Oleh Nengsih
Setiap tahun, pasca idul Fitri, arus urbanisasi kembali meningkat. Kota-kota besar dipadati pendatang baru dari desa yang datang dengan satu harapan: kehidupan yang lebih layak. Fenomena ini kerap dianggap sebagai dinamika biasa dalam pembangunan. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, urbanisasi justru menjadi cermin nyata ketimpangan yang terus berulang.
Desa perlahan kehilangan sumber daya manusia produktifnya. Generasi muda memilih pergi karena minimnya lapangan pekerjaan dan terbatasnya akses ekonomi. Di sisi lain, kota semakin padat dan terbebani oleh lonjakan penduduk yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja maupun fasilitas publik. Akibatnya, berbagai persoalan sosial baru pun bermunculan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan masih belum merata. Kebijakan ekonomi cenderung terpusat dikota, menjadikannya magnet utama aktifitas industri dan investasi. Sementara itu, desa kerap hanyabmenjadi objek kebijakan tanpa penguatan yang signifikan. Program-program pembangunan desa seringkali belum mampu menjawab kebutuhan riil Masyarakat.
Urbanisasi akhirnya bukan lagi sekedar perpindahan penduduk, tetapi menjadi sinyal adanya masalah struktural dalam tata kelola pembangunan. Ketika seseorang harus meninggalkan kampung halamannya demo memenuhi kebutuhan dasar, maka ada yang perlu dikoreksi dalam sistem yg berjalan.
Dalam perspektif Islam, negara memiliki tanggung jawab sebagai pengurus rakyat yang memastikan kesejahteraan setiap individu. Pembangunan seharusnya tidak terpusat di suatu wilayah, melainkan merata hingga ke pelosok. Potensi desa seperti sektor pertanian dan sumber daya lokal, perlu dikelola secara optimal agar mampu menjadi penopang kehidupan masyarakatnya sendiri.
Sudah saatnya urbanisasi tidak lagi dipandang sebagai fenomena rutin semata. Ia adalah pesan kuat bahwa ketimpangan masih terjadi dan menuntut solusi yang mendasar. Tanpa perbaikan yang serius, arus ini akan terus berulang, meninggalkan desa dalam ketertinggalan dan menambah beban bagi kota.
No comments:
Post a Comment