Oleh. Puji
Konsultan Korn Ferry menilai banyak karyawan yang kini lebih memilih menahan diri daripada mengambil risiko pindah. Data di Amerika Serikat (AS) mendukung tren ini. Tingkat pengunduran diri sukarela di AS sejak awal 2025 hanya 2%, level terendah dalam hampir satu dekade. Artinya karyawan makin enggan melepaskan pekerjaan yang sudah digenggam ( https://www.cnbcindonesia.com/19/9/2025).
Fenomena banjir Job Hugging makin marak terjadi di Amerika Serikat maupun di negeri ini. Job Hugging atau memeluk pekerjaan banyak diperbincangkan di kalangan masyarakat utamanya generasi muda. Hal ini dapat kita amati dari banyaknya orang yang berada pada posisi bertahan pada pekerjaan yang digeluti walau merasa tertekan sekalipun. Apalagi kondisi ekonomi makin lesu dan PHK meningkat.
Guru besar UGM menyebut munculnya fenomena Job Hugging (kecenderungan untuk tetap bertahan dalam satu pekerjaan yang tengah dijalani, meskipun sudah tidak memiliki minat dan motivasi dalam pekerjaan tersebut) karena faktor ketidakpastian pasar kerja. Lulusan Perguruan Tinggi terjebak dalam Job Hugging demi keamanan finansial dan stabilitas. Mereka beranggapan lebih baik tetap bekerja daripada menjadi pengangguran intelektual.
Penyebab Job Hugging melanda generasi muda makin banyak karena kondisi perekonomian negara yang kurang bisa menjamin pekerjaan. Selain itu, adanya ekonomi yang berpedoman pada kapitalisme global yang kurang menyediakan pasar kerja dan jaminan kerja bagi masyarakat juga generasi muda. Apalagi penerapan ekonomi uang berdasarkan kapitalisme itu minim sekali menggerakkan sektor ekonomi yang bisa menyerap tenaga kerja. Terlebih adanya banyak sumber daya alam yang hanya dikelola oleh swasta yang menjadikan ribawi dan sektor nonriil dalam perekonomian.
Kita bisa merujuk pada ekonomi Islam untuk mengatasi masalah Job Hugging yang melanda generasi muda. Negara dalam Islam mempunyai tanggung jawab besar dalam penyediaan jaminan kerja bagi pemuda maupun masyarakat. Negara melakukan pengelolaan sumbernya daya alam dengan menggerakan sektor riil dan jaminan pekerjaan bagi kalangan generasi muda. Terlebih lagi, Islam sangat mendorong masyarakat untuk berusaha dan berwirausaha secara halal dan toyibah agar bisa menyediakan lapangan kerja yang nyaman bagi generasi muda. Hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi masalah Job Hugging yang melanda generasi muda.

No comments:
Post a Comment