Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KEMENANGAN SEJATI DENGAN KEPEMIMPINAN ISLAM

Wednesday, October 15, 2025 | Wednesday, October 15, 2025 WIB Last Updated 2025-10-15T02:07:04Z



Oleh: Liza Khairina (Ibu Rumah Tangga)


Apa yang sangat dibutuhkan orang haus dan lapar? Pasti jawabannya adalah makanan dan minuman. Apa yang dibutuhkan orang sakit dan cemas? Tentu kesembuhan dan ketenangan. Begitulah hari ini warga Gaza, setelah berjuang sekian tahun. Adalah untuk mendapatkan ketenangan, keluar dari kecemasan, sempurna berkumpul keluarga tanpa lapar dan sakit yang berketerusan. 


Maka sangat wajar ketika kesepakan gencatan senjata diumumkan, para tawanan dikembalikan. Kebahagiaan tumpah ruah di jalanan dengan tangis berbinar. Gema dzikir saling bersahutan. Bertakbir, bertasbih dan bertahmid. Adalah manusiawi (naluri baqa') setiap insan menginginkan kebebasan, terlepas dari penjajahan. 


Jika hari ini dunia memandang Gaza sudah menang, maka jawabannya adalah iya. Karena warga Gaza tidak pernah beranjak dari tanahnya meski genosida dan pelaparan sistemik dijadikan senjata untuk mengusir mereka. Warga Gaza tetap berdiri melawan dengan semangat dan keyakinan akan pertolongan Allah swt. Iman yang dimilikinya membuka mata dunia, siapa yang peduli dan siapa yang berkhianat. Berbondong-bondongnya orang-orang Barat masuk islam sebab menyaksikan iman di Gaza adalah pertolongan yang telah dijanjikan Allah swt, hingga nanti berwujud sempurna dengan cahaya kemenangan Islam memimpin dunia.


Jika hari ini dunia mengucapkan selamat dan ikut bergembira atas sepakatnya gencatan senjata antara zionis dan Hamas lewat perantara Trump, maka jawabannya adalah kita harus waspada dengan segala kemungkinan dan senantiasa bersiap di perbatasan. Karena zionis adalah simbol kemunafikan sejak dulu kala. Hari ini boleh jadi dia mengaku kalah dan kewalahan. Tapi, ingatlah jejak mereka yang selalu melanggar perjanjian. Bagi zionis, gencatan senjata adalah upaya menunda pertempuran yang boleh jadi akan semakin banyak memakan korban.


Dalam lintasan sejarah Yahudi, mereka selalu merasa paling dari yang lain. Seperti tuan tanpa pengakuan. Mereka arogan menganggap yang lain budak, bahkan hewan yang boleh semaunya diperlakukan. Sungguh, zionis tidak kenal perasaan. Akalnyapun hilang fungsi jika berhadapan dengan orang-orang beriman. Itu kenapa mereka orang-orang Yahudi diabadikan dalam Alquran sebagai orang-orang yang dimurkai (al-Maghdhub).


Islam sudah cukup memberi peringatan berulang dengan kalimat panjang. Bahwa Yahudi adalah musuh abadi yang terus memusuhi kaum Muslim dunia. Tabiatnya yang suka melanggar perjanjian, juga dimanapun dia tinggal selalu membuat kerusakan adalah dalil bagi kita untuk tidak duduk dan bersepakat dengan zionis Yahudi.


Tidak ada yang bisa menghentikan kepongahan Israel kecuali dengan mengusir mereka dari tanah kaum Muslimin dan tidak sedikitpun memberi celah kuasa. Karena mereka hanya kenal kalimat perang, bukan diplomasi apalagi gencatan senjata. Dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 104 Allah swt berfirman: 


فمن اعثدي عليكم فاعتدوا عليه بمثل ماعتدي عليكم


Siapa saja yang menyerang kalian, maka seranglah dia seimbang dengan serangannya terhadap kalian.


Membalas serangan Zionis Israel pada Gaza yang jelas menyerangnya dengan negara dan militer, tentu tidak bisa dengan kekuatan personal dan komunal. Tapi butuh kekuatan negara dan militer pula untuk menyeimbangkan kepongahan mereka. Dan Islam telah memiliki hal itu jika kaum Muslimin mau bersatu dengan seruan jihad dalam komando Khalifah.


Karenanya, kaum Muslimin dan umat seluruh dunia akan beranjak permai, terbebas dari penindasan Zionis Israel dan bapaknya, sebagai otak kerusakan dunia dengan bendera kapitalismenya, Amerika dan sekutunya harus dijinakkan dan tunduk dalam pemerintahan Islam. Kalau tidak, perampasan demi perampasan hak akan terus mereka lakoni tanpa mengenal waktu dan siapa yang memangku.


Sebagai pengingat kesekian kalinya: Islam adalah mabda'. Cukup punya kekuatan memimpin peradaban dengan Alquran dan Sunnah sebagaimana dahulu Nabi saw dan para khalifah memimpin umat manusia hingga batas keamanan dan kemakmuran yang tak bisa dilampaui imperium manapun. Mari bangkit dengan pemikiran dan politik Islam, agar seluruh belahan dunia menyaksikan gemerlapnya kehidupan Islam dalam naungan institusi Khilafah. Allahu akbar![]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update