat penjajah untuk menghalangi tegaknya persatuan umat melalui tegaknya Khilafah kembali. Dan mengajak bersama dalam perjuangan ini.
Sesungguhnya Allah azza wa jalla telah mengingatkan orang orang mukmin dalam QS.Al-anfal:24.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ.
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
Wallahu a'lam bisshawwab.

No comments:
Post a Comment