Dartem
Jalur Gaza, palestina kembali digempur habis-habisan oleh militer Israel. Gencatan senjata kembali dilanggar oleh militer Israel, dan menewaskan 23 orang termasuk anak-anak, Rabu 4 februari 2026.
lingkungan Tuffah dan Zeitoun, 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel. Sedangkan serangan di kamp pengungsi Qizan Abu Rashwan, ada 4 orang meninggal. CNNIndonesia.com ,Kamis, (05 Feb 2026)
Bahkan menurut Kontributor Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum, rumah warga tak luput dari serangan pasukan isr*el
Dalam beberapa jam terakhir terjadi peningkatan aktivitas militer Isr*el
Sebanyak 520 warga di Palestina menjadi korban sejak ditetapkannya gencatan pada bulan Oktober lalu.
Serangan terus terjadi menggempur warga Gaza dan korban terus berjatuhan. Padahal, BOP digadang-gadang sebagai jalan keluar perdamaian di Gaza. Indonesia dikabarkan ikut bergabung atas nama perdamaian di Gaza. Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya, zionis tetap saja melakukan pelanggaran dengan tetap membombardir warga Gaza.
Kenapa negeri-negeri muslim selalu percaya dengan janji-janji manis gencatan senjata dan BOP yang notabene nya agenda licik AS?
AS seolah menjadi juru damai, padahal semua itu hanya kedok untuk melanggengkan penjajahan. Bagaimana mungkin, menyelesaikan permasalahan suatu negeri tapi negeri tersebut tidak termasuk didalamnya. Sungguh, ini adalah bentuk penghianatan terhadap umat Islam di seluruh dunia. Kita
Mirisnya lagi, para penguasa negeri-negeri muslim tidak bisa berkutik, semua diam dan ikut masuk bergabung dengan agenda yang diinisiasi oleh musuh Islam. Bahkan lebih mementingkan keamanan Isr*el dibandingkan Palestina. Sungguh pemikiran diluar akal sehat. Umat Islam mati-matian membela Palestina, para pemimpin negeri muslim justru mengkhianati perjuangan kaum muslim terutama pejuang di Gaza.
Begitulah mental kaum muslim dan pemimpin hari ini, lemah , terjajah pemikiran dan tersekat-sekat.
Sistem kapitalisme sekuler adalah biang-kerok dari semua problematika kehidupan hari ini. Nasionalisme adalah turunannya yang menjadikan umat tidak peduli dengan dengan nasib sesama muslim di negara lain. Isr*el adalah kaum yang suka berkhianat sejak dahulu hingga akhir zaman. Jadi, BOP yang di gagas AS tidak mungkin bisa memberikan keuntungan bagi Gaza sama sekali, justru semakin terjajah.
Kaum muslim seharusnya bersikap tegas dan kuat. Tidak seharusnya lembek tak berdaya. Umat Islam adalah umat yang satu, ibarat satu tubuh. Untuk menghapuskan penjajahan dibutuhkan persatuan seluruh kaum muslim seluruh dunia. Hilangkan sekat-sekat nasionalisme. Umat Islam tidak membutuhkan juru damai yang sejatinya hanya kedok untuk melanggengkan penjajahan. Janganlah tertipu dengan manuver politik AS yang sangat licik.
Pembebasan Palestina adalah sesuatu yang urgent yang harus diperjuangkan oleh umat Islam. Palestina akan bebas ketika zionis Israel diusir dari tanah Palestina, bukan dengan perundingan atau juru damai yang digagas oleh penjajah itu sendiri.
Disinilah pentingnya umat Islam melek politik agar tidak terkecoh dengan tipu daya kafir penjajah. Dengan Melek politik global kaum muslim akan tau mana kawan dan mana lawan. Sudah saatnya bangkit dari keterpurukan dan melawan segala bentuk penjajahan.
Oleh karena itu, harus ada upaya untuk menumbuhkan pemahaman Islam ditengah masyarakat. Agar masyarakat tau bahwa solusi masalah Gaza adalah dengan bersatunya kaum muslim dalam satu naungan yaitu KHILAFAH. Dengan khilafah, pasukan kaum muslim bersatu dalam satu komando seorang Khalifah, berjihad melawan penjajah dan mengusir mereka dari tanah Palestina yang diberkahi.
Wallahu a'lam bishawab

No comments:
Post a Comment