Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peran perempuan dalam lilitan sistem sekulerisme.

Wednesday, February 25, 2026 | Wednesday, February 25, 2026 WIB

 



 Oleh : Herra (aktivis muslimah)



Sedikitnya tujuh usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung ikut serta di ajang tahunan pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara INACRAFT 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat 6 Februari 2026. 

Ketujuh peserta tersebut adalah perempuan, sesuai tema Inacraft kali ini “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang lebih menonjolkan karya perempuan. Ketujuh peserta mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung. 

melalui INACRAFT ini produk unggulan Kabupaten Bandung diharapkan dapat dipromosikan di pasar global. Apalagi menurutnya produk UKM Kabupaten Bandung tidak diragukan lagi kualitasnya.

Tema INACRAFT 2026:

“Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, menonjolkan peran perempuan dalam dunia kerajinan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari:

Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Bandung Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung. Tujuan utamnya adalah promosi produk UKM Kabupaten Bandung ke pasar global.

(RRI.CO.I,07 Februari 2026)


Fenomena womenpreneur (wirausahawan perempuan) yang meningkat pesat saat ini tentu bukan hanya fenomena semata tanpa rekayasa yang di persiapkan. Landasan dari sistem sekulerisme yang mengarah pada tujuan yang satu yaitu materi memaksa pihak untuk menghasilkan materi sebanyak- banyaknya tak terkecuali para perempuan. 


Pandangan sekuler inilah yang merusak fitrah perempuan, di mana fokus pada karier bisnis membuat peran utama sebagai ibu dan pengelola rumah tangga terabaikan. Dalam sistem sekuler, etika bisnis seringkali dilepaskan dari nilai-nilai agama, mengutamakan keuntungan materiil semata (materialisme) tanpa melihat halal haram, 

Tekanan Ganda (Double Burden) Perempuan dituntut sukses secara bisnis namun juga diharapkan tetap menjalankan peran domestik, menimbulkan stres dan ketidakseimbangan kehidupan-kerja.

Sekularisme pun berpotensi mengikis nilai-nilai budaya dan agama yang menekankan pentingnya rumah tangga, digantikan oleh budaya hedonisme atau kesuksesan yang diukur hanya dari materi. Fakta membuktikan banyaknya anak- anak terbengkalai, kewajiban rumah terabaikan, suami sedikit perhatian karena sibuknya seorang istri menjadi pemicu retaknya rumahtangga.


Womenpreneur itu boleh, namun benarkah hal ini mampu menyelesaikan akar masalah yg membelit ekonomi negeri ini? Benarkah keterlibatan perempuan dalam ekonomi dan perdagangan mampu mengatasi masalah keterpurukan ekonomi dan benarkah pasar ekonomi global mampu menjadi solusi hakiki utk perkembangan ekonomi lokal? 

Dan ini adalah dampak dari sistem sekulerisme yang di berlakukan hari ini, semua bertujuan pada materi semata. 



Dalam pandangan Islam women preneur diperbolehkan, bahkan didukung selama tidak mengabaikan kewajiban utama sebagai istri dan ibu. Islam memandang perempuan memiliki hak yang setara dalam berbisnis untuk membantu ekonomi keluarga, mandiri, dan memberi manfaat sosial, asalkan tetap mematuhi syariat seperti menutup aurat, meminta izin wali/suami, dan menjaga perilaku, perempuan juga boleh melakukan aktivitas perdagangan bahkan dalam jangkauan lintas wilayah selama tetap memperhatikan koridor syariat Islam.

Negara Islam pun akan memastikan lapangan kerja tersedia bagi para suami sesuai kewajiban dari Allah, dan mengembalikan peran istri untuk lebih fokus menjadi ummun Warabatul bait dan pengembangan dakwah.

Terlebih negara Islam akan memberikan pemenuhan kebutuhan setiap individu yang akan di sediakan oleh negara sehingga beban hidup rakyat akan semakin ringan.


Negara islam berkewajiban mengatur ekspor-impor. Negara menjamin ekonomi bergerak dari sisi ekonomi riil, tidak ada unsur riba, gharar, atau eksploitasi. Walaupun secara industri, negara islam mengadopsi industri berbasis industri berat (perang). Negara wajib memfasilitasi perdagangan, tidak memungut pajak dan tidak membiarkan ekonomi dikuasai korporasi besar. Seperti yang terjadi di masa Rasulullah khulafaurrasyidin dan para kekhilafahan.


Wallahualam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update