Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menanti Tentara Islam Untuk Gaza

Sunday, October 05, 2025 | Sunday, October 05, 2025 WIB Last Updated 2025-10-05T12:54:56Z
Menanti Tentara Islam Untuk Gaza

Aktivis Muslimah
Nuning Murniyati Ningsih


Situasi di Jalur Gaza semakin memburuk setelah sinyal internet dan jaringan telekomunikasi kembali terputus total pada Kamis (18/9/2025). Pemadaman akses internet ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan konsekuensi langsung dari strategi militer Israel yang menargetkan infrastruktur penting, termasuk jalur komunikasi utama. Terlebih pemadaman terjadi bertepatan dengan masuknya tank-tank Israel ke jantung Kota Gaza, memperkuat dugaan bahwa serangan ke jaringan telekomunikasi dilakukan bersamaan dengan manuver darat (m.tribunnews.com/19/9/2025). Otoritas Regulasi Telekomunikasi Palestina mengonfirmasi bahwa jaringan telepon rumah dan internet terputus di Kota Gaza dan sebagian wilayah utara pada Rabu setelah kabel dan fasilitas utama rusak. Pemadaman listrik semacam itu, yang melumpuhkan rumah sakit, tim pertahanan sipil, dan operasi bantuan kemanusiaan, telah menjadi ciri khas perang Israel di Gaza (www.tempo.co/18/9/2025)

Akibat pemboman mematikan yang terus-menerus dilakukan Israel terhadap infrastruktur Kota Gaza, hampir satu juta warga Palestina mengalami pemadaman internet dan telekomunikasi total. Situasi itu membuat 800.000 warga terisolir dari dunia luar (international.sindonews.com/19/9/2025). Israel terus menggempur Gaza saat lonjakan penyakit mematikan melanda penduduk yang mengungsi. Menteri Pertahanan Israel memperingatkan perang dengan Hamas akan berlangsung lebih dari beberapa bulan ketika dia bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan di Tel Aviv (mediaindonesia.com/15/9/2023). Seiring konflik di Gaza yang terus bergulir, isolasi internasional terhadap Israel tampaknya makin dalam. Apakah Israel mengalami apa yang disebut sebagai "momen Afrika Selatan", ketika kombinasi tekanan politik, boikot ekonomi, olahraga dan budaya membantu memaksa negara itu meninggalkan apartheid? (www.bbc.com/16/9/2025)

Sekalipun negara-negara di dunia mengecam dan mengembargo, Israel tetap bergeming. Belgia menerapkan larangan impor dari Israel. Spanyol mengubah embargo senjata de facto yang berlaku saat ini menjadi undang-undang, dan melarang kapal dan pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spanyol atau memasuki wilayah udaranya. Norwegia akan melakukan divestasi dari perusahaan -perusahaan yang terdaftar di Israel. Uni Eropa, berencana memberi sanksi kepada menteri sayap kanan dan menangguhkan sebagian elemen perdagangan dari perjanjian dengan Israel.  Di Hollywood, surat penyeruan boikot terhadap perusahaan, festival, dan penyiaran Israel, telah ditandatangani oleh lebih dari 4.000 orang dalam sepekan. Demikian juga di bidang olahraga (balap sepeda dan catur). Bahkan, sekjen PBB mengingatkan Dunia tak boleh terintimidasi oleh Israel.

Akses koordinasi, kedaruratan, bantuan, berita, dibungkam untuk melumpuhkan Gaza. Perbuatan Israel semakin menggila dan semakin menjadi-jadi, segala hal mereka upayakan dan lakukan hanya untuk mengepung Gaza, tak perduli lagi itu apa dan siapa tetap akan mereka tabrak aau lawan demi terlaksana nya kepentingan mereka dan berhasil nya rencana mereka. Bantuan yang seharusnya bisa di terima oleh rakyat Gaza hanya akan mubazir dan terbuang karena ulah blokade yang dilakukan Israel, media atau berita yang seharusnya bisa tetap menyampaikan informasi kepada dunia luar kini sudah sulit dilakukan atau bahkan tidak dapat lagi dilakukan.

Mendesak warga sipil untuk migrasi dan mengosongkan Gaza, keinginan mereka untuk menguasai Gaza sudah semakin tak tertahankan, perilaku mereka mendesak warga sipil untuk migrasi terus dilakukan, mereka menginginkan Gaza seutuhnya hingga tanah Gaza kosong dari penghuni nya. Menggunakan cara yang kasar dan dzalim pun mereka lakukan demi terwujudnya cita-cita mereka. Strategi politik dan militer untuk menguasai Gaza, tak peduli kecaman Internasional.

Gelombang Boikot internasional terhadap Israel sampai saat ini, tidak mengubah keadaan di Gaza. Meski itu hal minimal yang bisa umat islam lakukan diluar sana, namun itu masih belum memberikan efek yang berarti terhadap zionis Israel dalam memperlakukan Gaza, namun masih saja dapat kita temui masyarakat muslim yag tidak melakukan boikot bahkan tidak perduli dengan aksi boikot tersebut, mirisnya orang yang menggunakan produk boikot tersebut dengan santai menggunaknaya tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Israel tetap bergeming dengan gelombang Boikot, karena Israel telah menetapkan tujuan akhirnya dalam( Protokol Zionis) yaitu membangun Negara Israel Raya dengan menjadikan Palestina sebagai pusat kekuasaannya. seruan boikot terhadap produk Zion*s ini tidak hanya khusus pada produk kurma atau barang saja, melainkan termasuk pemikiran-pemikiran yang membuat negeri-negeri muslim diam melihat Palestina diserang. Produk pemikiran yang dimaksud ialah nasionalisme, liberalisme, demokrasi, dan kapitalisme, termasuk induknya, yakni sekularisme. Alhasil, umat tidak boleh sekadar melakukan aksi boikot biasa.

Untuk mewujudkan tujuan akhirnya, Israel didukung penuh oleh negara no 1 dunia yaitu Amerika Serikat, tempat di mana para kapitalis dunia yang terafiliasi kepada Gerakan zionis, bermukim. Kita tidak bisa memungkiri bahwa serangan terhadap Palestina dimulai sejak PBB—yang di dalamnya ada Inggris dan sekutunya—menyetujui entitas Yahudi tinggal di Palestina. Dari mereka, Yahudi mendapatkan pasokan senjata dan membangun negaranya di atas bumi para nabi. Negara-negara itu pula yang telah menghancurkan Khilafah Utsmaniyah melalui Mustafa Ataturk. Mereka adalah negara yang memegang kapitalisme, meniupkan nasionalisme, dan menyelundupkan demokrasi ke negeri-negeri muslim hingga berpecah belah seperti sekarang. Dengan demikian, sudah selayaknya produk pemikiran seperti ini juga turut diboikot. Dalam sistem kapitalisme, boikot hanya lipstik politik, Kerja sama dengan Yahudi tetap berjalan secara rahasia selama masih menguntungkan.

Kejahatan perang Israel makin menggila, tak akan berhenti hanya dengan kecaman. Umat Islam harus menyadari bahwa genosida di Palestina adalah urusan umat Islam, bukan hanya urusan kaum muslim di sana. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari dan Muslim).

Kehadiran Tentara Islam di bawah komando Khalifah sangat dinantikan, Tentara muslim adalah kaum muslim dan Islam adalah agamanya. Kewajiban mereka di hadapan Allah swt. tidak terbatas pada batas-batas negara. Merupakan kewajiban bagi semua pasukan kaum muslim—yang dekat dengan Palestina maupun yang jauh darinya—untuk memobilisasi diri membebaskan Gaza. Allah Swt. memerintahkan dalam QS Al-Baqarah ayat 191, “Usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kamu. Dan Al-Fitnah lebih buruk dari pembunuhan.” 

Ulama mazhab Hanifi yang terkenal, Ibnu Abidin ash-Shami, penulis kitab Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar menyatakan dalam “Hashiya Kitab Jihad”, “Dan (jihad) itu menjadi kewajiban tersendiri (fardu ain) jika mereka menyerang suatu barisan Islam. (jihad) itu menjadi kewajiban tersendiri bagi orang-orang yang dekat dengan mereka. Adapun orang-orang yang jauh dari musuh, maka jihad itu menjadi kewajiban bersama (fardu kifayah) bagi mereka, selama mereka mampu meninggalkannya, kecuali jika mereka dibutuhkan. Jika mereka dibutuhkan karena orang-orang yang dekat dengan musuh tidak mampu melawan, atau jika mereka mampu melawan tetapi lalai dan tidak berperang, maka wajib bagi orang-orang yang dekat dengan mereka sebagai kewajiban perorangan, seperti salat dan puasa. Mereka tidak boleh mengabaikannya. Hal ini terus berlanjut hingga menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam, baik di timur maupun di barat, secara bertahap.”

Penguasa negeri muslim dan umat harus bangkit dan bersatu untuk mengembalikan Khilafah sebagai perisai umat dan membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel. Oleh karenanya, tidak cukup hanya menuntut penguasa membela Gaza dengan turun ke jalan. Umat harus berupaya mewujudkan kepemimpinan yang benar-benar berlandaskan Islam, yakni seorang khalifah yang berfungsi sebagai rain (pengatur) dan junnah (penjaga) bagi umat dengan menerapkan hukum-hukum Islam. Khalifah juga tidak akan tunduk pada kekufuran karena Islam jelas-jelas mengharamkan. Khalifah bahkan akan memobilisir seluruh kekuatan, termasuk memimpin jihad, mengerahkan tentara dan senjata, demi membela umat dan menghilangkan segala bentuk kezaliman, termasuk membela muslim Gaza. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya, ia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR Muslim).

Sepanjang sejarah Islam, Yahudi adalah kaum yang paling keras permusuhannya kepada kaum muslimin. Allah jelaskan dalam QS Al-Maidah: 82 "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik"  akar masalah serta solusi persoalan Palestina dan Gaza yang melatari serangan brutal Zion*s ke negara di luar Gaza sangat jelas dan nyata: kehadiran penjajah Zion*s dan para pelindungnya. Mereka harus diusir dan dilawan bersama-sama dengan kekuatan tentara dan senjata. 

Pemboikotan saja tidak akan menghasilkan kebebasan bagi Gaza. Hanya Khilafah 'ala minhajinubuwah yang akan mampu melumpuhkan Israel dan membebaskan Gaza, Palestina dan seluruh manusia dari makar jahat kaum zionis Israel. Semoga keterlibatan kita dalam dakwah Khilafah ini akan menjadi hujah saat kelak kita ditanya oleh Allah ﷻ tentang apa yang sudah kita lakukan untuk menolong saudara kita di Gaza dan Palestina. Kita tidak pernah diam, tapi terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Allah ﷻ berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Taubah: 38–39).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update