Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Islam Kaffah)
Saat panggung dunia direkayasa dengan skenario manusia, dirilis dengan single beraransemen genre sekularis kapitalis radikal, seluruh kebahagiaan menjadi semu. Perempuan yang seharusnya bersenandung bahagia, seluruh nyanyiannya menjadi tangisan yang menyayat hati, melemahkan jiwa, hingga menurunkan martabat seluruh jenis manusia yang seharusnya bergelar khaira ummah, bukan manusia pembunuh kejam yang tak layak bergelar manusia.
Perempuan adalah kehormatan yang harus dipelihara dan dijaga. Oleh karena itu, Allah menurunkan Islam sebagai aturan yang menjaga dan melindungi kaum perempuan. Memberikan rambu-rambu agar kaum hawa tidak terhina dan dihinakan oleh orang-orang yang suka menghina. Dan Islam secara paripurna memberikan penjagaan sempurna sesuai aturan Allah melalui sistem Islam yang menyeluruh.
Islam menempatkan perempuan dalam posisi terhormat hingga tercegah dari bahaya yang akan menyakiti dirinya.
Islam datang mengakhiri penindasan terhadap kaum perempuan, memberinya kesempatan mendapatkan kehormatan dan kemuliaan. Perempuan berkesempatan membangun rumah tangga serta memiliki suami dan anak-anak dalam naungan keluarga yang utuh dan membahagiakan bukan untuk mendapatkan penyiksaan. Perempuan diberikan derajat yang sama dengan pria dalam hal taqwa. Perempuan diberikan pula kebolehan mengapresiasi diri tanpa keluar dari fithrah kehormatannya. Seluruhnya telah diberikan Islam dengan penghargaan setinggi-tingginya. Dan itu tidak didapatkan dalam sistem sekuler kapitalis radikal seperti saat ini.
Butuh Peran Negara
Untuk memutuskan rantai kekejian bagi kaum perempuan di era saat ini tentunya ada yang harus dicampakkan, dibuang, dikubur sedalam-dalamnya. Racun dan penyakit sekuler kapitalis radikal harus dihancurkan sehancur-hancurnya, kemudian dilanjutkan dengan mengadopsi Islam sebagai aturan hidup bersama. Peradaban gelap Barat dengan gaya sekuler kapitalis radikal nya telah gagal memuliakan kaum perempuan, dan peradaban Islam telah terbukti berhasil menjaga kehormatan kaum perempuan, di mana saat itu perempuan benar-benar terjaga.
Terjaga bagai istri-istri nabi dan kaum muslimin yang termuliakan, terjaga dari penghinaan kehormatan muslimah (seruan seorang Muslimah pada amirul mu'minin saat diganggu yahudi), terjaga jiwa raganya secara nyata.
Namun semua itu butuh kekuatan dan kekuasaan. Butuh peran negara yang jelas, yang akan selalu menjamin terselanggaranya keamanan bagi kaum perempuan. Dan tentunya negaranya pun adalah negara yang jelas. Yaitu negara yang benar-benar menerapkan syariat Islam sebagaimana yang Rasulullah Muhammad SAW contohkan dalam bangunan Khilafah Islamiyyah.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment