Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pesantren Pelopor Kebangkitan Islam

Thursday, October 09, 2025 | Thursday, October 09, 2025 WIB Last Updated 2025-10-09T13:49:42Z


Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Islam Kaffah)

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh komponen pondok pesantren di Indonesia untuk menjadikan Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional sebagai “anak tangga pertama” menuju kembali “The Golden Age of Islamic Civilization" (Zaman Keemasan Peradaban Islam). Menag menegaskan bahwa kebangkitan kembali peradaban emas ini harus dimulai dari lingkungan pesantren. “Mari kita bangun kembali masa kejayaan keilmuan Islam, seperti pada masa Baitul Hikmah di Baghdad, kebangkitan ini haruslah dimulai dari lingkungan pesantren,” ajak Menag membuka acara MQK Internasional di Pesantren As'adiyah Wajo, Kamis (02/10/25).

Aktualisasi Pesantren

Sejatinya pesantren adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dengan misi mengader umat menjadi tafaqquh fiddin dan memotivasi kader ulama sebagai warasat al-anbiya. Pesantren berperan juga menyebarkan agama Islam dengan dakwah dan jihad.

Sejarah juga mencatat upaya ulama dan para santri melawan penjajah Belanda, seperti perlawanan Ki Bagus Rangin dari Majalengka bersama santri Cirebon (1802—1812).  Demikian juga perjuangan KH. Noer Ali yang mendirikan Pesantren At-Taqwa di Bekasi, yang tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga tempat kaderisasi pejuang.  Perlawanan santri Bekasi melawan Belanda dipelopori oleh KH. Noer Ali, seorang ulama pejuang yang dijuluki "Singa Karawang Bekasi". KH. Noer Ali memimpin laskar Hizbullah dan rakyat dalam pertempuran sengit seperti Pertempuran Sasak Kapuk dan pertempuran di Karawang-Bekasi tahun 1947.

Sayangnya, saat ini penjajahan fisik memang tidak lagi terjadi, tetapi penjajahan secara ideologi masih terus berlangsung di negeri ini. Hal ini terlihat dari sistem demokrasi kapitalistik dan kebijakan ekonomi neoliberalisme yang dilancarkan oleh penguasa. Mereka menjual SDA kepada korporasi asing dan swasta. Ditambah gempuran pemikiran kufur yang terus menyerang kaum muslim, seperti ide HAM, pluralisme, hedonisme, sinkretisme, dan sekularisme yang menjadi ancaman dan gangguan nyata.

Mengamati kondisi ini, aktualisasi pesantren dengan perannya yang  senantiasa melahirkan kader ulama yang bervisi surga, bermisi penerus aktivitas para nabi, serta membangkitkan umat dan memperjuangkan tegaknya peradaban Islam, menjadikan pesantren berperan sangat strategis. Seyogyanya pesantren mendidik santri sebagai pelopor kebangkitan Islam.

Pesantren harus mampu membentengi dari keberadaan penguasa sekuler dan jajarannya yang berupaya memupus Islam  bagaikan menghalangi terangnya siang dan gelapnya malam. Pesantren tidak boleh membiarkan para santri dan ulama menjadi bagian yang mendukung kekuasaan yang mengarahkan pada penghancuran tegaknya Islam dibalik derasnya faham moderasi Islam.

Pesantren harus mengaktualisasi perjuangan Islam dengan mengeliminir sebutan-sebutan radikal, radikalisme Islam, teroris, fundamentalis, dsb. yang disematkan dengan keagungan Islam Kaffah.

Spirit Pesantren Spirit Kebangkitan Islam

Berbicara kebangkitan Islam tidak bisa dilepaskan dari gagasan kembalinya peradaban Islam melalui penerapan syariat Islam kaffah. Islam Kaffah tidak bisa dihilangkan dari benak umat Islam. Sejatinya pesantren mengetahui bahwa hal itu merupakan ajaran Islam,  dan saat berbicara tentang Khilafah tentunya ini pun tak bisa dilepaskan dari kaffahnya Islam dalam kehidupan karena ini sudah menjadi menjadi bagian dari sejarah dunia selama hampir 14 abad.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tempat santri menimba ilmu, berperan strategis sebagai basis pendidikan dan pengajaran Islam. Pesantren merupakan pencetak ulama pewaris para nabi (waratsatul anbiyaa), pencetak generasi saleh berkepribadian Islam, pencetak generasi pejuang, pembela dan penjaga Islam yang amanah (haarisan amiinan lil Islam), pencetak generasi pemimpin yang cerdas (dzakiyyan), jenius (mulhaman) dan inovatif (mubdian), serta pembangun peradaban Islam pada masa depan. Spirit santri adalah spirit Kebangkitan. Kebangkitan demi tegaknya Islam. Pesantren dengan para santri wajib berada di garda terdepan untuk mengganti sistem dan pemimpin sekuler beralih menjadi sistem dan pemimpin yang bertakwa. Merekalah pelopor kebaikan, penerus ulama demi  tegaknya Islam Kaffah yang akan menyelamatkan seluruh manusia di dunia menuju akhir yang abadi .

Wallaahu a'laam bisshawaab.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update