Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bebaskan Palestina dengan Ukhuwah Islamiah Hakiki

Thursday, May 14, 2026 | Thursday, May 14, 2026 WIB
Bebaskan Palestina dengan Ukhuwah Islamiah Hakiki

Oleh Agus Susanti
Aktivis Umat Serdang Bedagai 


Bertahun sudah rakyat Palestina harus menanggung akibat dari kebengisan zionis Israel. Meskipun sudah dilakukan genjatan senjata, faktanya zionis masih saja melanggar dan melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Genosida yang tidak lagi memandang rakyat Palestina sebagai manusia yang harus dihargai jiwa dan raganya. Kebiadaban yang banyak melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan pelanggaran Internasional yakni penargetan para jurnalis untuk membungkam dunia.



*Dehumanisasi Muslim Palestina*


Dehumanisasi Muslim Palestina yang dilakukan oleh zionis sangat mengerikan. Perlakuan yang tak manusiawi tersebut bukan hanya dilakukan pada orang yang hidup, tetapi juga bagi yang sudah mati. Rakyat Palestina yang masih hidup mereka targetkan untuk dibantai hingga mati, tanpa terkecuali anak-anak. Sedangkan yang sudah mati jenazahnya tidak diperbolehkan dikubur di tanah Palestina, yakni tanah kelahirannya sendiri, zionis bahkan memaksa agar kuburan yang sudah ada dibongkar dan dipindahkan.


Sejak Oktober 2023, di Palestina sebanyak 72.736 korban tewas dan 172.535 orang luka-luka. Di seluruh jalur Gaza, rumah sakit yang masih beroperasi menerima setidaknya 5 korban mati dan 15 korban terluka dalam 24 jam terakhir. Kondisi di lapangan yang belum kondusif berakibat tim penyelamat dan ambulance kesulitan menjangkau korban yang masih terjebak di antara reruntuhan dan di jalan-jalan. (m.antaranews.com, 10-5-26)


Kebengisan yang dilakukan sudah tidak bisa diterima, sementara para penguasa dilebih dari 50 negeri muslim sampai hari ini tidak bergerak melakukan jihad membebaskan Palestina sebab terbelenggu dengan sekat nasionalisme. Padahal muslim itu adalah saudara layaknya satu tubuh. Sebagaimana hadis Nabi saw,: "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan mengasihi, dan menyayangi di antara mereka ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakannya. (HR.Muslim)


Yatim dan piatu di Palestina terus bertambah, banyak anak-anak Palestina yang tubuhnya di amputasi akibat kebengisan zionis. Dehumanisasi rakyat Palestina harus segera dihentikan, namun itu semua hanya bisa terwujud dengan ukhuwah islamiah hakiki yakni di bawah naungan Khilafah. Sebab hanya Khilafah yang mampu menyatukan seluruh kaum muslim dalam satu komando di bawah kepemimpinan seorang Khalifah untuk bersatu menghancurkan zionis Israel dan membebaskan rakyat Palestina.



*Gaza, Tempat Mematikan Bagi Jurnalis*


Kebiadaban zionis Israel terhadap rakyat Gaza, Palestina sejatinya tidak akan mungkin bisa sampai terekspos ke seluruh penjuru dunia tanpa adanya peran para jurnalis dari berbagai negeri. Namun lagi-lagi Isreal dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari As terus berupaya untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida tanpa memedulikan kesepakatan gencatan senjata hingga korban terus bertambah banyak. Tak hanya rakyat sipil dan anak-anak, zionis bahkan menargetkan pembunuhan bagi para jurnalis. Hal itu jelas mereka lakukan untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia. Hal ini menyalahi aturan internasional dalam sebuah peperangan, sebab pers adalah pihak netral sebagaimana pihak medis yang tidak boleh dijadikan target operasi.


Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa jalur Gaza sebagai tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.  Badan PBB mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata, bukan sekadar keamanan dan aksi solidaritas. OHCHR memverifikasi hampir 300 jurnalis mati, dan banyak yang luka-luka sejak 2023 ketika zionis Israel mulai melakukan agresi ke Gaza. (bali.antaranews.com, 4-5-2026)



*Penegakan Khilafah Agenda Utama untuk Palestina*


Dunia dan kaum muslim tidak boleh diam atas pendudukan Gaza. Akar masalah Gaza adalah keberadaan entitas zionis Israel di tanah milik muslim Palestina, sehingga entitas ini harus dihapuskan dari tanah Palestina bahkan dari muka bumi. Para pemimpin negeri muslim harus bisa melepaskan belenggu nasionalisme yang membuat mereka tidak memiliki rasa ukhuwah islamiah lagi. 


Apa yang dilakukan zionis di tanah Palestina harusnya cukup membuka mata para pemimpin negeri muslim dan kaum muslimin di seluruh dunia. Genosida yang zionis lakukan  jelas merupakan problem umat muslim seluruh dunia, sebab yang mereka lakukan bukan lagi sekadar penjajahan tanah melainkan genosida kaum muslim.


Pembebasan Palestina membutuhkan adanya ukhuwah islamiah hakiki, yakni persatuan muslim sedunia untuk berjihad. Ukhuwah tersebut hanya akan terwujud dengan keberadaan Khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat. Khilafah yang mampu menghentikan pendudukan dan genosida zionis terhadap rakyat Palestina serta mengembalikan tanah tersebut pada pemiliknya, sekaligus melakukan ri'ayah atas warga Palestina agar bisa hidup mulia. Sebagaimana hadits Rasulullah yang artinya ;

“Sesungguhnya seorang imam itu adalah perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng." (HR. Bukhari dan Muslim


Oleh karna itu agenda utama yang harus dilakukan umat Islam hari ini adalah penegakan Khilafah yang akan menghantarkan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas zionis Israel untuk selamanya.


Wallahua'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update