Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maraknya Perceraian Sudah Seperti Trend: Bukti Nyata Ideologi Sekuler-kapitalis

Saturday, November 29, 2025 | Saturday, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T05:42:18Z

 


Oleh: Suryani


Jakarta, CNBC Indonesia – fenomena perceraian kembali menjadi sorotan di 2025. Tak hanya di masyarakat umum, deretan pasangan selebritas pun ramai mengumumkan perpisahan.


Riuh yang muncul dari perceraian para figur publik sejatinya hanyalah gema dan realitas yang nampak dari contoh pengaruh ideologi sekuler. Menjadikan perceraian bukan lagi kisah eksklusif milik selebritas melainkan menjadi potret sosial yang makin akrab di tengah masyarakat.


Dengan maraknya kasus perceraian di kalangan selebritas membentuk ruang diera digital yang mana perceraian menumbuhkan rasa ingin tahu publik terhadap kisah rumah tangga yang berakhir, perceraian bukan lagi urusan pribadi semata melainkan ruang empati dan refleksi kolektif akibatnya perceraian sudah di normalisasi dan menjadi tontonan yang menarik bagi publik. 


Padahal sejatinya akibat perceraian bisa sangat besar yang bahkan bisa mengorbankan mental dari seorang anak yang orang tuanya berpisah. Di kutip dari bojonegoro.go.id angka perceraian di bojonegoro menunjukkan tren yang mengkhawatirkan hingga kahir oktober 2025, pengadilan agama (PA) bojonegoro telah memutus sebanyak 2.240 perkara dalam sepuluh bulan pertama tahun ini. Khusus oktober 2025 sebanyak 220 perkara gugatan diputus. dari fakta ini kita bisa melihat hanya di satu daerah saja angka perceraian sebanyak itu, tentu ini menjadi polemik yang harus diperhatikan karena tingginya angka perceraian menimbulkan angka pernikahan yang menurun ini bukan tanpa sebab karena beberapa individu merasa takut untuk menikah karena melihat gempuran berbagai kasus perceraian.


Analisis:


Beberapa penyebab dari perceraian didorong oleh faktor internal yaitu terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus dan faktor eksternal yaitu sosial-ekonomi. pertama, perselisihan dan pertengkaran berdasar dari komunikasi yang buruk, perbedaan prinsip hidup yang mendasar, ketidakmampuan mengelola konflik, dan hilangnya rasa percaya. Kedua, dari segi ekonomi, ketidakstabilan penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, atau seorang suami yang kehilangan pekerjaan. Semua ini merupakan pengaruh dari ideologi sekuler-kapitalis


Ini berdasar dari kita yang berada di bawah naungan ideologi sekuler yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap pernikahan dan institusi keluarga. Ideologi sekuler yang menekankan pemisahan urusan agama dari negara dan ruang publik, cenderung mendorong nilai-nilai kebebasan individualisme yang dapat melemahkan pernikahan.


Paham ideologi sekuler dalam lingkungan bermasyarakat pernikahan cenderung dipandang lebih sebagai kontak hukum atau kesepakatan pribadi antara dua individu daripada sakral dan spritual. Ketika nilai-nilai agama tidak lagi menjadi pedoman utama perceraian di anggap sebagai solusi yang diterima dan sah secara hukum etika.


Selanjutnya sistem kapitalis melahirkan ketidakseimbangan ekonomi, yang mana hanya mendukung mereka para pemilik modal. Sistem ini juag menciptakan sulitnya lapangan pekerjaan bukan tampa sebab karena dalam sistem ini seorang berusaha mendapatkan keuntungan yang sebayak-banyaknya dan meminimalisir pengeluaran seminim mungkin termasuk ketenagakerjaan.


Solusi islam:


Pertama, pencegahan: perintah mencari pasangan yang beragama (din), nabi muhammad SAW menekankan pentingnya memilih pasangan berdasarkan agamanya, karena agama di anggap sebagai landasan moral dan komitmen yang kuat terhadap janji suci pernikahan. Kedua, kafa’ah (kesetaraan atau kecocokan): meskipun bukan syarat mutlak islam sangat mendorong kafa’ah, kecocokan yang dimaksud untuk meminimalisir perselisihan dan konflik di masa depan.


Penyelesaian konflik dan rekonsiliasi: mekanisme hukum (juru damai), jika perselisihan memuncak al-qur’an (QS. An-nisa [4]:35) memerintahkan pengiriman dua juru damai (hakam): saru dari keluarga suami dan satu dari keluarga istri. Tugas hakam adalah mencari solusi damai bukan segera memutuskan perceraian.


Sistem sekuler-kapitalis dapat di hindari apabila sistem islam diterapkan ketika islam dapat diterapkan di sebuah negara secara kaffah atau menyeluruh.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update