Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Rapuh, Dampak Penerapan Pendidikan Sekuler

Saturday, March 14, 2026 | Saturday, March 14, 2026 WIB

 


Oleh Suherti

Aktivis Muslimah

 

Bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam. Bulan dilipatgandakan pahala kebaikan dan di wajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi  juga menahan hawa nafsu, agar terbentuk manusia yang bertakwa dan berkepribadian mulia.

 Tetapi sangat di sayangkan, bulan suci dinodai dengan kejadian tragis penganiayaan yang menimpa seorang mahasiswi, yang bernama Faradilla Ayu. Korban dibacok mahasiswa yang berinisial RM di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Kamis pagi, 26 Februari 2026 pukul 08.30 WIB. Saat korban akan mengikuti seminar proposal. Tindakan membabi-buta ini mengakibatkan korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tangan. (metrotvnnews.com)

 Kejadian tersebut mencerminkan bahwa generasi muda saat ini rapuh  iman, tidak mampu menahan gejolak hawa nafsu. Hanya karena persoalan pribadi yaitu penolakan cinta yang menghantarkan  pada aktivitas kekerasan. Ini mencerminkan kegagalan sistem pendidikan sekuler saat ini dalam membentuk generasi yang beriman dan  berkepribadian mulia. Karena perbuatan generasi muda yang tidak bertanggungjawab, masa depan bangsa dipertaruhkan. Sebab, generasi muda sesungguhnya adalah tonggak perubahan masa depan suatu bangsa, maju mundurnya di tentukan oleh generasi mudanya.

Pendidikan berbasis Kapitalis kurang memprioritaskan pembinaan generasi, ditambah dengan penerapan normalisasi nilai-nilai liberalisme, khususnya pergaulan bebas membentuk karakter  generasi saat ini berperilaku bertentangan dengan norma agama. Mahasiswa seharusnya menjadi benteng pertahanan melawan segala macam kerusakan yang ada di masyarakat. Generasi saat ini dinilai hanya sebagai faktor ekonomi yang produktif yang mampu menghasilkan materi sebanyak-banyaknya yang menjadi standar kebahagiaan sistem saat ini.

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah menjadi dasar kurikulum pendidikannya. Pendidikan berbasis akidah Islam akan mencetak generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat Islam, yang sadar  perbuatannya akan di pertanggung jawaban, bukan hanya di dunia, tetapi di akhirat. Sehingga perbuatannya seharusnya selalu terikat dengan halal dan haram. Berusaha menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang  bertakwa, bukan hanya mengejar pencapaian nilai akademik yang berorientasi pada materi.

Masyarakat yang diatur dengan aturan Islam juga akan saling peduli satu sama lain, saling mengingatkan dalam kebaikan dan bersama-sama menentang kemaksiatan.

Seperti yang Allah firmankan dalam Al-Qur'an:

 

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

 

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al Imron: 104)

Jika kita mengharapkan generasi muda saat ini seperti generasi sekuat muhamad Al-Fatih, yang di usia muda mampu menaklukkan kota konstantinopel atau ahli ilmu seperti keempat imam mahzab, maka sistem pendidikan yang diterapkan harus menggunakan kurikulum Islam. Sistem pendidikan Islam terbukti telah melahirkan ahli ilmu dan ulama-ulama hebat, yang  berkepribadian mulia. Mereka taat kepada syariat, dan hidup di lingkungan masyarakat yang saling peduli dan saling mengingatkan dalam kebaikan, dan mengajak untuk bersama-sama taat syariat.

Semua itu dapat terwujud  jika kita kembali menegakkan Daulah Islam yang akan menjalankan semua yang Allah perintahkan dalam Al-Qur'an, agar terwujud Islam menjadi rahmat bagi seluruh Alam.

Wallahualam bissawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update