Oleh:suryani
Tempo.com—sumber air aqua menjadi perbincangan setelah sidak yang dilakukan gubernur jawa barat Dedi Mulyadi.
Danone indonesia buka suara mengenai sumber air dalam air mineral kemasan merek aqua yang disebut-sebut berasal dari sumur bor. Sumber air aqua menjadi sorotan publik setelah inspeksi dadakan atau sidak gubernur jawa barat dedi mulyadi ke PT Tirta Investama (Aqua) dimana pabrik subang viral di media sosial.
FOUNDER Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah turut buka suara menanggapi maraknya pemberitaan terkait dugaan penggunaan air sumur tanah dalam pada air minum dalam kemasan (AMDK) merek aqua, yang di nilai tidak sesuai dengan klaim iklan mengenai sumber mata air pengunungan.
Ikhsan menjelaskan juga apabila produsen Aqua terbukti mengganti bahan baku air tidak sesuai dengan sampel yang di ajukan ketika mengurus izin edar ke Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) maupun sertifikasi halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat itu atau Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) saat ini, maka langkah hukum dapat di berlakukan.
Menanggapi hal tersebut, BPOM dan BPJPH di sebut memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan audit lebih ketat terhadap fasilitas produksi. Jika terbukti ada pelanggaran, BPOM dapat mencabut izin edar serta mengambil langkah hukum sementara BPJH dapat membatalkan sertifikasi halal.
Pengaruh besar yang tidak di sadari:
Sejatinya ini dipengaruhi oleh sistem kapitalis di mana prioritas utama adalah keuntungan dan mengabaikan kebenaran. Hal ini bisa membuat perusahaan untuk mencari cara produksi yang paling efisien, yang berarti bisa saja menggunakan sumber air yang lebih mudah di akses atau lebih murah, bahkan jika itu memerlukan pengeboran sumur dalam bukan dari mata air permukaan yang mengalir alami.
Selain itu pengaruh lainya yaitu pembohongan, dugaan penggunaan air dari sumur bor dalam, yang sebagian pihak di anggap tidak sesuai dengan citra dengan iklan yang ada, merupakan bentuk manifestasi dari dorongan kapitalisme untuk menciptakan citra ideal yang menarik konsumen semata-mata dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal lagi.
Penting kita pahami, pihak aqua Danone telah memberikan klarifikasi bahwa mereka menggunakan air dari akuifer dalam (cadangan air di bawah lapisan kedap air) yang terlindungi secara alami, yang menurut mereka masih tergolong sebagai sumber air pengunungan yang murni. Namun polemik tetap muncul karena cara pengambilan sumur bor dan klaim di iklan yang sering diinterpretasikan sebagai air yang bersumber dari mata air langsung.
Singkatnya kasus ini menjadi contoh bagi banyak orang bagaimana mekanisme pasar yang di dorong oleh laba (kapitalisme) bisa membuat seseorang ataupun sebuah perusahaan mengorbankan kejujuran demi citra dan keuntungan, menjadikan segala sesuatunya menjadi komoditas penghasil, dan secara tidak langsung akan memberikan dampak yang merugikan sebagian besar orang lainya.
Sistem islam:
Untuk memahami bagaimana sistem islam mengatasi persoalan yang muncul yaitu kasus komersialisasi air, ketidakjujuran, dan juga merujuk pada eksploitasi sumber daya alam semua itu dipicu oleh kapitalisme, kita harus merujuk pada prinsip-prinsip dasar syariah (hukum islam) terkait sumber daya alam, etika bisnis, dan peran negara.
Dalam islam air merupakan salah satu dari tiga sumber daya alam yang di kategorikan sebagai kepemilikan umum. Negara memiliki kewajiban untuk mengelola sumber air agar ketersediaannya terjamin dan di distribusikan secara adil kepada seluruh masyarakat. Perbedaan dengan kapitalisme menganggap air sebagai komoditas yang boleh diprivatisasi dan di jual, tetapi islam menjadikannya sebagai hak bersama yang harus di kelola oleh negara untuk kepentingan masyarakat.
Islam sangat menekankan pentingnya kejujuran, transparansi, dan larangan menipu dalam berbisnis. Penanganannya, jika terbukti ada ketidakjujuran dalam klaim, negara islam harus memberikan sanksi tegas, mencabut izin, atau memerintahkan koreksi iklan, sesuai dengan prindip hisbah (pengawasan pasar dan modal). Intinya sistem islam bertujuan untuk menciptakan keadilan dan mencegah eksploitasi yang di dorong oleh laba semata. Menempatkan air sebagai hak publik yang dijamin serta di kelola oleh negara.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment