Oleh: Fiani (Aktifis Muslimah Konsel)
Lagi-lagi gelombang bencana kembali menghantam berbagai daerah di tanah air. Dari banjir di kabupaten seribu, longsor menghantam kabupaten Cilacap dan Banjir besar terjadi di Sumatra, masih banyak lagi bencana terjadi di negeri ini. Kemudian ditengah derasnya hujan dan kondisi cuaca ekstrem, banyak warga masih belum dievakuasi, kondisi ini banyak yang kehilangan keluarganya, rumah mereka pun hancur. Dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun keterbatasan personel, serta sulitnya akses medan, serta cuaca yang tidak bersahabat membuat proses evakuasi berjalan lambat, lalu bagaimana kabar saudara-saudara kita yang terkena banjir ataupun longsor? Dan apa yang menyebabkan kan bencana ini terjadi?
Dilansir kompas.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi dan Sumatra Barat (5/12)
Bencana terus menerus terjadi diberbagai daerah, harusnya menjadi alaram buat kita semua termaksud pemerintah yang membuat kebijakan dengan memberikan izin ataupun tidak kepada pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan merusak alam dari aktivitas-aktivitas pertambangan tanpa melihat dampak yang menimpa rakyat. Kerja sama antar penguasa dan pengusaha yang membuahkan keuntungan masuk dikantong mereka, dan dampaknya menimpah rakyat yang berada lingkar tambang dan jejerannya. Sebab, Pohon yang terus menerus ditebang akan kehilangan fungsi penting ekosistem yang seharusnya menahan, menyerap dan mengatur air hujan. Kini kehilangan perekat alami dari akar pohon ketika hujan turun, tanah mudah tergerus bahkan muncul longsor di area perbukitan dan sedimentasi meningkat dan menyebabkan sungai dangkal yang berpotensi rawan banjir.
Bencana terjadi bukan takdir tapi disebabkan tangan-tangan manusia, sebab hujan turun sebagai rahmat dan barokah yang membawa kesuburan tanah rezeki bagi manusia dan hewan, penyejuk bumi dan sumber kehidupan. Namun, sistem hari ini mengubahnya menjadi bencana, berbeda dengan sistem Islam.
Dalam kacamata Islam, bencana memiliki dua dimensi yang pertama ruhiya yaitu bencana yang dimaknai sebagai tanda kekuasaan Allah SWT, ujian, peringatan, serta kelalaian manusia (seperti merusak lingkungan). Dimensi kedua Siyasiyah yaitu kebijakan/ politik, yang berkaitan dengan tanggung jawab pemimpin atau pemerintah dalam mengelola negeri ini, termaksud alam. Bencana terjadi menandakan gagalnya sistem kapitalis dalam mengurus alam, kebijakan yang diterapkan bukan untuk melindungi rakyat tapi justru membuat rakyat susah, bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan keluarga akibat bencana. Allah SWT berfirman:
_"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan oleh ulah tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali."_ (QS. Ar-Rum:41)
Ayat diatas jelas, bencana datang karena manusia sendiri yang minta, dengan merusak alam. Selama ini, respons selalu berulang bencana terjadi - terus ada korban - barulah pemerintah datang dengan wajah sedih dan membagikan bantuan. Dan terus dilakukan tanpa memutus akar masalah terjadinya bencana. Keterlambatan penanganan bencana bukan sekedar masalah teknis dilapangan tapi bukti bahwa Indonesia belum memiliki sistem mitigasi yang kokoh dan menyeluruh.
Kemudian dalam islam ada tiga jenis kepemilikan, pertama kepemilikan individu adalah izin yang diberikan oleh pembuat syariat untuk memanfaatkan benda, seperti lahan pertanian, perkebunan, maupun diperoleh melalui jual beli, warisan atau hibah.
Kedua kepemilikan umum, seperti air, api dan padang, jalan raya, minyak dan sebagainya yang tidak bisa diberikan kepada individu atau pihak swasta yang kelola, tapi negara yang kelola hasilnya untuk kemaslahatan rakyat.
Ketiga kepemilikan negara adalah kekayaan yang pengelolaanya diserahkan pada kepala negara, seperti jiziyah, kharaj, harta orang murtad (yang dibunuh) dan harta yang tidak mempunyai ahli waris dan sebagainya.
Oleh karenanya, hanya dengan islam mampu memberikan kesejahteraan dan keadilan pada penduduk bumi, tapi dengan hanya diterapkan syariat islam.
Waulahu'alam bishowah

No comments:
Post a Comment